Mahasiswa Unjuk Rasa di Kisaran,Tolak Kenaikan BBM
Kisaran (SIB)
Mahasiswa dari berbagai pergurun tinggi swasta dan akademi unjuk rasa long march sembari memberikan selebaran kertas kepada masyarakat yang melintasi tugu bundaran Jalan Imam Bonjol Kisaran, menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM, Kamis (15/5).
Mahasiswa Al-Wasliyah (Himmah) Kabupaten Asahan - Batubara melalui juru bicara Darma Putra HS menegaskan bahwa mereka bukan menentang materi kebijakan pemerintah tetapi mereka hanya memberitahukan kepada pemerintah bahwa menaikkan harga BBM dan mencabut subsidinya belum waktunya karena perekonomian masyarakat masih morat marit.
Darma Putra HS kepada sejumlah wartawan mengatakan, bila harga BBM dinaikkan dipastikan harga berbagai kebutuhan dimulai dari garam sampai yang lainnya dipastikan naik.
Sementara itu dari Senat Mahasiswa Institut (SMI) Institut Agama Islam Daar Al-Ulum Asahan - Kisaran menegaskan bahwa kebijakan pemerintah untuk menaikkan BBM harus dipertanyakan. “Seolah-olah pemerintah kita sudah kehabisan akal, tidak tahu lagi cara lain untuk mendapatkan dana bagi kebutuhan APBNâ€, ungkap Koordinator Lapangan Aditia Prahmana.
Apalagi disadari bahwa ancaman bahaya kenaikan BBM itu di antaranya adalah PHK, kemiskinan, kejahatan sosial dan kenaikan harga barang dan jasa yang mencekik leher, sehingga akan membengkakkan biaya kehidupan sehari-hari.
Untuk itu SMI Daar Al-Ulum Kisaran menyampaikan sikap, menolak kenaikan harga BBM karena akan menambah kesengsaraan rakyat, menolak cara-cara kapitalis dalam pengaturan ekonomi Indonesia dan mendesak Pemkab Asahan untuk tidak membudidayakan korupsi berjama’ah, sebab hal itu dapat menghambat pembangunan serta menyengsarakan rakyat Asahan.
Usai berorasi di budaran tugu perjuangan, mahasiswa mendatangi kantor Bupati Asahan dengan maksud yang sama. Mahasiswa diterima Bupati Asahan yang diwakili asisten I Drs Zulkarnaen, pemerintah akan menyampaikan aspirasi mahasiswa ke pemerintah pusat ujar Zulkarnaen. (S13/S12/S24/k)




Komentar