Surya Tour
Print This Post Print This Post

Tambahan Energi dari PLTA Sipansihaporas dan PLTA Renun Belum Mampu Imbangi Permintaan 7-8 Persen/Tahun

Posted in Medan Kita by Redaksi on Mei 17th, 2008

Medan (SIB)
Walaupun PLN dapat tambahan pasokan energi dari PLTA Sipansihaporas 50 MW dan PLTA Renun 2 X 41 MW, namun belum mampu mengimbangi pertumbuhan permintaan 7-8 persen/tahun. Dengan kondisi ini PLN Sumut dinyatakan krisis penyediaan tenaga listrik sesuai Keputusan Menteri Energi dan Daya Sumber Mineral No. 479.12/43/60.2/2005. Hal ini membuat PLN Sumut terpaksa memberlakukan jadwal pemadaman bergilir di Sumut dan Nanggroe Aceh Darussalam secara menyebar.
Demikian penjelasan dari PLN Sumut Drs Marjon Sinaga dalam sosialisasi hemat energi listrik di SMA Methodist 8 Jalan Yos Sudarso Medan, Jumat (16/5). Hadir dalam acara tersebut, Ketua Bakohumas diwakili Kabid Hubungan dan Kelembagaan Badan Informasi dan Komunikasi Provsu Dra Denny Simamora, Kepala Sekolah SMA Methodist 8 Eslon Sidabutar SE SPd dan Kasi Kurikulum Drs H Marasutan MPd mewakili Kadis Pendidikan Kota Medan.
Dia menjelaskan, krisis listrik di Sumut disebabkan belum adanya keseimbangan antara persediaan dengan permintaan serta dipacu pertumbuhan beban yang terus meningkat setiap tahun, yaitu 7-8 persen. Sementara itu, mesin pembangkit PLN belum ada penambahan yang signifikan.
Hal ini dapat dilihat, lanjut dia, dari tahun 1995 kapasitas pembangkit PLN 835 MW sedangkan beban puncak hanya 535 MW. Namun PLN Sumut masih mempunyai cadangan 300 MW, akan tetapi sampai dengan tahun 2006 beban puncak sudah mencapai 1070 MW.
Dia mengakui, bahwa energi listrik merupakan kebutuhan primer yang dapat mendorong perekonomian masyarakat. Namun ketersediaan energi listrik yang dimiliki PLN saat ini belum memenuhi kebutuhan masyarakat secara maksimal.
“Dari keseluruhan mesin pembangkit listrik PLN yang ada, yang dihasilkan rata-rata hanya 1045 MW, sementara itu beban puncak yang terjadi 1200 MW, oleh karenanya setiap hari PLN Sumut mengalami defisit 155 MW. Belum lagi jika ada kerusakan atau PLN melakukan pemeliharaan (maintenance) terhadap salah satu mesin pembangkit sesuai jadwal, maka defisit PLN Sumut bisa mencapai 200 hingga 300 MW,” kata dia.
Menurut dia, sejak tahun 1993 PLN Sumut sudah merencanakan penambahan pembangkit untuk mengantisipasi pertumbuhan beban sampai 10-15 tahun ke depan. Namun karena krisis moneter tahun 1997 sejumlah pembangunan pembangkit listrik ditangguhkan, seperti PLTA Asahan I (180 MW), PLTP Sarulla (330 MW), PLTP Sibayak (10 MW), dan PLTU Sibolga A (200 MW). Dengan ditangguhkannya proyek pembangkit ini maka sistim kelistrikan Sumut tidak mampu mengikuti pertumbuhan yang terjadi “Untuk itu kami menghimbau para siswa kalau di rumah agar hemat menggunakan listrik,” katanya. (M35/g)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.