stmiksmxii
Print This Post Print This Post

Harian SIB Telah 38 Tahun Diberkati dan Dipakai Tuhan Menyuarakan Kebenaran

Posted in Berita Utama by Redaksi on Mei 16th, 2008

Medan (SIB)
Pdt Agus Anen STh mengatakan, Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) telah 38 tahun diberkati Tuhan dan dipakai Tuhan untuk menyuarakan kebenaran untuk Indonesia, khususnya di Sumut dan kota Medan.
Hal itu dikatakan Agus Anen pada khotbah syukuran HUT 38 tahun Harian SIB di aula lantai 3 Kantor SIB Jl Brigjen Katamso Medan, Sabtu (10/5). Perayaan berlangsung meriah ditandai pemotongan kue tart, makan bersama serta acara hiburan.
Pada acara yang berbahagia ini, Pak GM telah membagi-bagikan sendiri kue ulang tahun SIB kepada setiap karyawan SIB dan Percetakan yang jumlahnya ratusan orang. Demikian juga kepada keluarganya, mulai dari isteri, putra-putri, menantu dan cucu-cucu.
Hadir pada acara ini Pemimpin Umum Hr SIB DR GM Panggabean, Wakil I Pemimpin Umum Ramlah Hutagalung, Ketua Dewan Redaksi Ir GM Chandra Panggabean, Pemimpin Usaha Netty Vera Megawati Panggabean, Penanggung Jawab Tuty Farida Rotua Panggabean SE, Manager Iklan Marulam Panggabean SE, Redaksi, Wartawan dan pegawai SIB.
Sebelumnya menyampaikan khotbah lebih jauh Pdt Agus memperkenalkan dirinya secara singkat. Agus mengatakan nama kecilnya Muhammad Agus Anes, lahir di Banjarnegara, anak nomor dua dari 3 bersaudara yang semua lelaki, dilahirkan dari keluarga yang sampai hari ini belum semua percaya Tuhan Yesus. Ayah ibu saya masih mengelola pesantren di Banjarnegara, Jawa Tengah. Saya kini bertugas di Gereja Penyebaran Injil di Medan, beristerikan boru Sinurat asal Samosir, katanya.
Dikatakannya, selama 38 tahun koran SIB telah memberi berkat bagi masyarakat Sumut.
Pdt Agus mengatakan, gereja sekarang ini dimana-mana mengalami intimidasi. Tapi saya percaya, iman Kristen tidak pernah tertekan dan terintimidasi. Alkitab berkata, ketika kebenaran Firman Tuhan disampaikan banyak orang yang datang berbondong-bondong untuk menyembah Tuhan Yesus Kristus.
Melalui acara syukuran ini, tujuan kita hanya satu, yaitu menyuarakan kebenaran. Saudara, ada kebenaran secara kebangsaan, ada kebenaran secara alkitabiah semua itu harus kita tegakkan di tengah-tengah masyarakat kita. Kebenaran harus ditinggikan, tandasnya.
Hal itu katanya sesuai dengan thema : Sekarang ya Allah kami, kami bersyukur kepadaMu dan memuji namaMu yang Agung itu. Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku sehingga kami mampu memberi persembahan sukarela seperti ini. Sebab daripadaMu lah segala-galanya dan dari tanganMu lah persembahan yang kami berikan kepadaMu. (1 Tawarikh 29:13-14).
Mungkin kita pernah berkata, sadar atau tidak sadar. Tuhan sebenarnya aku ini nggak ada apa-apanya dan siapakah aku ini? Seperti Raja Daud yang terhormat pernah bermazmur “Siapakah aku ini ya Tuhan”.
Kalau dikaitkan dengan negeri ini, kita bisa bertanya siapakah negeri ini siapakah bangsa kami ini? Segala sesuatu yang aku persembahkan datangnya dari Tuhan. Saya percaya negeri ini, Sumut dan Medan khususnya adalah kota yang dipilih Tuhan. Mungkin Pak GM Panggabean juga pernah berkata, “Siapakah aku Tuhan, maka Tuhan memilih aku?”
Pada kesempatan hari ini, kebenaran harus kita tinggikan. Kebenaran harus kita kedepankan. Saya pernah berkata bahwa Sinar Indonesia Baru adalah panggilan Tuhan untuk menyuarakan kebenaran. Seperti Rasul Paulus pernah berkata, aku seperti suratan-suratan yang terbuka. “SIB setiap hari dibaca semua lapisan masyarakat, saya percaya koran SIB akan menjadi partner kerja Tuhan untuk menyuarakan kebenaran”, ucap Pdt Agus.
Keselamatan ada dua hal, yaitu ada keselamatan yang berhubungan dengan Surga, tapi ada juga keselamatan yang berhubungan dengan bangsa dan negara. Kebenaran juga ada dua yaitu kebenaran berdasarkan alkitabiah dan kebenaran yang berdasarkan hukum.
Jadi Pendeta mengingatkan, jangan seorangpun pernah berkata, kalau bukan karena aku pasti tidak ada apa-apa. Sebaiknya kita berkata, aku ini bukan apa-apa, siapakah aku ini Tuhan. “Ketika orang berkata demikian maka saya dan saudara akan diberkati Tuhan termasuk bangsa dan kota ini, serta harian SIB juga diberkati Tuhan”, ujarnya.
Pendeta kembali mengingatkan sesuai Alkitab, setiap orang yang memberkati akan diberkati dan setiap orang yang mengutuk orang lain akan dikutuk. “Karenanya, bapak ibu jangan takut untuk memberkati karena pasti bapak ibu akan diberkati Tuhan”, ujarnya.
Kita turut prihatin, karena bangsa ini hampir-hampir tertekan dari berbagai sisi. Tapi saya percaya kita bisa membangun sinergi dan kekuatan supaya kita siap memberkati bangsa ini. Bukan kemenangan yang kita tonjolkan tapi doa.
Bagaimana kita membangun kebersamaan itu. Dalam injil Matius 29;39 disebutkan….dan hukum yang kedua yang sama dengan itu adalah kasih sesama manusia seperti dirimu sendiri. Maka membangun kebersamaan itu harus didasari dengan kasih.
Khusus menyinggung profesi wartawan yang belakangan ini banyak ditakuti masyarakat, pendeta mengingatkan agar wartawan bisa membangun imej bahwa wartawan itu adalah sahabat rakyat dan bangsa, bukan musuh sehingga wartawan mudah mendapatkan informasi untuk membangun bangsa ini.
Menurutnya ada musuh kebersamaan. Dalam injil Jakobus 3:16 disebutkan, sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Musuh kebersamaan itu adalah mementingkan diri sendiri. “Orang Batak pun masih ada sifat hosom-teal-elat-late (hotel). Ini harus ditinggalkan. Kalau masih ada itu, kita tidak akan mungkin menyuarakan kebenaran”, tegasnya.
Saatnya koran Sinar Indonesia Baru harus betul-betul sesuai dengan namanya akan berdampak memperbaharui Indonesia. “Saudara-saudara, tempat ini bukanlah hanya untuk mencari makan, tapi sadar atau tidak sadar kita dipakai Tuhan untuk menyuarakan kebenaran dari Tuhan, jangan hanya mencari keuntungan”, katanya.
Menurut dia, gereja juga harus membangun kebersamaan. Karena dalam Alkitab gereja itu semua sama di mata Tuhan apakah itu gereja Toba, Karo, Simalungun, Jawa, Karismatik dan lain.
Orang Kristen sangat dekat dengan Tuhan karena dia anak Tuhan. Makanya satu-satunya orang yang paling berbahagia adalah orang Kristen karena anak-anak Tuhan. “Setiap berdoa kepada Allah, orang Kristen memanggil Bapak kami yang di surga. Tuhan itu dipanggil bapak berarti kita adalah anak-anak Tuhan”, ujarnya.
Kepada semua karyawan SIB dinasehatkan Pendeta Agus Anen STh, agar sebelum memulai pekerjaan lebih dulu berdoa. Yang didoakan, pertama pemilik perusahaan SIB ini, kedua tempat kita bekerja di sini, ketiga kota Medan dan negara kita Indonesia di mana kita bermukim.
Kebaktian pada acara HUT ini dipimpin oleh Wartawan SIB Jhon Prince Manalu SPd sedang hiburan diisi artis Juni Marpaung dan Marusaha br Panjaitan (karyawati SIB) serta wartawan-wartawan SIB yang umumnya pandai-pandai bernyanyi.
Doa secara Islam dipanjatkan Redaktur SIB Yogie Suanda SPd dan secara Kristen oleh Redaktur Senior Manapar Manullang. Acara HUT ini didahului dengan mendengar pengarahan dari Pak GM sebagai bekal untuk melanjutkan perjuangan. (Tim/c)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.