Hillary Bungkam Obama di West Virginia, Bertekad Tak Akan Menyerah
West Virginia (SIB)
Hillary Clinton mengalahkan Barack Obama dalam pemilihan lanjutan tingkat Partai Demokrat di West Virginia. Namun kemenangan ini tidak akan mengguncang pertahanan lawannya secara matematis. Hillary meraih 65 persen suara sedangkan Obama hanya mendapat 27 persen suara. Penghitungan suara sejauh ini telah mencapai 58 persen. Demikian dikutip dari AFP, Rabu (14/5).
Kemenangan Hillary di West Virginia memang sudah diperkirakan banyak kalangan. Sebab di negara bagian tersebut, para pemilih Demokrat didominasi oleh warga kulit putih, para lanjut usia dan kalangan pekerja. Ketiga unsur masyarakat tersebut selama ini merupakan pendukung terbesar Hillary.
Exit pool yang digelar CNN menunjukkan, isu yang paling laku di West Virginia adalah soal ekonomi. Hal itu ditunjukkan 64 persen yang sepakat soal itu. Sedangkan isu Irak menduduki isu laku nomor dua dengan 19 persen.
Total pengumpulan angka super delegate Obama sudah mencapai 1.874. Sedangkan Hillary 1.698. Angka kemenangan yang harus dicapai adalah 2.025. Polling ABC News dan Washington Post menunjukkan hampir dua per tiga kalangan Demokrat menginginkan Hillary tetap berada dalam kontes tersebut.
Menang telak di West Virginia, Hillary Clinton kian bersemangat. Padahal kemenangannya itu tak jua berhasil menggeser posisi rivalnya, Barack Obama. Namun Hillary masih tetap bertekad untuk tidak menyerah kendati pemilihan awal tingkat negara bagian hanya tersisa lima kali lagi. Kelima pemilihan awal tersebut adalah di negara bagian Kentucky dan Oregon pada 20 Mei, di Puerto Rico pada 1 Juni, dan di Montana dan South Dakota pada 3 Juni.
“Kalian tak akan pernah menyerah, dan begitu pula saya,” seru Hillary di depan para pendukungnya yang bersorak-sorai menyambut kemenangannya. “Ada sebagian yang ingin menghentikan pertarungan ini secepatnya,” cetus istri mantan Presiden AS Bill Clinton itu seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (14/5). Bahkan menurut Hillary, dengan kemenangan itu dirinya kini kian bertekad untuk melanjutkan kampanye ini.
“Saya ikut persaingan ini karena saya yakin saya adalah calon terkuat, yang akan memimpin partai kita pada November 2008 nanti, dan presiden terkuat yang akan memimpin bangsa kita mulai Januari 2009,†kata Hillary dengah penuh semangat.
Sumbangkan Dana
Berkaitan dengan kemenangan hari Selasa dan tekadnya untuk terus bertarung dalam persaingannya dengan Obama, Hillary —yang tengah mengalami kesulitan keuangan untuk kampanye— meminta para pendukungnya untuk menyumbangkan dana untuk keberlangsungan kampanyenya.
Seakan tidak terpengaruh dengan kekalahannya hari Selasa di West Virginia, Barack Obama —yang makin menunjukkan kepercayaan dirinya untuk meraih pencalonan dalam pemilihan presiden dari Partai Demokrat—tidak terlalu menanggapi kemenangan Hillary. Ia justru terlihat lebih sibuk mengurusi “calon lawannya†nanti, John McCain, dari Partai Republik, dalam pemilihan Presiden AS bulan November mendatang.
Obama, yang pada Selasa berkampanye di Cape Girardeau, negara bagian Missouri, menggambarkan keputusan John McCain untuk mencalonkan diri sebagai kandidat presiden AS tak lain adalah dalam rangka memperpanjang masa jabatan George W. Bush sebagai presiden untuk periode ketiga.
“Ya itulah arti kampanye dia, menawarkan kepada rakyat Amerika Serikat periode empat tahun berikutnya dengan pendekatan yang sama yang telah membuat rakyat Amerika gagal dalam delapan tahun terakhir,†demikian salah satu komentar pedas yang dikeluarkannya tentang McCain. (Detikcom/Ant/e)




Komentar