Mengingatkan dan Mendesak
Apa yang dilakukan oleh Komisi A DPRDSU secara simultan mengingatkan dan menyampaikan aspirasi masyarakat ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) perihal pemekaran Propinsi Tapanuli dan 6 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara, adalah sebuah upaya untuk menjemput bola. Kita amat menghargai kerja keras yang sudah dibuktikan oleh para wakil rakyat daerah ini. Hal-hal yang seperti itu patut terus dilanjutkan hingga tujuan mulia ini benar-benar terealisasi.
Para anggota DPRD adalah wakil rakyat yang setiap hari bersentuhan dengan rakyat. Dengan demikian ketajaman naluri untuk mendengar aspirasi rakyatnya menjadi hak yang setiap hari terus diuji, termasuk dalam hal aspirasi pemekaran di daerah ini.
Kita paham betul, dari animo yang ada di masyarakat, pemekaran daerah merupakan salah satu kebutuhan yang sifatnya penting dan mendesak. Sebab pemekaran daerah yang kini sebagai salah satu jalan untuk membangun kemandirian daerah, mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan membuka ruang bagi pengembangan potensi daerah. Oleh karena itu, sepanjang pemekaran daerah murni dari aspirasi masyarakat, jangan sampai ada upaya pembangkangan.
Bola pemekaran Propinsi Tapanuli dan 6 Kabupaten/kota, kini sudah berada di Jakarta, tepatnya di Menteri Dalam Negeri. Usulan ini sudah melalui proses di DPR yang jauh sebelum ini sudah mengeluarkan rekomendasi. Maka apa yang dilakukan oleh Komisi A DPRDSU merupakan langkah yang tepat untuk terus mengingatkan dan mendesak mendagri untuk sesegera mungkin merealisasikan langkah-langkah perwujudannya.
Bahkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) juga sudah bulat untuk menetapkan komitmen bahwa pemekaran daerah sebagaimana disebut di atas harus terus jalan. Terkhusus bagi Propinsi Tapanuli, propinsi baru ini telah dipersiapkan menjadi propinsi ke-34 di Indonesia. Sebuah penegasan yang bisa meyakinkan masyarakat bahwa pembentukan Propinsi Tapanuli ketika itu hanya tinggal menunggu waktu.
Di era demokrasi dan kesadaran partisipasi masyarakat dalam pembangunan seperti sekarang ini, kunci utama keberhasilan adalah sejauhmana pemerintah mau menjalin relasi yang kokoh dengan masyarakat. Dengan lain perkataan, aspirasi rakyat jangan sampai ditinggalkan. Jika pemerintah dan masyarakat telah berada di jalur yang sama, saling bersinergi, diyakini akan menjadi energi yang dahsyat dalam memberhasilkan pembangunan.
Pemerintah harus memiliki komitmen yang tegas dan jelas, termasuk perihal pemekaran daerah. Pertimbangan ekonomi, sosial, dan politis sah-sah saja dikedepankan dalam memutuskan setiap kebijakan. Tetapi yang mutlak harus dipikirkan adalah seberapa jauh masyarakat dilibatkan dalam pengambilan kebijakan tersebut.
Apa yang dilakukan oleh Komisi A DPRDSU yang mengingatkan Mendagri merupakan cerminan betapa pentingnya membangun relasi dengan rakyat. Jika masyarakat sudah memiliki tekad yang bulat, maka pemerintah dan lembaga demokrasi lainnya tinggal menjalankannya. Dan inilah yang terjadi sekarang juga.
Pemerintah memang perlu diingatkan supaya tidak lengah untuk mengejawantahkan aspirasi masyarakat. Ketika pemerintah dan DPR bersepakat menjalankan otonomi daerah yang kemudian diikuti dengan pemekaran, maka hak yang sama juga perlu terus direalisasi asal sesuai dengan kepentingan orang banyak.
Sejarah sudah mencatat, sentralisasi kekuasaan yang terpartri dalam kurung waktu yang cukup lama terbukti hanya menguntungkan lingkaran kecil kekuasaan. Lingkaran luas, rakyat kecil, nyaris terpinggirkan. Berkaitan dengan itu, tuntutan reformasi dengan gagasan dan kegerakan untuk membumikan desentralisasi kekuasaan menjadi pilihan yang sangat bermakna.
Kita berterimakasih kepada para wakil rakyat yang terus berjuang bagi kepentingan rakyat. Kiranya perjuangan mereka dicatat rakyat sebagai modal politik untuk Pemilu 2009. Sebab, kita menyakini, dengan semakin dewasanya rakyat dalam berdemokrasi, maka wakil-wakil rakyat yang bakal duduk dikursi parlemen adalah mereka-mereka yang benar-benar berjalan dengan rakyat. Bukan yang arogan. dan pemerintah yang terpilih nantinya pun adalah pemerintah yang dekat dengan rakyat. (*)




Komentar