unita
Print This Post Print This Post

Kasat Reskrim Aceh Selatan, IPTU Supriadi SH Mengadu ke Polres Karo

Posted in Kriminal by Redaksi on Agustus 5th, 2008

T Karo (SIB)
Insiden penembakan yang mengenai Jimmi Sembiring (12) warga Desa Sampun Kecamatan Dolat Rayat, Minggu (3/8) di sekitar Taman Hutan Raya (Tahura) Berastagi berbuntut panjang. Kasat Reskrim Polres Tapak Tuan, Aceh Selatan yang melakukan penembakan, Senin (4/8) mengadu ke Polres Karo. Sementara dua warga Sampun, masing-masing JB dan AB sudah ditangkap Polres Karo diduga sebagai salah satu pelaku penyerangan terhadap Supriadi dan supirnya Briptu M Syudin, Minggu (3/8) di sekitar Tahura.
Kasat Reskrim Polres Tapak Tuan, Aceh Selatan yang dikonfirmasi SIB, Senin (4/8) di ruang P3D Polres Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe menyebutkan, Minggu (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB pihaknya bersama keluarga menaiki mobil nopol BL 7481 AY melintas di sekitar Tahura.
Mobil yang dikemudikan Briptu M Syudin berhenti karena sejumlah warga mau menyeberang. Setelah warga menyeberang, mobil berjalan dan tiba-tiba korban (Jimmi Sembiring-red) menyusul menyeberang dan tersenggol mobil yang dikemudikan M Syudin. Melihat Jimmi terjatuh di pinggir jalan, mobil terus maju arah ke pinggir dan warga yang berkisar 15-20 orang terus menyerbu ke arah Supriadi dan Syudin.
“Saya mau menolong dan walaupun warga berusaha menyerang saya, saya terus katakan, saya polisi. Nanti kita selesaikan. Kita bantu dulu anak itu, tapi warga seakan tidak menghiraukan ucapan saya,” ujar Supriadi menjelaskan.
“Waktu saya terus mundur karena terus diserbu warga, saat itulah senjata api saya terjatuh. Saya terus berusaha memungut senjata saya. Saat itu saya lakukan penembakan sekali ke udara dan sekali tertembak ke tanah dan mungkin itu memantul ke arah anak itu. Lihatlah bukti saya diserang warga, punggung kaki saya sebelah kanan bengkak-bengkah karena pecah terkena lemparan benda keras. Punggung supir saya juga bengkak-bengkak. Saya bukan mau melarikan diri. Malah saya turun dan mau menolong anak itu lebih dahulu baru menyelesaikan persoalan Laka Lantas. Malah setelah kejadian itu saya berikan uang Rp1 juta untuk pengobatan anak itu yang langsung diterima keluarga korban,” tambah Supriadi sambil menunjukkan punggung kakinya yang bengkak dan diperban didampingi istrinya sambil menggendong anaknya yang masih balita dan juga didampingi Kepala Desa Sampun, S Bukit dan orangtua korban, G Sembiring.
Saat itu juga Kepala Desa Sampun S Bukit dan orangtua korban, G Sembiring dan keluarga korban lainnya, Senin (4/8) menemui Kasat Reskrim IPTU Supriadi di ruang P3D Polres Karo yang saat itu membuat pengaduan terhadap penyerangan dirinya yang dilakukan warga desa Sampun. Kepala desa dan orangtua korban meminta kesediaan IPTU Supriadi bersedia berdamai.
“Saya bukan tidak mau berdamai. Tapi hadirkan warga Bapak yang melakukan penyerangan terhadap saya dan supir saya,” ujar Supriadi.
“Bagaimana saya buat Pak. Kalau untuk menghadirkan warga desa saya sekarang di sini, tidak mungkin. Saya yang menjaminnya Pak,” mohon S Bukit .
“Bagaimana mungkin kita berdamai, orang yang bersangkutan saja tidak hadir. Kalau memang mau berdamai, hadirkan saja disini dan bertemu dengan kami di Polres Karo ini, Pak. Kalau tidak, ya kita teruskan saja secara hukum. Biarlah Polres Karo yang menyelesaikannya,” jelas Supriadi mengakhiri.
Kapolsek Berastagi AKP B Sinaga yang dikonfirmasi SIB, Senin (4/8) membenarkan kejadian tersebut. “Belum tahu kita kena peluru atau bukan masih dalam penelitian labfor Polri,” ujar Sinaga singkat. Sampai Senin petang, Kasat Reskrim Tapk Tuan, Aceh Selatan, IPTU Supriadi dan Briptu M Syudin dan beberapa ajudannya masih berada di ruang P3D Polres Karo dalam proses pengaduannya. (M37/e)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.