LIRA Galang Deklarator 1.000 Tokoh Nasional Di di Sumut
Medan (SIB)
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumut mencari sejumlah deklarator yang ada di Sumatera Utara, untuk masuk dalam 1.000 tokoh nasional pada Kebangkitan Nasional II, yang akan digelar di Jakarta pada Perhelatan Akbar “Deklarasi 1.000 tokoh Nasional†yang dipelopori LIRA.
“Lumbung Informasi Rakyat sedang menggalang dari sejumlah daerah di Sumut, untuk menjadi deklarator Kebangkitan Nasional kedua dan memberikan kesempatan bagi para deklarator 1.000 tokoh nasional,mendatangi DPW LIRA-Sumut di Jalan Bukit Barisan Medan†kata Gubernur LIRA-Sumut Drs H Halomoan Sitompul MM didampingi Kepala Badan Infokom LIRA-Sumut Condrad A Naibaho SE di Medan, Jumat (16/5). Menurut Gubernur LIRA, pihaknya telah melakukan beberapa tahapan untuk memilih sejumlah tokoh yang ada di Sumut, yang ikut dalam pendeklarasian 1.000 tokoh nasional. Namun hingga saat masih terbuka bagi masyarakat di Sumut untuk ikut mendeklarasikan Kebangkitan Nasional jilid kedua. “Kita tetap masih membuka peluang, walau acara akbar akan digelar Minggu (18/5) di Silang Monas Jakarta Pusat,†tambahnya.
Halomoan Sitompul, salah satu pendiri LIRA mengakui, perlehatan akbar deklarasi 1.000 tokoh nasional pada Kebangkitan Nasional jilid kedua itu, bertepatan dengan 100 tahun atau satu abad Kebangkitan Nasional.
Seluruh pengurus LIRA dari 33 DPW di seluruh Indonesia akan menghadiri acara tersebut. Dan sejumlah pejabat tinggi negara, sejumlah tokoh nasional, mulai dari tingkat Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif dari seluruh Indonesia akan hadir pada acara tersebut.
“Sejak tahun 1908, kini tepat satu abad Kebangkitan Nasional Indonesia. Ini adalah momentum untuk membangkitkan semangat kebersamaan dalam keberagaman mengisi pembangunan. Mari kita bersatu untuk bangkit, bangkit untuk bersatu, untuk Indonesia,†tegas Sitompul.
Gong Kebangkitan Nasional
Pada acara itu juga akan dideklarasikan Gong Kebangkitan Nasional II dengan menyampaikan ikrar untuk mempertahankan persatuan, kesatuan serta rasa nasionalisme bangsa dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan Pancasila sebagai dasar Negara dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusi dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.
Mengembalikan kemandirian, kewibawaan dan jatidiri bangsa dengan terus konsisten memperjuangkan terwujudnya pemerintahan yang bersih, berwibawa dan transparan demi tegaknya NKRI, yang bermartabat dalam mencapai cita-cita bangsa, serta sejajar dengan bangsa-bangsa lain. (M15/g)




Komentar