Hotel GM
Print This Post Print This Post

Harga Aneka Kebutuhan di Kota Medan Masih Tinggi

Posted in Ekonomi & Keuangan by Redaksi on Mei 16th, 2008

Medan (SIB)
Hasil pengamatan SIB, di beberapa pasar di Kota Medan, harga aneka kebutuhan pokok masih relatif tinggi.
Aneka kebutuhan pokok yang harganya jualnya masih relatif tinggi seperti gula putih di kisaran Rp 8.500 per kg , minyak goreng curah mencapai Rp 11.500 per kg. Demikian juga harga beras naik rata-rata Rp 500 per kg.
Tingginya harga aneka kebutuhan tersebut menyebabkan kalangan ibu rumah tangga dan pengusaha rumah makan, pedagang warung kopi dan lainnya kembali menjerit karena harus mengeluarkan biaya tambahan yang cukup besar.
Menurut Erna, tingginya harga kebutuhan saat ini dirasakan sangat membebani masyarakat karena penghasilan masyarakat tidak mengalami kenaikan. Masyarakat akan semakin menjerit apabila pemerintah memberlakukan secara resmi kenaikan harga BBM, karena kenaikan itu akan diikuti dengan adanya kenaikan kembali harga-harga kebutuhan yang lainnya.
Harga -harga kebutuhan lain yang masih tinggi seperti kacang hijau mencapai Rp 10.000 per kg, kacang tanah dari Rp 7.500 per kg naik menjadi Rp 10.000 per kg, tepung terigu mencapai Rp 8.500-Rp 10.000 per kg.
Kenaikan harga juga terjadi untuk jenis bawang merah dari sebelumnya hanya mencapai Rp 10.000 per kg, kini menjadi Rp 16.000 per kg, harga cabe masih di kisaran Rp 20.000-Rp 22.000 per kg, bawang putih Rp 8.000-Rp 10.000 per kg, tomat dari Rp 4.000 menjadi Rp 6.000 per kg. Wortel Rp 4.000-Rp 5.000 per kg, kentang Rp 4.000-Rp 5.000 per kg dan lainnya.
Demikian juga untuk harga aneka jenis ikan segar seperti dencis mencapai Rp 18.000 per kg, gembung kuring Rp 19.000 per kg, ikan tongkol Rp 17.000 per kg, ikan merah Rp 13.000 per kg, ikan selar Rp 14.000 per kg dan lainnya. Harga daging potong masih tinggi di kisaran Rp 55.000-Rp 60.000 per kg, daging ayam potong Rp 17.000-Rp 19.000 per kg. Telur ayam Rp 700-Rp 800 per butir, telur puyuh Rp 230 per butir.
Dengan masih tingginya harga aneka kebutuhan tersebut akan semakin menyulitkan pedagang sendiri, karena mau tidak mau, para pedagang harus menaikkan harga jual akibat harga beli para pedagang di tingkat distributor maupun dari agen juga naik. Sehingga kenaikan harga tersebut mempengaruhi penurunan omset pedagang itu sendiri. Karena para pedagang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli aneka barang dagangannya. (M21/d)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.