Kedubes India Dibom 41 Tewas 141 Luka
Kabul (SIB)
Seorang pengebom bunuh diri menabrakkan mobil bermuatan bom ke gerbang Kedubes India di Kabul, Afghanistan. Akibatnya, sedikitnya 41 orang tewas dan lebih dari 140 lainnya luka-luka. Sebagian besar korban tewas adalah warga sipil yang sedang mengurus visa. Akibat ledakan tersebut, potongan daging manusia bertebaran di luar gedung kedutaan.
Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom itu.
“Laporan awal mengindikasikan sekitar 40 orang, sebagian besar warga sipil yang datang untuk mengurus visa, telah tewas,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghan, Najib Nikzad, kepada wartawan di dekat lokasi ledakan, seperti dilansir AFP, Senin (7/7).
Dua tentara paramiliter yang berjaga di kedutaan termasuk di antara korban tewas. Untung Duta Besar India dan pejabat-pejabat senior lainnya tidak ikut menjadi korban. Gedung Kedubes rusak parah akibat ledakan bom mobil itu. Akibat ledakan itu, gumpalan asap memenuhi udara. Bom tersebut juga menghancurkan jendela-jendela sejumlah toko yang berjarak beberapa ratus meter dari lokasi.
Kena Bom Mobil, 2 Diplomat KBRI di Kabul Terluka
Gara-gara bom mobil bunuh diri yang ditabrakkan di Kedubes India, Gedung KBRI Afghanistan di Kabul rusak parah. 2 Diplomat di KBRI terluka.
“Ada korban 2 diplomat Indonesia di KBRI Kabul, luka ringan,” ujar Jubir Deplu Teuku Faizasyah kepada detikcom, Senin (7/7).
Salah satu diplomat itu adalah orang kedua di KBRI Afghanistan. Namun identitas kedua diplomat itu belum bisa dikonfirmasikan.
“Nanti dicari informasinya. Kondisi di sana masih agak shock,” ujar dia.
5 Satpam KBRI Afghanistan Tewas
Bom mobil bunuh diri di Kedubes India di Kabul, Afghanistan, melukai 2 diplomat KBRI Afghanistan. Selain itu 5 petugas keamanan KBRI tewas.
“Ada 5 orang korban meninggal. Petugas keamanan KBRI, tampaknya warga negara setempat,” tutur Jubir Deplu Teuku Faizasyah kepada detikcom, Senin (7/7).
Petugas keamanan itu, ujarnya, disewa untuk mengamankan KBRI Afghanistan di Kabul sehari-harinya.
“Itu tampaknya warga negara setempat. Karena perwakilan di sana jumlahnya kecil,” ujar dia.
Seorang pengebom bunuh diri menabrakkan mobil bermuatan bom ke gerbang Kedubes India di Kabul, Afghanistan. Akibatnya, sedikitnya 41 orang tewas dan lebih dari 140 lainnya luka-luka. Mereka adalah para pengurus visa.
Lokasi ledakan bom itu dekat dengan KBRI Afghanistan di Kabul. KBRI Afghanistan rusak cukup parah. Sebagian besar kaca pecah dan pintu hancur.
Kantor KBRI di Kabul Rusak Parah Kena Bom Mobil
Kedutaan Besar RI (KBRI) Afghanistan di Kabul terkena ledakan bom mobil bunuh diri di Kedubes India. Sebagian bangunan KBRI di Kabul rusak parah.
“Memang ada bom bunuh diri mobil. Yang menjadi sasaran mobil Dubes India. Namun mobil itu meledak dengan lokasi yang berdekatan dengan Kedubes Indonesia,” ujar Jubir Deplu Teuku Faizasyah kepada detikcom, Senin (7/7).
Menurut dia, mobil itu hendak dihentikan oleh petugas keamanan. Tiba-tiba mobil itu meledak.
“Kondisi KBRI rusak cukup parah, 60 persen kaca dan pintu hancur,” kata dia.
Seorang pengebom bunuh diri menabrakkan mobil bermuatan bom ke gerbang Kedubes India di Kabul, Afghanistan. Akibatnya, sedikitnya 41 orang tewas dan lebih dari 140 lainnya luka-luka.
Afghanistan : Serangan Kudubes India Dilakukan Agen Asing
Seorang pengebom bunuh diri menabrakkan mobil bermuatan bom ke gerbang Kedubes India di Kabul, Afghanistan, Senin (7/7). Akibatnya, tak kurang dari 41 orang tewas dan lebih dari 141 lainnya luka-luka. Sebagian besar korban tewas adalah warga sipil yang sedang mengurus visa. Akibat ledakan tersebut, potongan daging manusia bertebaran di luar gedung kedutaan.
Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom itu. Namun kelompok Taliban kerap bersumpah untuk meningkatkan kampanye pemboman bunuh diri mereka sepanjang tahun ini yang secara grafik menunjukkan bahwa meskipun keberadaan pasukan asing ditingkatkan di Afghanistan serta lebin rutinnya patroli pasukan Afghanistan terlatih, pejuang-pejuang Taliban masih jauh dari terkalahkan.
“Laporan awal mengindikasikan sekitar 41 orang, sebagian besar warga sipil yang datang untuk mengurus visa, telah tewas,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghan, Najib Nikzad, kepada wartawan di dekat lokasi ledakan, seperti dilansir AFP, Senin. Atase militer India, seorang diplomat dan dua tentara paramiliter yang berjaga di kedubes tersebut termasuk di antara korban tewas. Untung Duta Besar India dan pejabat-pejabat senior lainnya tidak ikut menjadi korban.
“Lebih dari 10 orang berada dalam kondisi kritis. Sedikitnya seorang wanita dan seorang bayi tewas. Tiga bayi lain juga cedera sementara sejumlah wanita, anak-anak, personil militer dan warga sipil termasuk di antara korban tewas, “ terang Jubir Kementerian Kesehatan Abdullah Fahim.
Pelaku pemboman menabrakkan mobilnya pada saat kedua kendaraan diplomat memasuki gedung kedutaan, kata Danish Karokhil, kepala kantor berita independen Pajhwok, yang kantornya berada tak jauh dari tempat kejadian. “Yang jadi target adalah kendaraan diplomat itu. Mereka berusaha menerobos ke dalam kedutaan ketika pembom mobil bunuhdiri menyerang mereka,” katanya. Gedung Kedubes rusak parah akibat ledakan itu sementara sejumlah kendaraan yang diparkir di pintu masuk gedung tersebut hancur. Kedubes itu sendiri terletak di jalan sibuk tiga jalur dekat Kementerian Dalam Negeri Afghanistan di pusat kota tersebut.
Akibat ledakan itu, gumpalan asap memenuhi udara. Bom tersebut juga menghancurkan jendela-jendela sejumlah toko yang berjarak beberapa ratus meter dari lokasi. Polisi langsung menutup area tersebut sementara ambulan hilir mudik mengangkut korban cedera ke rumah sakit. Sejumlah tentara AS juga tampak berada di lokasi kejadian. “Saya melihat korban tewas dan cedera berserakan di jalanan,” terang Karokhil.
Seorang penjaga toko yang terluka dalam ledakan itu, Ghulam Dastagir mengatakan: “Sejumlah penjaga toko tewas dalam ledakan tersebut. Saya melihat mereka tertimbun di bawah reruntuhan. Sesaat setelah serangan, seorang wanita menjerit histeris seraya keluar dari sebuah rumah sakit Kabul, menangis dan memukuli wajahnya dengan kedua tangannya. Dua anaknya, seorang gadis cilik bernama Lima dan seorang bocah laki-laki bernama Mirwais, tewas dalam ledakan tersebut. “Ya Tuhan, mereka berdua tewas,” jerit wanita malang itu. Serangan ini merupakan serangan paling mematikan setelah masa relatif tenang di Kabul.
AFGHAN : SERANGAN KUDUBES INDIA DILAKUKAN AGEN ASING
Kementerian Dalam negeri Afghanistan mengatakan bahwa serangan bunuhdiri terhadap kedutaan India di Kabul dilakukan dalam koordinasi dengan ‘satu dinas intelijen kawasan.’
“Kementerian dalam negeri meyakini serangan ini dilakukan dengan koordinasi dan konsultasi dengan satu dinas intelijen yang aktif di kawasan ini,” kata kementerian dalam pernyataan yang dikeluarkannya. Afghanistan sebelumnya menuduh para agen intel Pakistan berada di balik sejumlah serangan di negara mereka. Amerika Serikat mengecam serangan tersebut.
Presiden Karzai dan India Kecam Serangan
Presiden Hamid Karzai mengutuk serangan tersebut dan mengatakan aksi itu dilakukan oleh militan yang mencoba merusak persahabatan antara Afghanistan dan India. Menteri Luar Negeri Afghanistan Rangeen Dadfar Spanta langsung mengunjungi kedubes tersebut sesaat setelah serangan terjadi, terang jubir Kementerian, Sultan Ahmed Baheen. “ India dan Afghanistan memiliki hubungan mendalam satu dengan yang lainnya. Serangan musuh seperti itu tidak akan mengganggu hubungan kami,” ungkap Spanta kepada staf Kedubes menurut Baheen.
Sementara di New Delhi, Kementerian Urusan Luar Negeri India mengatakan serangan itu tidak menghalangi kedubes dari “memenuhi komitmen kepada pemerintah dan rakyat Afghanistan”.
“Pemerintah India sangat mengecam serangan teroris penakut ini terhadap misi diplomatik di Afghanistan. Serangan teror seperti itu tidak akan menghalangi kami memenuhi komitmen kami kepada pemerintah dan rakyat Afghanistan,” kata India.
India memiliki hubungan erat dengan pemerintah Afghanistan yang sekarang dan ikut serta dalam proyek infrastruktur berskala besar. Namun para pejabat Afghanistan kerap menuding adanya pihak asing berada dibelakang aksi kelompok Taliban. Negara itu menuding rival utama nuklir India, Pakistan, mengijinkan Taliban beroperasi di dalam Pakistan, tuduhan yang kerap dibantah Pakistan. (Ant/Detikcom/AP/JL/g)




Komentar