BEM UI: Usut Tuntas Penembakan Mahasiswa UI Saat Demo BBM
Depok (SIB)
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, Universitas Indonesia (BEM-UI), Edwin Nofsan Naufal mendesak aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus penembakan mahasiswa UI yang sedang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR pada 21 Mei 2008.
“Kita akan terus mendesak semua pihak, baik dari kepolisian, atau pemerintah untuk mengungkap kasus tersebut dan menegakkan keadilan,†kata Edwin, dalam jumpa pers di Fakultas Hukum UI, Depok, Jumat.
Hadir dalam acara tersebut selain ketua BEM UI adalah, koordinator lapangan aksi unjuk rasa M. Ichsan, korban penembakan Budi Dharma (mahasiswa semester satu FISIP-UI) dan wakil dari LBH Jakarta, Gatot.
Edwin mengajak semua pihak agar menegakkan keadilan dalam kasus penembakan tersebut serta berbagai kasus ketidakadilan yang menimpa mahasiswa di seluruh tanah air yang terus menyuarakan dan memperjuangkan kebenaran.
“Kita akan tetap konsisten memperjuangkan keadilan agar bisa melihat Indonesia yang bermartabat,†ujarnya.
Ia mengatakan langkah yang diambil untuk mengungkap kasus tersebut telah mendapat dukungan dari pihak rektorat.
Menurut Edwin, pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. “Selama ini pihak kepolisian masih bersikap kooperatif menangani kasus tersebut,†katanya.
Koordinator lapangan pada saat aksi unjuk rasa, M. Ichsan mengatakan tiga mahasiswa UI yang berasal dari FISIP, Psikologi dan Komputer telah dipanggil sebagai saksi. “Kita akan kawal terus kasus tersebut,†katanya.
Sementara dua orang saksi mengundurkan diri karena tidak bersedia menjadi saksi.
Sementara itu Gatot dari LBH Jakarta mengatakan mendukung langkah pengusutan secara tuntas kasus penembakan mahasiswa UI tersebut.
Ia menilai, kejadian tersebut tidak serta merta terjadi, namun dipicu oleh tindakan refresif polisi dalam menangani unjuk rasa penolakan BBM. “Apakah ini direncanakan atau tidak perlu pengusutan lebih lanjut,†tegasnya.
Gatot juga menegaskan jika memang melanggar HAM maka kasus tersebut akan dibawa ke Komnas HAM. Ia mengharapkan agar polisi menangani unjuk rasa secara lebih beradab.
Korban penembakan Budi Dharma mengharapkan kasus tersebut tidak berhenti di tengah jalan. “Harus ada penyelesaian yang tuntas,†kata Budi yang tertembak di dada sebelah bawah kiri. (Ant/p)




Komentar