Pengadilan Malaysia Tolak Bebaskan 5 Aktivis Etnis India
Kuala Lumpur (SIB)
Pengadilan Malaysia menolak membebaskan lima aktivis etnis India yang ditahan tanpa lebih dulu diadili berdasarkan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri (ISA), meski protes jalanan menuntut pembebasan mereka.
Pengadilan Federal menolak permintaan lima pemimpin Hindu Rights Action Force (Hindraf) yang meminta mereka dibebaskan dari ISA. Kelima aktivis etnis India itu ditahan Desember lalu setelah memimpin sekitar 20.000 etnis India dalam protes atas dugaan tindakan diskriminasi oleh pemerintah Malaysia yang didominasi Muslim-Melayu.
Pengacara terdakwa mengklaim penahanan kliennya itu ilegal karena tidak melalui penyelidikan yang pantas. “Kami sangat kecewa karena kurangnya alasan yang diberikan Pengadilan Federal,†jelas pengacara terdakwa, Gobind Singh Deo kepada Associated Press, Rabu (14/5).
Kordinator Hindraf S. Jayathas mengecam keputusan Pengadilan Federal dan berjanji akan menggelar demo yang meminta rekan-rekannya dibebaskan. “Sangat mengecewakan. Kami yakin keputusan itu bermotif politik. Kami akan menggelar protes damai menuntut pembebasan mereka,†jelasnya.
Ketidakpuasan etnis India terhadap koalisi Barisan Nasional berdampak kekalahan koalisi berkuasa mempertahankan dua pertiga suara mayoritas pada pemilu parlemen Maret lalu. Etnis India berjumlah sekitar 8 persen dari 27 juta jiwa penduduk Malaysia, sementara etnis Cina mencapai 25 persen. (AP/WH/e)




Komentar