Hotel GM
Print This Post Print This Post

Vihara Terbakar di Siantar 7 Tewas

Posted in Berita Utama by Redaksi on Mei 12th, 2008

Medan (SIB)
Tujuh orang dinyatakan tewas dalam sebuah kebakaran melanda sebuah vihara di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, Minggu (11/5) dinihari. Kebakaran ini juga menyebabkan delapan lainnya menderita luka-luka.
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, vihara Avalokitesvara yang berada di Jl Jalan Pematang Siantar, Kota Pematang Siantar, sekitar 128 kilometer dari Medan itu itu terbakar saat kegiatan ibadah sedang berlangsung. Itu sebabnya korban cukup banyak.
Sejauh ini tidak diketahui pasti sumber api, namun dengan cepat merambat ke lantai dua dan tiga yang merupakan lokasi ibadah. Kepala Satuan Reskrim Polres Pematang Siantar, AKP Bustami menyatakan, para korban tewas yang berhasil diidentifikasi sejauh ini baru empat orang, Suhu Yu Sen, Guru Budha Widodo, Dian dan Nizar yang merupakan petugas kebersihan.
“Sementara tiga lainnya yang berjenis kelamin perempuan, masih belum bisa diidentifikasi,” katanya kepada wartawan, Minggu pagi di Siantar.
Dalam kasus ini, delapan orang berhasil meyelamatkan diri dengan cara melompat dari vihara.
Dikatakan Bustami, para korban ini berhasil ditemukan setelah dilakukan penyisiran di lokasi kejadian, pada Minggu sekitar pukul 08.00 WIB. Penyisiran baru dilakukan pagi sebab api terus berkobar. Dugaan sementara kebakaran ini bersumber dari konsleting listrik, namun pemeriksaan masih berlangsung.
Vihara yang terbakar ini tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) karena patung Avalokitesvara Bodhisattva (Dewi Kwan Im) Terbesar. Beratnya 1.500 ton, lebar 8,4 meter dan total tinggi 22,8 meter.
KONDISI KORBAN CUKUP MENGENASKAN
Tujuh korban tewas akibat kebakaran yang terjadi di Vihara Avalokitesvara, Pematang Siantar, Sumut, masih berada di instalasi jenazah Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Djasamen Saragih, di Jl Merdeka, Pematang Siantar, Minggu (11/5).
Kondisi para korban tewas cukup mengenaskan. Tubuh mereka hangus terbakar dan ada yang sulit dikenali. Dari ketujuh korban, tiga di antaranya masih belum diketahui identitasnya. Petugas sejauh ini masih mengumpulkan informasi mengenai ketiga jenazah perempuan yang ditemukan tewas dalam kejadian tersebut. Dugaan sementara ketiganya merupakan tamu vihara.
“Belum diperoleh identitasnya sementara ini,” kata salah seorang petugas di rumah sakit tersebut.
Keterangan polisi menyebutkan, para korban tewas itu seluruhnya ditemukan di lantai tiga Vihara Avalokitesvara. Satu korban ditemukan di ruang makan, satu di koridor, dua korban di kamar pekerja, dan tiga perempuan berada kamar tamu. Mereka terperangkap api dan asap sehingga tidak berhasil meloloskan diri.
Sementara delapan korban yang luka-luka, saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Vita Insani, yang juga berada di Jl Merdeka, Pematang Siantar. Sebagian korban sudah ditempatkan di ruang perawatan. Mereka umumnya menderita patah tulang dan luka ringan karena berusaha menyelamatkan diri saat api berkobar.
Sementara di lokasi kebakaran yang berada di Jl Pematang Siantar, sejumlah petugas terlihat berjaga-jaga. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Siantar menyatakan, AKP Bustami menyatakan sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan tentang dugaan penyebab kebakaran.
KORBAN TEWAS TERMASUK BIKSU, GURU AGAMA DAN TAMU
Wartawan SIB mengabarkan dari P Siantar kalangan masyarakat Tionghoa Pematangsiantar dan jajaran pengurus juga tampak di lokasi kejadian antara lain Johan Chandra, pengurus YBKS Jannes Ghozali, Aken, dr Petrus Yusuf, Berry CWT, Jhon SE, Harry Dharmawan dan Biksu dari Medan Atak Siong dan pengurus Yayasan Chandra. Salah seorang pengurus Yayasan Chandra mengatakan dari hasil evakuasi korban tewas yang dilakukan pihak Polresta dan PMI Siantar Simalungun sebanyak tujuh orang tewas dan korban luka berat dan ringan 8 orang.
“Para korban yang tewas adalah Bhiksu Yu Chen Se, (60), Sujat Widodo (48) guru agama, Rizal (18) dan Dian (23) keduanya pekerja, Sedangkan tiga korban lainnya adalah tamu dari Binjai yang mengadakan wisata rohani yaitu Ai Chien, (32) Ai Nie (35) dan Cin Hang (60). Korban kini dibawa ke RSU Dr Djasamen Saragih untuk diotopsi selanjutnya disemayamkan di Yayasan Bakti Kesejahteraan Sosial (YBKS ), Sedangkan korban luka dirawat di RS Vita Insani adalah Si Cang (36), Sek Wat (32) Surina (53) dan Sui Lang (82) sedangkan 4 orang lainnya belum diidentifikasi,” ujar Chandra.
Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat Tionghoa Pematangsiantar Berry CWT merasa prihatin atas kebakaran yang melanda vihara terbesar milik umat Budha Kota Pematangsiantar yang telah berumur seratusan tahun. Selain sebagai tempat beribadah Vihara Avlokitesvara yang juga dilengkapi dengan Patung Dwi Kuan Im terbesar di Asia Tenggara merupakan tempat wisata rohani bagi umat Budha dan masyarakat luas dari berbagai daerah tidak hanya Pematangsiantar tetapi Sumatera Utara dan daerah lain.
“Vihara Avalokitesvara dibangun sekitar seratusan tahun lalu dan direnovasi pada tahun 1980 an untuk melengkapi berbagai sarana lainnya untuk beribadah sekaligus tempat wisata rohani dan tempat pelatihan dan pendidikan calon Bhiksu. Api pertama kali berasal dari vihara induk di lantai dua tempat kebaktian (Bhaktisara) dan terus merembet kebagian lain. Fasilitas yang rusak akibat kebakaran adalah perpustakaan, kamar tidur dan bangunan di lantai dua dan tiga serta tempat perabuan jenazah rusak, namun abu tidak tersentuh termasuk patung Budha yang ada di bagian bawah,” ujar Berry CWT.
Kapolresta Pematangsiantar AKBP Andreas Kusmaedi melalui Kasat Reskrim AKP Bustami di lokasi kejadian mengatakan polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dugaan penyebab kebakaran dan asal api. “Dari hasil evakuasi di lokasi kebakaran di setiap ruangan yang ada dipastikan 7 orang tewas dan empat lainnya luka luka. Kerugian akibat kebakaran yang melanda vihara ditaksir mencapai Rp1 miliar lebih,” kata Andreas. (detikcom/S21/o)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.