Mayat Terpotong-potong Tanpa Kepala Bocah Korban Sodomi
Jakarta (SIB)
Mayat dengan tubuh terpotong-potong tanpa kepala yang ditemukan di Pulogadung, Jakarta Timur, diduga korban sodomi. Mayat yang diduga masih bocah itu tewas setelah lehernya dipotong.
Demikian hasil otopsi yang disampaikan dokter forensik RSCM, Herkutanto di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (15/5). Otopsi itu dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.
Herkutanto memaparkan korban mutilasi diperkirakan berusia 10-15 tahun. Tinggi badan 92 cm yang dihitung dari bahu hingga kaki. Golongan darahnya A.
“Korban meninggal akibat dipotong lehernya. Setelah itu baru dipotong bagian lain yakni lutut kiri dan kanan, bagian perut dan pinggang,” kata Herkutanto.
Menurut dia, pelaku diduga menggunakan senjata tajam yang besar, sejenis golok untuk memotong karena bekas potongan rapih, tidak tersayat kecil-kecil.
Herkutanto mengatakan, korban memiliki tanda-tanda luka lecet pada tubuh. Anus korban sudah membesar dan berbentuk corong.
“Ini indikasi sodomi. Kemungkinan korban meninggal 6 jam sebelum saya periksa,” ujarnya.
Ciri-ciri khusus pada korban, lanjut dia, ada luka kecil di alat kelamin dan korban sudah disunat. Tanda-tanda lainnya, ada luka kecil di tungkai kaki kanan. “Kami belum bisa mengidentifikasi karena kepalanya tidak ada,” kata Herkutanto.
Bukan Reza
Acep (39) kini bisa bernafas lega setelah memastikan korban mutilasi itu bukanlah putranya, Reza Ceptiawan (10), yang telah pergi sejak Kamis 8 Mai lalu.
“Alhamdulillah saya bisa cerita ke istri saya itu bukan anak saya. Kami terus mencari karena dia belum pulang,” kata Acep.
“Tadi saya sudah ditunjukin sama dokter. Tandanya beda sama anak saya. Kulitnya juga beda. Kalau anak saya agak keling, ini lebih putih sedikit,” lanjut Acep sambil tersenyum lebar meninggalkan RSCM.
Korban mutilasi itu dikemas dalam kardus ditemukan oleh seorang kondektur bus bernama Iyan Situmorang pada pukul 05.00 WIB di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. (detikcom/k)




Komentar