stmiksmxii
Print This Post Print This Post

Ratusan Mahasiswa Tolak BBM Hadang Presiden SBY di Surabaya

Posted in Berita Utama by Redaksi on Mei 13th, 2008

Surabaya (SIB)
Ratusan mahasiswa di Surabaya melakukan penghadangan kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menghadiri perayaan puncak Hari Pendidikan Nasional di Kampus C Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Senin, dengan cara demonstrasi.
Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) tersebut, dimulai sejak pukul 09.30 WIB dengan cara “long march” dari Asrama Haji SUkolilo menuju perempatan Jalan Kertajaya yang merupakan jalan yang dilewati Presiden Yudhoyono menuju kampus C Unair, Jalan Darma Husada.
Para demonstran yang terdiri dari berbagai Perguruan Tinggi di Surabaya itu, membawa sejumlah poster dan spanduk bertuliskan “Tolak Kenaikan Harga BBM”, “Turunkan Harga Sembako” dan sejumlah tulisan lainya.
Koordinator aksi, Faqih Alfian menyatakan bahwa demonstrasi kali ini mendapat respon besar dari kalangan mahasiswa menjelang kenaikkan harga BBM.
“Rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada awal Juni mendatang mengisyaratkan lengkap sudah penderitaan yang dialami rakyat Indonesia,” katanya saat berorasi.
Menurut dia, situasi Indonesia belakangan ini semakin bertambah buruk. Berbagai persoalan serius telah menimpa rakyat Indonesia mulai dari krisis pangan, kenaikan harga sembako, kelangkaan minyak tanah, gizi buruk hingga kenaikan BBM.
Untuk itu, FPR menuntut pemerintahan SBY-JK merealisasikan anggaran pendidikan 20 persen dari APBN, tolak PHK, hapus sistem kerja kontrak, tolak konversi minyak tanah ke elpiji, nasionalisasi aset pertambangan dan air.
Aksi kali sempat terjadi bentrok antara massa dengan aparat kepolisian. Namun hal itu bisa dikondisikan, setelah kedua belah pihak melakukan upaya negosiasi.
AKSI MAHASISWA DI SURABAYA TOLAK KENAIKAN HARGA BBM SEMPAT BENTROK
Ratusan mahasiswa dari aktivis BEM seluruh Indonesia (BEMSI), KAMMI, Front Perjuangan Rakyat (FPR), Kelompok Cipayung Surabaya, Senin, sempat bentrok saat melakukan aksi penolakan kenaikkan harga BBM, terkait kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Peringatan Hardiknas di Kampus C Univeristas Airlangga (Unair) Surabaya.
Bentrok terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, saat kelompok Cipayung datang dari arah barat Jl. Kertajaya, sedang kelompok FPR tampak menerobos barikade aparat kepolisian dengan saling mendorong, sehingga mahasiswa aktivis FPR sempat berlarian, karena terjadi pemukulan saat dihalau aparat.
Sementara Kelompok Cipayung yang terdiri atas PMII, HMI, GMNI, GMKI yang semula berada di tengah jalan, akhirnya dapat dipinggirkan oleh petugas untuk bergabung dengan mahasiswa lainnya.
Petugas mengerahkan lima truk untuk menutup arah Jl. Kertajaya Timur, agar mahasiswa tidak bisa bergerak ke Kampus C Unair.
Dalam aksi itu, mahasiswa dari Kelompok Cipayung Surabaya menyatakan penolakan kenaikan BBM, penurunan harga bahan pokok, mengganti Tim Ekonomi yang ada, mengusir operator Migas asing dan meminta Presiden menuntaskan kasus lumpur Lapindo.
Setelah dihadang dengan truk tersebut, ratusan aktivis BEM Seluruh Indonesia mundur dan membubarkan diri, namun mereka sempat melakukan orasi yang intinya menuntut pemerintah untuk mengembalikan kedaulatan rakyat pada sektor pangan dan energi (BBM), menasionalisaskani aset strategis bangsa dan mewujudkan pendidikan serta pelayanan kesehatan yang terjangkau.
Selama aksi berlangsung, mereka juga mengenakan jaket almamater, diantaranya dari ITS, Unibraw, Unijoyo, Unair.Mereka juga membawa keranda bertuliskan “Turut Berdukacita atas Wafatnya Kedaulatan Bangsa”.
Saat berita ini diturunkan, peserta aksi masih bertahan di perempatan Jl. Kertajaya dan sebagian berusaha menerobos barikade kepolisian, diantaranya yang dilakukan oleh KAMMI Surabaya dengan merayap di sela-sela kaki petugas untuk menerobos, agar dapat masuk ke Kampus C Unair.
SEORANG MAHASISWA SURABAYA DIAMANKAN SAAT DEMO PRESIDEN YUDHOYONO
Seorang mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya, Widianto, Senin, diamankan aparat kepolisian saat melakukan aksi demonstrasi (demo) menolak kenaikan BBM, terkait kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam peringatan Hardiknas di kampus C Unair Surabaya.
Mahasiswa semester 8 jurusan Sastra Arab IAIN Sunan Ampel Surabaya itu, “diciduk” polisi di tengah-tengah demo mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) yang sempat mengalami bentrok ketika mahasiswa-polisi saling dorong, hingga polisi terjatuh dan akhirnya polisi menghalau dengan alat pukul.
Bahkan, seorang polisi sempat terjatuh dalam aksi saling dorong itu, sedangkan empat mahasiswa mengalami luka memar akibat penghalauan dengan alat pukul itu.
Namun, aksi yang dilakukan ratusan mahasiswa dari elemen BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), KAMMI, FPR, dan Kelompok Cipayung Surabaya sejak pukul 09.00 WIB itu berakhir damai, hingga presiden meninggalkan lokasi acara sekitar pukul 11.30 WIB.
Kendati presiden meninggalkan kampus C Unair di kawasan Mulyorejo, aksi mahasiswa dari BEM SI Jatim melanjutkan aksi dengan salat gaib di jalan raya dengan meletakkan keranda tentang matinya kedaulatan rakyat di depan para mahasiswa dari ITS, Unibraw, Unijoyo, dan beberapa universitas swasta itu.
Sementara itu, mahasiswa dari kelompok Cipayung saat hendak pulang dengan berbalik ke arah kampus C Unair Surabaya untuk menuju RRI Surabaya justru dihalau satu truk polisi, sehingga mereka terpaksa kembali ke Jl Kertajaya untuk melakukan konvoi ke RRI Jl Pemuda, Surabaya.
Hingga aksi berakhir, mahasiswa gagal menerobos barikade polisi, karena mahasiswa dikumpulkan polisi di depan Jl Kertajaya Timur yang berjarak sekitar 500 meter dari kampus C Unair, kemudian polisi “menutup” jalan itu dengan lima truk.
Aksi saling dorong sempat terjadi dua kali saat aktivis FPR berusaha menerobos barikade polisi dan saat aktivis KAMMI Surabaya juga berusaha menerobos barisan polisi dengan merayap di sela-sela kaki aparat kepolisian, namun mahasiswa tetap gagal.
Dalam aksi itu, ratusan mahasiswa menyatakan penolakan kenaikan BBM, mendesak penurunan harga bahan pokok, mendesa pemerintah mengganti Tim Ekonomi yang ada, mengusir operator Migas asing, dan meminta Presiden menuntaskan kasus lumpur Lapindo.
“SBY (Presiden Yudhoyono) terjebak skenario dan spekulasi negara maju dengan melakukan penghematan energi dan melakukan konversi energi, padahal hal itu tidak harus terjadi jika pemerintah punya kemauan kuat, karena faktanya SBY justru melakukan liberalisasi,” kata seorang pengunjuk rasa.
PRESIDEN HADIRI PERINGATAN HARDIKNAS
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin, menghadiri acara peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diselenggarakan di Universitas Airlangga Surabaya.
Presiden beserta Ibu Ani Yudhoyono dijadwalkan akan tiba di Surabaya pukul 08.50 WIB dengan menggunakan pesawat Kepresidenan yang berangkat dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta.
Dalam puncak acara peringatan tersebut, empat siswa peraih medali emas olimpiade tingkat internasional akan menerima Satya Lencana Wira Karya dan tabungan masing-masing Rp10 juta dari Bank BNI.
Demikian juga 12 kepala sekolah yang berdinas di daerah terpencil akan menerima bantuan Rp15 juta.
Pada acara yang berlangsung di gedung C rektorat Universitas Airlangga tersebut, juga diserahkan sejumlah tanda penghargaan kepada pegawai Departemen Pendidikan Nasional, guru dan penghargaan Widya Krama kepada dua gubernur dan lima perwakilan bupati/walikota yang dinilai berhasil melaksanakan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun.
Gubernur yang menerima penghargaan adalah Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, Gubernur Riau Rusli Zainal, Walikota Bukittinggi Djufri, Walikota Malang Peni Suparto, Bupati Jember Zaenal Abidin Djalal, Bupati Bondowoso Mashoed dan Bupati Kendal Siti Nurmarkesi.
Selain menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional, Presiden dan Ibu Negara juga akan meninjau pameran pendidikan dan meninjau pembangunan jembatan Surabaya-Madura dengan menggunakan kapal TNI Angkatan Laut.
Presiden Yudhoyono dan Ibu Negara juga akan meninjau rumah pintar di lingkungan Armada Timur Angkatan Laut Surabaya.
Presiden dan rombongan dijadwalkan akan menuju Mamuju melalui Makassar untuk melakukan kunjungan kerja pada Selasa (12/5). (Ant/s)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.