usxii
Print This Post Print This Post

Program Pendidikan Dokter Spesialis FK USU Paling Diminati Setelah UI

Posted in Pendidikan by Redaksi on Juli 21st, 2008

Medan (SIB)
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) USU Prof dr Gontar A Siregar Sp PD-KGEH mengatakan, dari 17 Fakultas negeri di Indonesia yang melaksanakan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), FK USU paling diminati setelah UI dan Universitas Erlangga, Pada periode sekarang ini ada sebanyak 196 orang mengikuti tes PPDS dan 85 orang di antaranya kiriman Depkes dengan tugas belajar yang berjanji setelah tamat bersedia ditempatkan di kabupaten/kota.
“Di Sumut dokter spesialis ada yang belum terisi di daerah tingkat II, seperti di Tapsel, Tapteng, Madina dan Nias. FK USU juga diminta bertanggungjawab untuk mengisi dokter spesialis untuk wilayah barat, Palembang dan Lampung ,”kata Dekan Prof Gontar Siregar pada peresmian selesainya 8 dokter spesialis anak FK-USU di ruang Prof Ildrem FK USU- Medan, Sabtu (19/7).
Dikatakan, PPDS FK USU tetap diharapkan menjadi salah satu institusi pendidikan dokter spesialis yang selalu diminati baik di Sumut maupun di tingkat nasional . Ke 8 dokter spesialis yang diresmikan dinyatakan berhak menyandang gelar spesialis anak (Sp A) di belakang namanya yakni dr Eli Tua Pangaribuan, dr Omar Sazaly Aldy, dr Masyitah, dr Catharina Dian Wahju Utami, dr Dedy Gunadi, dr Jenny Ginting, dr M Arif Matondang dan dr Siska Mayasari Lubis.
“Perkembangan seluruh aspek kehidupan di negara kita khususnya dalam pelayanan kesehatan senantiasa terkait dengan UU Praktik Kedokteran, tentunya berpengaruh kepada semuanya. Kompetensi dan profesionalisme rekan sejawat senantiasa menjadi sesuatu hal yang dituntut oleh masyarakat dan pemerintah,”kata Gontar.
Menurutnya, kondisi lain yang akan dihadapi adalah problem kesehatan yang semakin hari terlihat semakin komplek sebagai berubahnya pola epidemiologi (long life studi) sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan kemampuan sejawat dibidang masing-masing untuk menghadapi tantangan masa depan.
Sementara itu Kadis Kesehatan Sumut diwakili dr Suryantini mengatakan, kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu serta dapat terjangkau tidak dapat ditunda lagi. Masyarakat Indonesia yang dinamis dan semakin kritis menuntut pelayanan yang profesional yang mutakhir dan manusiawi. Kepercayaan masyarakat perlu ditumbuhkan untuk memperoleh peluang pasar dalam persaingan global.
“Kita harus dapat mengurangi dan meniadakan keluhan masyarakat akan ketidakpuasan pelayanan kesehatan. Hal ini dapat menjadi pemikiran bersama dimana banyak masyarakat Sumut menyeberangi lautan ke negara seberang untuk kepuasan pelayanan kesehatan,”katanya.
Dikatakan, angka kematian bayi masih tinggi. Untuk kematian bayi di Indonesia diperkirakan pertahun 157 ribu dan tiap hari 430 jiwa dan 18 jiwa tiap jam. Jumlah kematian balita tiap tahun diperkirakan 206.580, tiap hari 569 dan tiap jam 24 jiwa. Sedangkan penyebab kematian bayi yaitu berat badan lahir rendah, asfiksia, tetanus, infeksi dan masalah pemberian minuman.
“Menurut MDGS tahun 2015 diharapkan kita dapat menurunkan angka kematian bayi (AKB) menjadi 17/1000 dan angka kematian balita (AKABA) menjadi 23/1000. untuk hal ini tentu merupakan tantangan bagi kita untuk mengatasinya,”kata Kadis.
Hadir dalam acara tersebut, Pudek I FK USU Prof Guslihan Dasa Tjipta, Pudek II dr Murniati Manik dan turut memberikan sambutan Ketua Program Studi Departemen Anak dan yang mewakili dokter spesialis anak. (M5/p)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.