SMS Santet Bagian dari Strategi Teror Mulai Makan Korban di Petamburan
Jakarta (SIB)
Membuat tampilan huruf berwarna merah di layar ponsel bukan hal sulit bagi orang yang mengerti dan memahami teknologi terkait. Si pembuat dan penyebar SMS santet ingin membuat masyarakat tidak percaya diri.
“Ini bagian dari strategi teror untuk membuat masyarakat resah dan tidak punya rasa percaya diri. Karena masyarakat jadi tidak yakin maka jadi tidak produktif,” kata pengamat intelijen Wawan Purwanto dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (12/5).
Menurut dia, ada banyak lini yang bisa memainkan ‘permainan’ ini. Namun dia tidak bisa memastikan apakah pihak intelijen turut bermain dalam pemunculan dan pengelolaan isu tersebut.
“Intel atau bukan, kita tidak bisa menjustifikasi. Juga apakah kelompok yang terorganisir atau hanya orang iseng belaka. Yang jelas, ini sudah menimbulkan teror di masyarakat,” sambung Wawan.
Di tengah masyarakat yang masih percaya pada mistis, juga di kalangan masyarakat yang berpendidikan rendah, SMS santet akan sukses menyebar.
“Jadi mudah untuk menggunakan ini. Tapi mudah juga kok bagi pemerintah untuk meng-counter dan untuk melacak sumber SMS itu. Depkominfo pasti tahu itu,” lanjut Wawan.
Seiring berjalannya waktu, SMS santet tentu tak lagi jadi perbincangan di masyarakat. Isu itu memang tinggal menunggu waktu untuk luntur. Meski demikian, pemerintah tak boleh menunda-nunda untuk mengatakan ketidakbenaran isu tersebut. Sebab kini, masyarakat sudah dibuat resah. Menurut Anda, mengapa sampai ada fenomena ini? Sampaikan di thread khusus pada Forum!
SMS Santet Makan Korban di Petamburan
Benarkah ada metode nyantet lewat SMS (Short Message Service)? Terlepas dari benar tidaknya, Fani, warga Rt 7/8 Petamburan, Tanah Abang Jakarta Pusat mengaku telah merasakannya.
“Awalnya saya tidak percaya. Tapi saya barusan kena,” kata Fani (25) kepada detikcom, Minggu (11/5).
Pada awalnya, nada dering SMS itu berbunyi biasa saja. Dirinya pun tidak curiga. Namun saat Fani membaca isi pesan pendek itu, tubuhnya langsung gemetar hebat. Keringat membasahi sekujur tubuh. Sementara mulutnya meracau tidak karuan.
“Bapak saya (Edi Sujana) yang menyaksikan. Isi SMS nya saya lupa. Yang pasti warnanya merah semua,” tutur Fani.
Saat tengah kesurupan, karyawan salah satu bank swasta tersebut langsung melempar telepon genggamnya jauh-jauh. Selebihnya, ia menjerit-jerit tidak karuan.
“Saya tenangkan Fani. Susah sekali. Saya tunggui sampai dia capek dan tertidur sendiri,” kata Edi Sujana.
Menurut Anda, mengapa sampai ada fenomena ini? Sampaikan di thread khusus pada Forum!
Kondisi Korban SMS Santet Petamburan Sedang Labil
Kondisi Fani (25), warga Petamburan yang mengaku menjadi korban SMS Santet, sedang dalam kondisi labil. Dalam seminggu terakhir, kondisi pria itu tengah banyak masalah.
“Seminggu ini kalau pulang kantor sering mengeluh sakit, capek. Bukan karena pekerjaan. Katanya ada masalah dengan temannya, tapi nggak cerita,” kata sang ayah, Edi Sujana (54) kepada detikcom, Minggu (11/5).
Selama itu pula bapaknya mencari tahu masalah yang dihadapi Fani. Sayangnya, Fani tetap memilih menutup diri.
“Kalau dari kecil dia nggak pernah sampai kesurupan. Kalau sakit panas juga cuma demam biasa, nggak sampai mengigau,” imbuhnya.
Edi memaparkan, saat SMS santet itu menyerang Fani, kondisi Fani dalam kondisi prima secara jasmani. Tapi dia menduga, Fani yang juga nyambi berjualan voucher isi ulang kartu ponsel dirumahnya, dapat terhipnotis isi SMS saat dirinya melamun.
“Mungkin pikirannya lagi kosong. Dia memang sering ngelamun sejak ada masalah seminggu ini,” pungkasnya.
4 Orang Pingsan Setelah Menerima SMS Santet di Sumsel
SMS santet juga heboh di Sumatera Selatan. Di Ogan Komering Olu (OKU) Timur, 4 orang pingsan sesaat setelah membaca pesan singkat tersebut.
Peredaran SMS santet itu diakui Kapolres OKU Timur AKBP Yosi Hariyoso. Menurut dia, isu SMS santet sudah sangat meresahkan warga OKU Timur.
Berdasarkan catatan pihak kepolisian, sudah ada 4 orang yang pingsan sehabis membaca SMS santet tanpa alasan yang jelas. Namun Yosi membantah, korban pingsan karena benar-benar disantet.
“Itu karena mereka tidak dilandasi kekuatan iman, sehingga dihantui perasaan was-was dan takut. Akibatnya mereka yang menerima dan membaca SMS tersebut mentalnya langsung turun dan trauma sehingga tidak sadarkan diri,” ujarnya kepada wartawan di Muaradua, OKU Timur, Minggu (11/5).
Untuk itu Yosi mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik bila menerima SMS semacam itu. SMS tersebut tidak benar dan tidak jelas kebenarannya.
“Masyarakat kita minta untuk tidak panik dan tidak perlu berlebihan menyikapi isu SMS yang jelas tidak benar tersebut,” katanya tanpa mengungkap identitas 4 korban pingsan yang dimaksud. Menurut Anda, mengapa sampai ada fenomena ini? Sampaikan di thread khusus pada Forum!
11 Operator Disurati
SMS Santet Juga Mampir ke Pejabat Depkominfo
Kalau ada nomor telepon berwarna merah masuk ke ponsel jangan diangkat. Itulah salah satu pesan SMS santet yang mampir ke pesan masuk ponsel milik pejabat Depkominfo.
“Saya juga terima ada beberapa SMS yang begitu. Katanya kalau terima telepon dari nomor warna merah bisa membawa petaka, karir tidak sukses. Katanya juga jam sekian ada bom meledak,” tutur Kabag Humas Ditjen Postel Depkominfo Gatot S Dewabroto dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (12/5).
Pernah suatu kali, Gatot menelepon nomor-nomor si pengirim SMS. Ada yang aktif tapi tidak diangkat, dan ada pula yang tidak aktif. “Ada yang mengangkat dan bilang hanya iseng saja,” lanjut dia.
Terkait beredarnya SMS yang meresahkan ini, Depkominfo telah mengirim surat ke 11 operator telepon seluler di Tanah Air. Surat dikirim pada Jumat pekan lalu. Isi suratnya, meminta para operator untuk menyampaikan respons terkait adanya SMS yang menyesatkan tersebut.
“SMS itu kan tidak benar. Operator juga diminta mengoptimalkan call center-nya masing-masing. Soalnya masyarakat mengeluh banyak petugas call center yang mengatakan tidak tahu akan SMS itu,” sambung Gatot. (Detikcom/m)




Komentar