unita
Print This Post Print This Post

Bocah Lelaki Korban Mutilasi Kelima

Posted in Kriminal by Redaksi on Mei 16th, 2008

Jakarta (SIB)
Jenazah seorang anak lelaki ditemukan dalam keadaan terpotong-potong di dalam terminal bus dalam Kota Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (15/5). Modus pembunuhan disertai mutilasi ini merupakan kasus mutilasi kelima yang terjadi di wilayah Jabodetabek selama 2008 dan sampai kini belum terungkap pelakunya.
Menurut kriminolog Universitas Indonesia Prof Dr Adrianus Meliala pelaku kemungkinan besar satu orang. Langkah itu dilakukan pelaku untuk menghilangkan jejak. “Saya duga kasus ini muncul juga pengaruh pemberitaan media,” ujarnya.
Saat ditemukan, tubuh korban telah dimutilasi menjadi lima bagian. Kedua kaki hingga lutut, serta potongan tubuh dari dada ke pinggang korban yang ketika ditemukan tak mengenakan selembar kain pun, ditumpuk menjadi satu di dalam kantung plastik warna hitam kemudian dimasukkan ke dalam kardus minuman mineral. Bagian kepala korban hingga kini belum ditemukan. Jenazah bocah yang diperkirakan berusia 10 tahun itu pertama kali ditemukan oleh Sartiah (43) kondektur Patas AC 51 jurusan Kalideres-Pulogadung. ketika itu, sekitar pukul 05.00 WIB, Sartiah melihat sebuah kardus minuman mineral berada di belakang mobil bus Kowan Bisata 512 jurusan Pulogadung-Lebak Bulus bernomor polisi B7259 NL.
Sartiah kemudian memeriksa kardus itu untuk mengetahui isinya. Ketika membuka kardus itu, dia melihat isinya yang ternyata adalah potongan tubuh manusia.
Sartiah segera melaporkan temuan ini ke petugas Dinas Perhubungan Jakarta dan Pos Polisi stempat yang kemudian meneruskan laporan tersebut ke Polsek Metro Pulogadung dan Polres Metro Jakarta Timur.
Petugas Polsek Metro Pulogadung dan Polres Metro Jakarta Selatan yang datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil oleh TKP, petugas memperkirakan korban tewas baru beberapa jam sebelumnya. Hal tersebut diperkuat dengan kondisi darah korban yang masih terlihat segar.
Sampai saat ini, identitas korban belum bisa diketahui, terutama karena bagian kepala tak ditemukan di sekitar lokasi. Terlebih, para sopir, kondektur ataupun pedagang sekitar mengaku tak mengetahui persis siapa pelaku dan kapan kardus tersebut diletakkan di lokasi itu. Polisi hanya menemukan ciri khusus korban yang mempunyai tanda bekas luka seperti terkena knalpot di betis kanannya.
Penemuan jenazah bocah yang diperkirakan anak jalanan itu telah membuat heboh masyarakat yang ada di Terminal Pulogadung. Polisi terpaksa mengamankan sekitar lokasi untuk membatasi warga sekitar yang berkerumun.
Oleh polisi, jenazah korban kejahatan ini segera dibawa ke RSCM untuk diotopsi dan pemeriksaan lebih jauh.
Polisi menduga pelaku adalah mengidap pedofil dengan tindakan kekerasan seksual sesma jenis sebelum akhirnya membunuh korbannya. Kepala satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Polisi (Kompol) Royke membenarkan adanya kasus ini.
“Benar bahwa kepala korban belum ditemukan di sekitar lokasi. kami masih mengembangkan kasus ini,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon genggamnya.
Berdasarkan catatan pers sejak tahun 2007, kasus pedofil telah beberapa kali terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Kasus terbaru terjadi beberapa bulan lalu di wilayah Cakung, Jakarta Timur. Hingga kini, bocah malang yang tubuhnya terbelah dua akibat dimutilasi pelaku, belum diketahui identitasnya. petugas juga belum mendapat titik terang lain terkait kasus ini.
Sebelumnya, kasus pedofil yang memakan korban anak jalanan juga terjadi di wilayah Kelapa Gading Jakarta Utara. Dalam kasus itu, korban yang diketahui disodomi terlebih dahulu sebelum akhirnya dibunuh dan di buang di sekitar jalan pengangsaan korban dengan posisi tubuh yang ditekuk di dalam kardus. (SH/g)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.