Surya Tour
Print This Post Print This Post

Ronal Silalahi Tewas Diinjak Gajah, Jasadnya Tetap Diburu Sampai ke Rumahnya

Posted in Berita Utama by Redaksi on Juli 23rd, 2008

Bengkalis, Riau (SIB)
Kawanan gajah liar di kabupaten Bengkalis, Riau kembali menelan korban, seorang petani sayur tewas diinjak-injak kawanan gajah liar yang mengamuk Minggu (20/7) pagi.
Isak tagis keluarga warnai rumah duka, saat jenazah Ronald Silalahi tiba di rumah duka, betapa tidak petani sayur dari Kabupaten Bengkalis ini tewas terinjak-injak kawanan gajah liar. Visum rumah sakit menunjukkan, di punggung Ronald terdapat luka membiru bekas injakan gajah.
Rekan korban menuturkan, peristiwa itu terjadi saat mereka menghalau serbuan gajah yang masuk ke perkebunan. Di kawasan perlintasan gajah yang mengamuk, warga menemukan jejak gajah dan pohon yang tumbang.
Peristiwa seperti itu sering terjadi kawasan Mandau dan di pinggir kabupaten Bengkalis ini sejak 5 tahun lalu. Dalam 2 tahun terakhir setidaknya 7 warga tewas diamuk gajah dan 15 gajah mati ditombak atau diracun warga.
Sudah Jadi Mayat, Ronal Tetap Diburu Gajah
Ronal Silalahi tewas mengenaskan dinjak-injak gajah sumatera. Namun jasadnya tetap diburu sampai ke rumahnya. Akhirnya, jenazah Ronal pun terpaksa diungsikan.
Gajah dikenal salah satu binatang dengan insting dan perasa tajam. Itu sebabnya masyarakat yakin, ada pantangan di dalam hutan menceritakan soal keburukan gajah. Bila dilanggar, konon mala petaka yang datang.
Terlepas percaya atau tidak akan kepantangan tadi, yang jelas, Ronal Silalahi (49) warga Perumahan Bukit Asri, Kelurahan Balai Makan, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau tewas mengenaskan diinjak-injak gajah.
“Waktu itu kami bersama Ronal bekerja di kebun sayur. Tiba-tiba datang seekor gajah. Ronal sempat melakukan perlawanan dengan menghidupkan gergaji mesin, tapi gajah mengamuk dan mengijak-injaknya hingga tewas,” terang Anto (38) petani sayur dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (21/7).
Anto menceritakan, waktu itu mereka ada empat orang yang tengah bekerja di kebun sayur. Tiga orang lainnya adalah, A Sinaga, Kabul dan Ronal. Ketika gajah datang ke kebun, mereka sudah berusaha menghindar. Namun entah mengapa, saat itu Ronal punya inisiatif menghidupkan gergaji mesin. Awalnya gergaji mesin ini hanya untuk menggertak gajah agar keluar dari kebun.
Rupanya gertakan itu tidak membuat gajah ciut. Malah saat Ronal menghidupkan mesin gergaji pemotong kayu itu, gajah terlihat makin bringas. Gajah itu berlari menuju kea arah Ronal. Malang bagi Ronal, dia menjadi sasaran utama.
“Anehnya, gajah itu hanya mengamuk kepada Ronal. Kami sendiri tidak dikejarnya. Kami hanya dapat menyaksikan Ronal diinjak-inak gajah hingga tewas,” terang Anto yang menyebut kejadian itu berlangsung akhir pekan lalu.
Puaskah gajah membunuh Ronal? Ternyata belum. Usai membunuh gajah meninggalkan kebun sayur. Teman-teman Ronal pun membawanya ke rumah duka. Ketika jasad Ronal sampai di rumahnya, hanya berkelang beberapa jam kemudian, kawanan gajah lainnya malah datang ke perkampungan penduduk setempat. Diperkirakan lebih dari 15 ekor gajah mengarah ke rumah Ronal.
“Baru beberapa jam disemayamkan di rumah duka, eh gajah kembali datang membawa kawan-kawannya. Memang gajah itu agak jauh berdiri mengitari rumah Ronal,” kata cerita Anto.
Kedatangan sekawanan gajah ini, membuat masyarakat ketakutan. Tapi kedatangan gajah-gajah liar ini, sama sekali tidak merusak perumahan penduduk lainnya. Gajah-gajah itu cuma mengitari ke arah rumah Ronal.
Walau sudah dicoba untuk diusir, gajah-gajah itu tetap saja tidak beranjak. Menghindari kemungkinan terburuk, akhirnya ada warga Desa Balai Makam yang mencoba untuk mengungsikan jasad Ronal. Jasad Ronal pun diungsikan ke rumah keluarganya di Desa Menanti yang berjarak sekitar 3 km.
“Setelah jasad Ronal dipindahkan, barulah gajah-gajah pergi. Kayaknya gajah itu punya rasa dendam ke teman kami,” tutup Anto. (RCTI/M35/Detikcom/m)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.