stmiksmxii
Print This Post Print This Post

Etnis Uighur Ancam Serang Olimpiade Beijing

Posted in Luar Negeri by Redaksi on Juli 27th, 2008

Washington (SIB)
Dua pekan menjelang pelaksanaan Olimpiade Bejing 2008 Agustus nanti, ancaman serangan teroris terhadap event empat tahunan sekali itu mulai muncul. Satu kelompok yang menyebut diri mereka Partai Islam Turkistan mengeluarkan video yang mengancam akan melancarkan serangan saat berlangsungnya event empat tahunan berskala dunia itu. Kelompok dari etnis Uighur itu juga mengaku bertanggung jawab atas pemboman dua bus yang menewaskan 2 orang serta mencederai beberapa lainnya di kota Kunming, Provinsi Yunan belum lama ini.
Seperti dikutip Reuters, Sabtu (26/7), IntelCenter, perusahaan yang mengawasi terorisme, mengatakan kelompok itu mengeluarkan video berjudul “Our Blessed Jihad in Yunnan,” yang menampilkan pernyataan dari pemimpinnya, Komandan Seyfullah, yang mengancam penyelanggaraan Olimpiade yang akan dibuka 8 Agustus mendatang. “Meskipun Partai Islam Turkistan telah berkali-kali memperingatkan Cina dan komunitas internasional untuk menghentikan penyelanggaraan Olimpiade ke-29 di Beijing, pihak Cina tidak mengindahkannya sama sekali. Sukarelawan Partai Islam Turkistan yang telah melalui persiapan khusus telah memulai aksi darurat,” kata Seyfullah seperti dikutip IntelCenter.
Menurut pengamat intelijen global Stratfor, Partai Islam Turkistan adalah nama lain yang digunakan Partai Islam Turkestan Timur (ETIM), kelompok separatis Muslim dari etnis Uighur yang berusaha membentuk negara sendiri di wilayah paling timur Cina. “Partai Islam Turkistan sekali lagi memperingatkan Cina. Tujuan kami adalah poin-poin paling penting terkait Olimpiade. Kami akan berusaha menyerang pusat kota-kota Cina dengan menggunakan taktik yang belum pernah digunakan,” demikian peringatan Seyfullah, seraya mendesak para penonton dan atlit “khususnya umat Muslim” untuk mengubah pemikiran mereka menghadiri Olimpiade.
“Tolong, jangan berdiri bersama dengan orang-orang yang tidak beriman,” katanya. “Para sukarelawan Partai Islam Turkistan akan melakukan aksi militer keras terhadap individu, departemen dan lokasi serta segala aktifitas yang berhibungan dengan Olimpiade di Cina. Lebih lanjut dikatakan Seyfullah, kelompoknya bertanggung jawab atas sejumlah serangan di Cina. Diantaranya membom dua bus publik di Shanghai pada 5 Mei dan “melakukan tindakan terhadap polisi” di Wenzhou pada 17 Juli dengan memuat sebuah traktor yang diisi bahan peledak. Kelompok itu juga membom pabrik plastik di Guangzhou pada 17 Juli dan 12 Juli membom tiga bus publik di Yunan.
Serangan bom Senin itu di baratdaya kota Kunming sedikitnya menewaskan dua orang dan melukai 14 lainnya. Xinhua menyalahkan serangan itu sebagai “sabotase” dan mencari mereka yang bertanggung jawab.
CINA BANTAH KLAIM
Namun, meskipun kelompok dari etnis Uighur itu telah mengklaim bahwa pihak mereka yang melakukan aksi pemboman bus mematikan di Yunan itu, pemerintah Cina tidak mempercayainya. Seorang pejabat keamanan publik di provinsi Yunan mengatakan tidak ada bukti ledakan tersebut terkait dengan aksi terorisme, terangnya seperti dilansir kantor berita resmi Cina, Xinhua. “Kami telah mendengar laporan media tentang klaim tersebut, namun sejauh ini tidak ada bukti ditemukan yang mengindikasikan bahwa ledakan-ledakan tersebut terkait dengan teroris dan serangan mereka atau dengan Olimpiade Beijing,” tegas pejabat itu.
Polisi Shanghai juga membantah klaim kelompok itu atas ledakan bus 5 Mei lalu seraya mengatakan ledakan di kota itu pada Mei tidak ada kaitan sama sekali dengan aksi terorisme. “Ledakan itu memang disengaja namun tidak ada hubungannya sama sekali dengan serangan teroris,” terang Cheng Jiulong, deputi kepala kepolisian Shanghai kepada Xinhua. Baik Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Keamanan Publik Cina tidak bersedia memberikan komentar atas klaim tersebut. Mereka hanya mengatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki klaim itu.
Cina sebelumnya mengatakan bahwa Muslim di Xinjiang, kawasan bermukimnya Muslim Uighur Turki yang terletak di kawasan Cina Baratdaya di sepanjang kawasan Tibet ––salah satu sumber penyebab ketegangan politik di Cina––, tengah merencanakan serangan terhadap penyelanggaraaan Olimpiade namun kelompok-kelompok HAM menuding pemerintah terlalu berlebihan dan mengarang ancaman itu sebagai alasan untuk meredakan perbedaan pendapat di area itu dimana banyak sekali warga yang mengeluh atas kebijakan represif pemerintah Cina atas mereka selama berpuluh-puluh tahun. (Rtr/AFP/WH/JL/k)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.