178 Siswa Tewas Tertimpa Reruntuhan, Ribuan Lainnya Masih Terperangkap
Beijing (SIB)
Helikopter-helikopter militer mulai mengirim makanan dan obat-obatan kepada korban selamat di desa-desa yang hubungannya terputus akibat gempa yang mengguncang Cina. Upaya penyelamatan para korban mengalami kesulitan karena buruknya cuaca. Hujan deras terus melanda sejumlah daerah bencana sejak Senin, 12 Mei lalu. Para petugas penyelamat terpaksa berjalan kaki ke daerah-daerah yang terputus karena jalan rusak dan mencari orang-orang yang selamat di reruntuhan bangunan dengan tangan telanjang.
Para pejabat dari Kementerian Transportasi dan Kementerian Perkeretaapian mengatakan kepada para wartawan bahwa kondisi jalan mempersulit upaya bantuan. “Kami mungkin punya 10 mesin tetapi karena kondisi jalan yang buruk, hanya satu mesin pengeruk yang bisa digunakan, dan kami hanya bisa maju per satu meter,” katanya.
Perdana Menteri Cina Wen Jiabao terbang ke pusat gempa untuk meninjau upaya penyelamatan dan bantuan setelah mengunjungi orang-orang yang selamat di tempat lain yang dilanda gempa. “Situasi bencana ternyata lebih buruk dari yang diperkirakan, dan tempat-tempat yang harus ditolong cukup kompleks,†kata Wen Jiabao sebagaimana diberitakan Xinhua saat mengunjungi satu sekolah di Beichuan yang dua ruang kelas sekolah itu hancur.
“Pemerintah dan partai cemas akan nasib Anda. Derita Anda adalah derita kami,†jelas Wen kepada korban selamat di tenda-tenda yang dibangun Palang Merah sambil memeluk dua gadis kecil. Gempa bumi pada hari Senin adalah gempa terburuk yang melanda Cina sejak lebih dari 240.000 orang meninggal di Tangshan pada tahun 1976.
Sementara jumlah korban jiwa masih simpang siur. Seorang polisi mengatakan jumlah korban tewas mencapai 20.000. Namun Kantor berita Xinhua seperti dilansir Associated Press, Rabu (14/5), melaporkan jumlah resmi korban tewas mencapai 15.000 jiwa dan ribuan lainnya masih terperangkap. Xinhua melaporkan di satu daerah hampir 19 ribu orang terkubur dalam puing-puing bangunan.
Pihak berwenang pada Selasa malam mengumumkan 500 warga Wenchuan tewas, namun jumlah tersebut kemungkinan masih akan bertambah. Militer yang tiba di di dekat pusat gempa di Yingxiu, Wenchuan, menemukan hanya 2.300 orang yang selamat di kota kecamatan berpenduduk 12 ribu jiwa itu.
Banyak warga bisa mendengar jeritan minta tolong dari bawah puing-puing namun tak seorang pun yang bisa menolong. “Mereka bisa mendengar orang-orang di bawah puing-puing minta tolong namun tak ada yang bisa menolong, sebab tidak ada tim penyelamat profesional,” kata pejabat lokal, He Biao.
Xinhua juga melaporkan 178 siswa dari sebuah sekolah di Qingchuan County, Sichuan, dipastikan tewas. Kantor berita resmi Cina itu menyatakan para siswa itu sedang tidur siang saat gedung berlantai tiga itu roboh diguncang gempa. 139 siswa lainnya berhasil menyelamatkan diri dan 23 lainnya masih belum ditemukan.
Sedangkan di Kota Mianyang, sebanyak 18.645 orang terkubur di bawah puing-puing dengan korban tewas naik dari 3.629 menjadi 5.430 jiwa.Di Mianzhu, Sichuan, tim penolong menyebutkan jumlah korban telah bertambah menjadi 3 ribu jiwa. Sekitar 500 orang diselamatkan dari reruntuhan bangunan. Di Dujiangyan, pertengahan antara Chengdu dan episenter gempa, mayat-mayat dijejerkan di jalanan sedangkan penduduk mengumpulkan harta miliknya di depan rumah yang sudah hancur. Sebelas turis yang terjebak selama 24 jam di kereta gantung di kawasan wisata alam Jiuzhaigou, Sichuan, akhirnya bisa diselamatkan.
Kerahkan Tambahan Tentara
Dalam perkembangan lainnya, Cina mengerahkan tambahan personil militer ke provinsi Sichuan, salah satu wilayah yang paling parah terkena gempa. Pengiriman pasukan tambahan itu untuk mempercepat pencarian korban selamat saat waktu terus berjalan bagi ribuan orang yang terperangkap di bawah reruntuhan dan lumpur. Pemerintah mengerahkan 50.000 pasukan ke baratlaut provinsi itu untuk mencari korban selamat saat jumlah korban tewas mencapai 13.000 orang, dan kemungkinan terus bertambah.
Di pinggiran Kota Mianyang, orang-orang mendatangi lapangan yang menampung korban gempa sambil membawa papan bertuliskan nama-nama kerabat mereka dengan harapan bisa memperoleh informasi. Kebanyakan mereka berasal dari daerah pedesaan Beichuan, salah satu wilayah yang paling parah diguncang gempa.
“Mereka tidak mengatakan apapun akan apa yang terjadi pada kami. Ini hanya tempat untuk sementara saja. Saya tidak tahu kapan atau apakah kami bisa pulang,†jelas Hu Luobing, salah seorang warga desa di Beichuan seperti dilansir Reuters, Rabu (14/5).
Gambar-gambar dari Beichuan memperlihatkan wilayah itu hampir keseluruhannya hancur. Korban-korban selamat terlihat duduk bersebelahan dengan korban tewas di daerah terbuka.Sedangkan di lokasi penampungan di Mianyang, sukarelawan setempat membagi-bagikan beras dan air. Pihak berwenang telah memerintahkan mengamankan mengamankan suplai makanan dan menstabilkan harga. Namun beberapa televisi Cina melaporkan harga beras di wilayah yang terkena gempa telah naik. Di Beichuan sendiri diperlukan 50.000 tenda, 200.000 selimut dan 300.000 jaket dan juga air minum serta obat-obatan. “Beichuan baru saja hilang. Tak satupun yang tersisa,†ungkap Li Changqing, seorang salesman di Mianyang.
Doakan Korban Tewas
Di Vatikan, Paus Benediktus XVI mendoakan korban tewas karena gempa bumi yang telah menewaskan ratusan ribu orang di Cina. Paus mengungkapkan kedekatan spiritualnya kepada semua orang dan memohon Tuhan membantu mereka yang terlibat dalam usaha pertolongan.
“Saya mengundang Anda untuk bergabung mendoakan semua orang yang kehilangan orang yang dicintai. Saya mendoakan semoga Tuhan menenangkan mereka yang menderita dan juga mereka yang terlibat dalam pertolongan,†ujar Paus kepada ribuan orang yang berkumpul di Taman Santo Petrus.
Sementara itu, pemerintah Korsel menyatakan akan memberikan bantuan 1 juta dolar AS kepada Cina. Jubir Kemenlu Moon Tae-young menyatakan bantuan itu juga termasuk tenda-tenda dan selimut. Sebelumnya Presiden Korsel Lee Myung-bak telah mengucapkan duka cita kepada rekannya Presiden Cina Hu Jintao. Media pemerintah Korut melaporkan pemimpin Kim Jong Ill juga telah mengucapkan duka cita kepada Beijing. (Detikcom/AP/WH/g)




Komentar