Surya Tour
Print This Post Print This Post

Korban Gempa Cina Jadi 40 Ribu Orang

Posted in Luar Negeri by Redaksi on Mei 16th, 2008

Dujiangyan (SIB)
Korban gempa di Cina menembus 40 ribu orang termasuk yang tewas, terkubur puing dan hilang. Bantuan melalui udara terus dikirimkan pada kota yang terputus aksesnya. Menurut Wakil Gubernur Provinsi Sichuan Li Chengyun, data sementara menunjukkan lebih 19.500 orang tewas seperti dilansir dari AFP, Kamis (15/5).
Kabinet Cina mengatakan jumlah korban tewas dapat menembus angka 50.000 jiwa di propinsi Sinchuan saja, propinsi yang paling parah terhantam gempa Senin lalu. Sejauh ini sekitar 26 ribu dilaporkan masih terkubur hidup-hidup dalam puing-puing bangunan. Sementara menurut kantor berita resmi Cina, Xinhua, pada Kamis dini hari mengatakan 30 ribu orang hilang atau tidak berhasil ditemukan di Kota Shifang dekat episentrum gempa. Sementara data yang tewas lebih dari 2.500 jiwa. Beberapa pesawat dan helikopter mengirimkan bantuan lewat udara. 100 Tentara terjun dengan parasut menjangkau daerah gempa yang terputus aksesnya. Tim SAR di Provinsi Sichuan masih berjuang menyelamatkan korban yang masih hidup dan mengangkat jenazah dari puing-puing bangunan.
Intensifkan Pertolongan
Banyaknya korban yang tewas akibat gempa membuat Pemerintah Cina sedikit kewalahan. Untuk itu, Beijing meminta bantuan masyarakat dengan meminjamkan peralatan guna mencari korban selamat. Seperti dilaporkan Xinhua dan dilansir Associated Press, Kamis, Kementerian Industri dan Informasi meminta warga Cina meminjam peralatan mereka mulai dari martil, sekop dan peralatan-peralatan penghancur. Stasiun televisi lokal menayangkan banyak tim penyelamat terpaksa menggali atau membongkar reruntuhan dengan tangan kosong guna mencari korban selamat.
Cina pun mengintensifkan upaya penyelamatan dengan memerintahkan pengiriman tambahan helikopter untuk mengirim bantuan ke wilayah-wilayah di Provinsi Sichuan, wilayah yang paling parah terkena gempa. Rencana Kementerian Pertahanan mengerahkan 101 helikopter menunjukkan kecemasan akan naiknya jumlah korban tewas yang telah mencapai 19.500 kecuali bantuan sesegera mungkin tiba. Beijing sebelumnya telah mengerahkan sejumlah helikopter untuk mengirim tentara dan bantuan ke wilayah pusat gempa.
Xinhua melaporkan 500 personil Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) membawa obat-obatan dan makanan dalam usaha mencapai kembali kota itu. Hampir 26.000 orang masih terperangkap di bawah reruntuhan gedung. Gempa itu juga menyebabkan banjir sehingga terhalangnya regu penyelamat ke wilayah-wilayah yang terkena gempa. PM Cina Wen Jiabao mengatakan sekitar 100 ribu personel militer dan polisi telah dikerahkan menangani bencana gempa 7,8 SR yang terjadi pada Senin 12 Mei 2008. “Waktu adalah hidup,” kata Jiabao menyemangati para anggota SAR.
Dekat Shifang, di mana sebuah pabrik kimia hancur, tentara terlihat memakamkan ratusan mayat. Kantor berita resmi Cina itu juga melaporkan 90 helikopter PLA berhasil mendekati pusat gempa di Kab. Wenchuan dan wilayah lainnya, dengan membawa 33.3 ton makanan, obat-obatan dan tenda serta mengungsikan 156 orang yang cidera.
Komando Area Militer Chengdu berencana mengirim 50.000 paket makanan dan 5.000 pakaian di wilayah gempa di Beichuan dan Wenchuan. Pemerintah pusat menyatakan telah menganggarkan 1.11 miliar yuan untuk penanganan bencana. Sedangkan bantuan dari publik, baik dalam bentuk uang tunai dan benda, telah mencapai 877 juta yuan. Bantuan itu akan bertambah dengan rencana bintang bola basket Yao Ming menyumbang 2 juta yuan.
Terima Tawaran Jepang
Setelah berhari-hari menolak kedatangan pekerja bantuan asing, Cina akhirnya menerima tawaran yang diajukan Jepang untuk mengirim tim SAR, ungkap jubir Kemenlu Qin Gang. Namun pengumuman yang dialamatkan di situs kementerian seperti dilaporkan AP itu tidak menyebutkan apakan tim bantuan asing lainnya juga diijinkan.
Pemerintah Tokyo sebelumnya setuju mengirim tim SAR untuk membantu negara tetangganya itu yang baru saja diguncang gempa. Jepang akan mengirim sekitar 50 anggota tim SAR dan petugas medis setelah Cina secara resmi mengajukan permintaan, jelas pejabat di Kementerian Luar Negeri Jepang Masahiko Mitsumoto.
Tim itu termasuk petugas pemadam kebakaran, tim SAR dari Badan Penanganan Bencana dan Kebakaran, dokter, perawat dan pejabat dari Badan Polisi Nasional, Penjaga Pantai dan Kemenlu, ungkap Mitsumoto said. Selain mengirim tim SAR, pemerintah Jepang juga akan memberikan bantuan senilai 500 juta yen dalam bentuk pinjaman darurat dan pasokan bantuan berupa selimut dan tenda.
Dari Taiwan, Cina juga telah menerima bantuan 40 ton bahan bantuan berupa tenda dan suplai obat-obatan. Taiwan juga telah menyumbangkan uang sejak gempa mengguncang Senin lalu. Pada Rabu, Taiwan menawarkan bantuan 25,8 juta dolar AS dalam bentuk bantuan. Masyarakat Palang Merah Taiwan dan Cina juga telah sepakat bagi pengiriman 20 tim bantuan darurat kepulauan iyu ke Cina. Tim tersebut termasuk Tim SAR, dokter dan perawat serta akan berangkat pada hari ini, Jumat (16/5).
Sebelumnya, Cina menolak tim ahli SAR dan anjing-anjing pelacak yang ditawarkan internasional untuk membantu upaya pencarian korban pascagempa di negeri itu, meskipun bersedia menerima bantuan dana dan barang-barang kebutuhan dari negara asing.
Cina dengan sopan telah menolak tim SAR Australia. Para ahli SAR dari Korea Selatan juga ditolak. Padahal Cina harus berlomba dengan waktu untuk menemukan korban yang kemungkinan masih hidup meski tertimbun puing-puing. “Kami diberitahu kalau Cina tidak bisa menerima tim penyelamat saat ini dikarenakan buruknya kondisi sistem transportasi, kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis.
Padahal Australia telah menyiapkan timnya untuk dikirimkan ke daerah bencana. Namun Australia diberitahu kalau sistem trasportasi di Sichuan hancur parah sehingga tidak mungkin bagi mereka mencapai lokasi. Tawaran Korea Selatan (Korsel) juga ditolak. Negeri itu telah menawarkan 42 petugas penyelamat dan lebih dari 20 staf medis. Namun Cina bersedia menerima sumbangan dana sebesar US$ 1 juta dari Korsel. Cina juga telah menerima bantuan dari Prancis berupa tenda, selimut dan kebutuhan medis senilai sekitar 250 ribu euro. (Detikcom/AP/WH/JL/v)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.