unita
Print This Post Print This Post

Rektor Undip Segera Kosongkan Kantor SPMB

Posted in Pendidikan by Redaksi on Mei 19th, 2008

Semarang (SIB)
Rektor Universitas Diponegoro Semarang Prof. Susilo Wibowo dalam waktu dekat mengirimkan surat ke Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) untuk mengosongkan Kantor Sekretariat SPMB Regional II di kampus Undip Tembalang.
“Surat tersebut sedang kami buat. Undip tidak mengakui lagi SPMB,” katanya kepada pers di Semarang, Senin.
Ketua SPMB Regional II, Prof. Eko Budihardjo ketika dikonfirmasi mengatakan, tidak ada pengosongan Sekretariat SPMB di kampus Undip Tembalang karena Juni 2008 kontraknya memang sudah habis sehingga pihaknya harus pindah ke tempat lain.
“Mulai Juni kami pindah ke Jalan Kertanegara IV/2 Semarang setelah dua tahun menempati Undip. Jadi, tanpa diminta kami akan pindah,” katanya.
Eko yang juga mantan Rektor Undip itu menegaskan, SPMB membayar uang sewa kepada Undip. Pada tahun pertama Rp55 juta dan tahun kedua Rp75 juta.
Ia mengatakan, memang terjadi perbedaan antara SPMB dengan SNMPTN namun hal ini wajar, sebab SPMB lebih bersifat sebagai lembaga penyelenggara tes, termasuk melakukan skor, yang hasilnya diserahkan kepada PTN yang tahun ini menyelenggarakan ujian masuk bersama (UMB), yakni UI, UNJ, UIN Jakarta, Unhas, dan USU.
Pengosongan Kantor SPMB di Gedung Prof. Soedharto Undip Tembalang diduga berkait dengan perselisihan antara mayoritas perguruan tinggi negeri (PTN) dengan Perhimpunan SPMB, menyangkut penyelenggaraan tes masuk PTN. Kalau tidak terjadi perselihan, kemungkinan SPMB tetap berkantor di Undip.
Mayoritas rektor PTN, termasuk Undip, beberapa bulan lalu keluar dari Perhimpunan SPMB yang dinilai telah membuat kekeliruan, yakni tidak memasukkan uang pendaftaran SPMB pada pos penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Para rektor PTN dengan mediator Dirjen Dikti kemudian membentuk seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang mulai bertugas dalam penerimaan mahasiswa baru pada tahun 2008/2009.
PTN yang masuk dalam SNMPTN ini tercacat 56 PTN, namun lima PTN yakni UI, UNJ, UIN Jakarta, Unhas, dan USU Medan tetap menggelar ujian masuk bersama (UMB) yang diselenggarakan Perhimpunan SPMB. Kelima PTN ini juga menerima mahasiswa baru melalui SNMPTN bersama 56 PTN dalam waktu yang berbeda dengan UMB.
Rektor Undip menyesalkan pernyataan Eko Budihardjo yang menyatakan seolah-olah SNMPTN belum mampu membuat soal ujian masuk berdasarkan permohonan Dirjen Dikti agar SPMB mengirimkan soal-soal kepada SNMPTN untuk bahan ujian masuk tahun ini.
“Kalau Dirjen Dikti meminta bantuan dari SPMB, bukan berarti SNMPTN itu tidak bisa bikin. Undip memiliki bank soal, begitu juga PTN lainnya,” katanya.
Pernyataan tersebut menyebabkan dirinya kehilangan respek kepada para senior itu. “Kami kehilangan respek pada senior yang dulu kami hormati,” ujar Susilo didampingi Pembantu Rektor IV Dr. Muhammad Nur. (Ant/y)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.