usxii
Print This Post Print This Post

Ahmadinejad : Iran Kini Miliki 6.000 Sentrifugal

Posted in Luar Negeri by Redaksi on Juli 27th, 2008

Teheran (SIB)
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Sabtu (26/7) mengatakan bahwa Iran kini memiliki 6.000 sentifrugal, mesin yang digunakan untuk memperkaya uranium, lapor kantor berita semi resmi Iran, Fars. “Negara Islam Iran saat ini telah memiliki 6.000 Sentrifugal,” terang Fars mengutip pernyataan Ahmadinejad yang disampaikannya di depan sejumlah guru besar universitas di kota timur laut negara itu, Mashhad.
Angka baru ini bertambah dua kali lipat dari 3.000 Sentrifugal yang dilaporkan Iran sebelumnya dan mengatakan ribuan sentrifugal itu dioperasikan di pabrik pengayaan uraniumnya di Natanz. Pada April lalu, Ahmadinejad mengatakan bahwa Iran telah mulai menginstal 6.000 sentrifugal di Natanz. Komentarnya yang dilaporkan pada Sabtu merupakan pernyataan tegas yang pertama kali dipublikasikan bahwa Iran telah mencapai tujuannya.
Uranium dapat digunakan sebagai bahan bakar reaktor nuklir sebagai inti hulu ledak atom, tergantung pada tingkat pengayaan. Iran sendiri berulangkali mengatakan kalau mereka hanya tertarik pada pengayaan untuk program tenaga nuklir.
Dalam kesempatan terpisah, Ahmadinejad juga menegaskan “musuh-musuh” Iran tidak akan pernah sukses menghentikan aktivitas-aktivitas nuklir Iran. “Terkait isu nuklir, musuh-musuh tidak akan mampu menghentikan negara kita dan tidak akan pernah berhasil menghentikan program kita,” tegas Ahmadinejad dalam pidatonya di timur kota Kermanshah seperti dilaporkan kantor berita IRNA, Sabtu. Teheran biasanya merujuk pada AS dan aliansinya di Eropa sebagai musuh. “Walaupun mereka berhasil menutup semua pintu ke Iran, negara Iran akan meneruskan program nuklirnya,” jelas presiden berhaluan garis keras itu. “Negara-negara pembohong itu harus tahu bahwa mengancam dan menekan tidak akan menyelamatkan mereka dari kita,” kata Ahmadinejad.
Obama Desak Iran
Di Washington, calon presiden AS dari Partai Demokrat Barack Obama memperingatkan Iran agar “tidak menunggu sampai presiden AS berikutnya” memenuhi tuntutan negara Barat agar republik Islam itu menghentikan program senjata nuklirnya. Peringatan itu diutarakannya saat menggelar jumpa pers bersama Presiden Nicolas Sarkozy di Paris. Dalam jumpa pers tersebut, Obama mengatakan Iran harus menerima paket insentif perdagangan dan teknikal yang ditawarkan enam negara sebagai imbalan diakhirinya pengayaan uranium. “Iran harus menerima usulan yang diajukan Presiden Sarkozy dan UE3 plus 3. Jangan tunggu hingga presiden berikutnya karena tekanan akan terus bertambah,” ujarnya seperti dilansir Associated Press, Sabtu.
Obama tiba di Prancis usai berkunjung ke Jerman, dan menghabiskan waktu kurang dari lima jam di Paris. Senator Illinois itu mengatakan dirinya dan Sarkozy sepakat bahwa Iran menampilkan “situasi luar biasa” dan dunia harus “mengirim pesan jelas pada Iran untuk mengakhiri program nuklirnya.” Selama perjalannya ke luar negeri, Obama telah berulangkali menyinggung tentang Iran dengan menekankan ambisi nuklir negara itu mengancam keberadaan Israel dan menganggu keseluruhan Timur Tengah.
Tolak Penetapan Tenggat Bagi Jawaban Soal Nuklir
Sementara itu Kepala Dewan Kelayakan dan mantan presiden Iran Ali Akbar Hashemi Rafsanjani, Jumat, menolak tenggat bagi Teheran untuk menanggapi tawaran insentif oleh enam negara besar dengan tujuan membujuk Iran agar mau menghentikan pengayaan uranium. “Ketika kita mengadakan pembicaraan, apa arti tenggat?” kata Rafsanjani sebagaimana dikutip IRNA dalam khutbah Jumat di Tehran University. “Kita mesti duduk dan menyampaikan pendapat kita dalam suasana logis yang bebas dari sorak-sorai,” katanya. Rafsanjani memperingatkan “negara penggertak di dunia” sekarang sedang berusaha melucuti bangsa Iran dari hak asolut dengan melakukan kejahatan dan mengeluarkan ancaman serta intimidasi.
“Memperoleh teknologi nuklir damai pertama-pertama adalah hak mutlak yang tak dapat dibantah yang telah disepakati bagi Iran dan semua negara berdasarkan berbagai persetujuan internasional yang disahkan oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA),” katanya. (Ant/Xinhua/Rtr/AP/WH/JL/k)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.