Usai Pecahkan Rekor Atlet Bali Ditandu
Balikpapan (SIB)
Lifter Shinta Darmarini asal Bali yang turun pada kelas 75 kilogram PON XVII Kalimantan Timur, meski meraih medali emas dan memecahkan rekor PON, namun harus ditandu dan dibantu oksigen.
Pada pertandingan di Gedung Hevindo, Balikpapan, Selasa, ia terkulai usai gagal mengangkat barbel seberat 135 kilogram pada angkatan clean and jerk.
Shinta pada jenis angkatan snatch berhasil mengangkat barbel seberat 95 kilogram jauh dari empat pesaingnya —tidak ada menembus angkatan 90 kilogram—.
Jenis angkatan clean and jerk, Shinta pun percaya diri dengan angkatan awal seberat 125 kilogram dan berhasil mengangkat barbel tersebut.
Memasuki kesempatan kedua, sang pelatih menaikkan angkatan seberat 135 kilogram, namun lifter tersebut gagal mengangkatnya.
Panitia pertandingan memberikan kesempatan ketiga, dengan selang waktu selama dua menit.
Penonton yang memadati GOR tersebut terus memberikan dukungan baik dengan teriakan maupun tabuhan-tabuhan, dan ketika lifter tersebut memegang besi seluruh aktivitas terhenti untuk memberikan kesempatan kepada Shinta berkonsentrasi.
Lagi-lagi ia pun gagal mengangkat barbel seberat 135 kg, dan penonton pun memberikan applaus selamat.
Namun ketika ia melangkah meninggalkan barbel, tiba-tiba terkulai dan terjatuh, selanjutnya ofisial dan tim medis mendatangi serta memberikan pertolongan, termasuk bantuan oksigen.
Shinta pun akhirnya dipandu dan dibopong oleh ofisialnya, namun akhirnya ditandu menuju ruang medis yang tersedia di sebelah kiri GOR tersebut.
Lifter Bali itu pun memperbaiki rekor PON atas namanya sendiri dari 122,5 kg menjadi 125 kg. Total angkatannya seberat 209 kg yang memberikannya medali emas.
Sementara itu, peringkat kedua pada kelas 75 kg, diraih lifter Nurita asal Jawa Barat dengan total angkatan 220 kg dan peraih perunggu atau peringkat ketiga adalah lifter Sang Ayu Reli asal Jawa Tengah dengan total angkatan 195 kg. (Ant/p)




Komentar