Warga Aceh Demo Depdagri Desak Pembentukan Propinsi ALA & ABAS
Jakarta (SIB)
Sekitar seribuan masyarakat Aceh yang berasal dari 12 kabupaten/kota di NAD, Senin (12/5) menggelar unjuk rasa mendesak Mendagri segera mengeluarkan rekomendasi dan selanjutnya menyetujui pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) dan pemekaran Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS) sebagai pemekaran dari Provinsi NAD. Jika tidak segera disetujui, mereka mengancam akan memboikot Pemilu 2009 dan melumpuhkan (membekukan) pemerintahan di 12 kabupaten/kota yang akan bergabung.
Pengunjuk rasa yang terdiri dari kepala desa, tokoh masyarakat, ulama, tokoh Parpol, mahasiswa, pemuda serta LSM itu mendapat dukungan penuh dari seluruh DPRD di 12 kabupaten/kota yang akan bergabung. Adapun daerah yang akan bergabung dengan Propinsi ALA terdiri dari Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Gayo Lues, Bener Meriah dan Kota Subulussalam. Sedangkan calon Provinsi ABAS terdiri dari Kabupaten Aceh Barat, Aceh Selatan, Simeulue, Aceh Barat Daya, Nagan Raya dan Aceh Jaya.
Selain mendesak Depdagri, mereka juga mendesak DPR-RI khususnya Komisi II segera mengesahkan RUU pembentukan Propinsi ALA dan Propinsi ABAS yang merupakan pemekaran dari dari Provinsi NAD yang kini dipimpin Gubernur NAD Irwandi Yusuf.
Ketua DPRD Aceh Tengah, Syukur Kobath dan Ketua DPRD Bener Mariah Sarkati, menegaskan, seluruh anggota DPRD Aceh Tengah yang saat ini berada di Jakarta dan turut serta mengikuti aksi damai memperjuangkan pemekaran provinsi ALA & ABAS. Ia mengaku tidak akan pulang ke Takengon sampai Pemerintah dan DPR RI sepakat dan mengesahkan RUU ALA dan ABAS menjadi UU (Undang-Undang).
“Kami, seluruh anggota DPRD Aceh Tengah dan Bener Meriah kini berada di Jakarta mengawal pembahasan RUU ALA dan ABAS di Komisi II DPR RI. Kami tidak akan kembali ke Aceh kalau tidak membawa UU kedua calon provinsi tersebut,†kata Syukur Kobath.
Ketua Komite KP3 ABAS Tujut Agam yang memimpin rombongan dari enam Kabupaten di Aceh Barat dan Aceh Selatan menambahkan pihaknya akan terus menagih janji-janji Pemerintah dan DPR selama ini tentang Propinsi ALA dan ABAS. “Kami sudah jenuh dengan janji-janji, saat inilah kesempatan untuk menjadi provinsi,†kata Agam.
Ditambahkan ketua harian harian Komite KP3 ABAS, Rahmat Salam, yang memimpin delegasi pertemuan dengan Depdagri menyatakan, aksi demo akan berlanjut ke Istana Wakil Presiden dan akan kembali ke Depdagri pada hari ini (Selasa-red).
“Kami sangat menyayangkan, Mendagri Mardiyanto tidak berada di tempat. Karena itu, kita akan kembali besok (hari ini-red) untuk langsung menyampaikannya kepada Mendagri,†kata Rahmat yang terlihat kecewa karena hanya diterima oleh Kabid Pengaduan Depdagri M Sinaga.
Dalam aksinya, mereka juga membawa berbagai poster, umbul-umbul dan bendera di antaranya bertulisan, ‘ ALA dan ABAS = Harga Mati’. Para demonstrans yang menginap di Asrama Haji, Bekasi, Jawa Barat itu menggunakan 20 bus. (jos/g)




Komentar