usxii
Print This Post Print This Post

Muhaimin Tidak Mau Pusing-Pusing Islah dengan Gus Dur

Posted in Berita Utama by Redaksi on Juli 23rd, 2008

Jakarta (SIB)
Islah dengan Gus Dur kini bukan menjadi fokus perhatian Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Muhaimin lebih konsentrasi memenangkan Pemilu 2009.
“Kita tidak fokus di situ. Yang penting, kita jalan terus dan bekerja keras untuk memenangkan Pemilu sambil merangkul kekuatan-kekuatan untuk bersatu. Jadi, kita tidak pusing-pusing,” kata Muhaimin.
Hal ini disampaikan Muhaimin di Hotel NAM Center, Jalan Angkasa Blok B-10 nomor 6, Kota Baru Bandar Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (22/7/). Ada sinyal islah dari Gus Dur? “Saya belum tahu,” sahut Muhaimin singkat.
Muhaimin sebelumnya sempat mengatakan islah dengan Gus Dur selalu terbuka. Tetapi Muhaimin menolak islah dengan orang-orang yang ingin menghancurkan PKB.
Muhaimin Tunggu Emosi Gus Dur Reda
Kesempatan perdamaian atau islah antara kubu MLB Ancol dengan MLB Parung masih dibuka oleh Muhaimin Iskandar. Namun hal itu baru akan terwujud jika emosi Gus Dur sudah reda.
“Nanti dululah, Gus Dur masih emosional. Kita tunggu Gus Dur reda,” kata Muhaimin Iskandar usai membuka Musyawarah Pimpinan Nasional PKB dan Konsolidasi Pemenangan Pemilu di Hotel Nam Center, Jl Angkasa, Bandar Kemayoran Jakarta Pusat, Selasa (22/7).
Muhaimin menegaskan, peluang islah dari pihaknya selalu terbuka. “Tetapi Gus Dur memiliki tempat tersendiri,” imbuhnya.
Menurut Muhaimin, bagaimana pun figur Gus Dur masih memiliki pengaruh kuat bagi massa PKB. Gus Dur sebagai figur dinilai masih menjadi bagian dari PKB.
Pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengaku bersikap positif dengan konflik internal PKB yang sampai berujung ke meja hijau. Baginya, publisitas konflik PKB bisa menjadi kampanye gratis.
“Ternyata dinamika konflik PKB dianggap oleh para pendukung kita sebagai bagian dari kampanye. Karena itu, Alhamdulillah pemilih utama tidak goyah. Bahkan mati urip (hidup mati) PKB,” ujarnya optimistis.
Muhaimin Tak Maafkan 7 pengurus PKB
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tidak akan memaafkan tujuh pengurus yang dianggap menjadi perusak Partai Kebangkitan Bangsa. Namun, pintu islah selalu terbuka untuk Gus Dur.
“Pintu islah selalau terbuka, kecuali bagi orang-orang yang memang sudah sejak awal mau merusak PKB,” katanya usai acara syukuran kemenangan PKB di Gedung DPR Jakarta.
Meski mengaku ada konflik namun pihaknya tetap melakukan pembicaraan dengan kubu Gus Dur, kecuali dengan tujuh orang tersebut. Ketujuh orang dimaksud adalah Y, HT, MA, AY, SH, AF dan TI.
Namun setelah keputusan MA ini, kata Muhaimin, dirinya tak lagi mempersoalkan konflik PKB. Fokus utama adalah bagaimana menghadapi Pemilu 2009. “Dan mulai sekarang tidak ada lagi kubu Muhaimin atau kubu lain yang ada ya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar,” jelasnya.
Sekjen PKB Lukman Edy yang juga hadir menambahkan dalam upaya mempersiapkan Pemilu 2009 PKB akan menggelar Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) yang akan diikuti kader-kader PKB se-Indonesia. “Ini sekaligus mensosialisasikan keputusan MA, merumuskan strategi PKB dan meluncurkan simbol-simbol PKB,” kata Lukman.
Menjawab tentang kemungkinan duplikasi pengajuan calon legislatif Lukman mengatakan yang jelas keputusan MA itu sudah memperjelas posisi PKB yang dipimpin Muhaimin Iskandar. “Ya kita jalani saja semua proses toh landasan hukumnya sudah kuat dengan keputusan MA,” jelasnya.
SUDAH INKRAH
Dari pemantauan di kantor DPP PKB Kalibata, sampai saat ini pendaftaran calon legislatif masih terus dilakukan hingga diajukan ke KPU tanggal 8 Agustus nanti. Soal keputusan MA yang menolak pengajuan kasasi Gus Dur, kader-kader PKB masih yakin dengan satu kasus yang diajukan.
“Kalau soal keputusan MA terkait dengan pemecatan Muhaimin dan Lukman Edy nggak soal tapi masih ada satu kasus lagi tentang keabsahan muktamar,” kata kader muda PKB Munif Arfas.
Berkas perkara putusan Mahkamah Agung tentang Kasasi Ketua Dewan Syuroh DPP PKB dikirim ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam amar putusannya Majelis Hakim Agung pimpinan Iskandar Kamil menolak kasasi diajukan kuasa hukum Gus Dur. Dengan demikian putusan tentang Muhaimin Iskandar dan Lukman Edy tersebut sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap. “Pengadilan segera memberikan relas putusan MA pada pihak penggugat maupun tergugat,” jelas Ahmad Sobari, Panitera Muda Perdata Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (21/7). (detikcom/PK)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.