unita
Print This Post Print This Post

Kaum Muda Juga Ingin Berkuasa

Posted in Tajuk Rencana by Redaksi on Juli 25th, 2008

Pertarungan menunju posisi puncak kepemimpinan nasional makin hangat saja. Hanya dalam waktu kurang dari sebulan setelah KPU Pusat mengumumkan dimulainya musim kampanye, di lapangan hingar bingar terjadi dalam sekejap mata.
Masing-masing calon kini saling mengukur kemampuan lawan politiknya. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan melempar isu. Salah satu isunya adalah mengenai tokoh tua versus tokoh muda.
Ada pendapat yang berkembang kini menyatakan bahwa Indonesia tidak atau sulit maju karena masih banyaknya tokoh tua yang bercokol. Pendapat ini dikemukakan oleh sementara tokoh yang merasa bahwa perlu ada peralihan kepemimpinan. Fenomena ini muncul karena yang diusung oleh parpol adalah mereka yang memang lagu lama dalam politik nasional kita. Antara lain kembali majunya Megawati Soekarnoputri, Gus Dur, SBY, Jusuf Kalla, bahkan Akbar Tanjung, Sultan HB X serta Amien Rais dan Sutiyoso.
Para pendukung ide mengenai pentingnya regenerasi menyatakan bahwa tokoh muda diperlukan untuk menambah energi bagi kehidupan politik di Indonesia. Bagaimanapun menurut mereka, hanya dengan mereka yang berusia muda, yang menjaga jarak dari politik selama ini sehingga diasumsikan tidak berada dalam sistem dan juga tidak menjadi bagian dari masalah.
Pendapat inilah yang kemudian menariknya makin meluas. Ketika tahun lalu orang mulai menggadang-gadang kandidatnya, pakem usia belumlah terlalu kelihatan menonjol. Tetapi kini ternyata hal itu menjadi pertimbangan. Bahkan beberapa parpol di antaranya mulai menjanjikan bahwa mereka akan mengisi caleg dan susunan kabinetnya nanti dengan orang muda.
Beberapa sayap parpol juga mulai bergerak. Mereka mulai membentangkan sayap membentuk elemen berusia muda untuk menjangkau gerakan kaum muda yang memang kini semakin cepat bergerak.
Harus diakui bahwa sebagaimana disampaikan oleh salah seorang penggagasnya, inspirasi mengenai kaum muda ini digerakkan oleh kekuatan spirit politik pemimpin dunia yang berusia muda. Salah satunya adalah Dmitri Medvedev, Presiden Rusia yang berusia di bawah 50 tahun. Gerbong berikutnya menanti, yaitu salah seorang calon Presiden AS, Barack Obama yang juga masih berusia 40-an.
Apa arti semuanya ini? Artikulasi usia memang kelihatannya belum bisa dijadikan sebagai sebuah ukuran. Tetapi bahwa isu dan ide tersebut kelihatannya sudah menjadi arus utama, apa boleh buat harus diterima sebagai suatu kenyataan yang tidak terbantahkan oleh kita.
Yang penting untuk dilakukan sebenarnya adalah bukan menghalangi keberadaan kaum muda, meski pada satu sisi kita juga harus memperingatkan bahwa usia muda bukan jaminan bagi masa depan negeri yang tercinta ini. Orang muda usia yang bertarung melawan kekuasaan di tahun 1966 adalah mereka yang kemudian ditumbangkan oleh elemen gerakan mahasiswa di tahun 1998 karena mereka terlalu lama memegang kemapanan. Kaum muda berusia muda bukan jaminan bahwa ada masa depan yang cerah bagi kita.
Satu lagi catatan penting, bahwa kekuasaan memang bisa menjadi impian siapa saja. Yang muda, yang berkuasa, yang tua, yang tidak berkuasa, yang sedang berada dalam posisi tertentu, bahkan siapapun, kini benar-benar digoda untuk turut ambil bagian dalam kekuasaan. Tetapi apakah itu untuk rakyat, tunggu dulu. Waktu jugalah yang akan membuktikannya (***)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.