Tim Piala Uber Indonesia Pukul Jepang
Jakarta (SIB)
Tim putri Indonesia berhasil mengalahkan Jepang 4-1 pada pertandingan Grup Z Piala Uber, Minggu, namun mereka harus tampil lebih baik saat menghadapi Belanda dalam penentuan juara grup Senin (12/5) agar dapat mencapai target juara grup.
“Keinginan tim Indonesia sejak awal adalah menjadi juara grup, otomatis akan termotivasi untuk tampil lebih baik saat menghadapi tim Belanda Senin,†ujar manajer tim Piala Uber Indonesia, Susy Susanti, usai pertandingan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu.
Di atas kertas, menurut Susy, kemampuan tim Belanda sedikit di bawah Jepang. “Tetapi kami tidak boleh lengah karena besok (Senin) adalah pertandingan penentuan juara grup,†kata juara Olimpiade Barcelona itu.
Indonesia meraih kemenangan 4-1 atas Jepang dengan satu-satunya kekalahan diderita tunggal pertama Indonesia, Maria Kristin, yang dikalahkan Eriko Hirose 21-9, 22-20, 22-20 pada partai pertama.
Setelah tertinggal 0-1 itu, Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah pasangan Vita Marissa/Liliyana Natsir menundukkan Satoko Suetsuna/Miyuki Maeda 9-21, 21-19, 21-14 pada partai kedua.
Indonesia kemudian balik mengungguli Jepang 2-1 setelah pada partai ketiga, tunggal kedua Indonesia Adriyanti Firdasari mengalahkan Yu Hirayama 21-11, 20-22, 21-13.
Bahkan Indonesia bisa memastikan kemenangan setelah pada partai keempat pasangan Jo Novita/Greysia Polii mengalahkan pasangan Reiko Shiota/Tomomi Matsuda 21-14, 21-18.
Indonesia melengkapi kemenangan menjadi 4-1 setelah pada partai terakhir, tunggal ketiga Indonesia Pia Zebadiah berhasil mengalahkan Kaori Mori 21-19, 21-17.
“Untuk tunggal pertama, Maria luar biasa, dia tampil bagus terutama pada game pertama, sempurna. Namun pada game kedua agak terbawa permainan lawan, dan permainan dia agak menurun, tertekan sehingga banyak membuat kesalahan,†lanjut Susy.
“Pada poin-poin ketat ia agak sulit keluar di tekanan, terlalu hati-hati,†tambah Susy yang akan menjadikan itu sebagai bahan evaluasi agar Maria bisa lebih yakin dan berani.
Sementara itu, setelah mengalami kekalahan, pelatih Jepang Park Jo Bong mengatakan bahwa pertandingan kedua menghadapi Belanda sangat penting.
“Tidak penting apakah akan bertemu Cina atau tidak pada perempatfinal (jika menjadi runner-up Grup Z), yang jelas lebih penting pertandingan besok (Senin),†kata pelatih asal Korea tersebut.
Jepang akan bertemu Belanda Senin pagi, sedang Indonesia akan melawan runner-up Piala Uber dua tahun lalu itu petang harinya. Jika menjadi runner-up Grup Z, Jepang kemungkinan akan bertemu Cina di perempatfinal, tetapi jika berada di urutan tiga grup, mereka kemungkinan bertemu juara bertahan itu di semifinal.
SIMON SANTOSO TENTUKAN KEMENANGAN INDONESIA ATAS THAILAND
Tunggal ketiga Simon Santoso yang tampil pada partai terakhir, menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Thailand dengan skor ketat 3-2 setelah mengalahkan Pakkawat Vilailak dua set langsung 21-11, 21-9 pada penyisihan Grup D Piala Thomas di Istora Senayan Jakarta, Minggu.
Sebelumnya, tim Indonesia sempat berada dalam bahaya dan posisi kritis ketika Sony Dwi Kuncoro dan Taufik Hidayat dipaksa menyerah oleh lawan-lawan mereka sehingga tuan rumah sempat tertinggal 1-2.
Tapi ganda Joko Riyadi/Hendra Gunawan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah mengalahkan Sudked Prappakamol/Songphon Anugritayawon melalui pertarungan tiga set 17-21, 21-8, 21-12.
Simon Santoso yang unggul jauh dari lawan, baik peringkat maupun pengalaman bertanding, akhirnya mengakhiri kekhawatiran tim dan ribuan penonton. Bermain menekan sejak awal, Simon tidak memberi kesempatan bagi lawan untuk mengembangkan pertandingan dan akhirnya menang mudah untuk memastikan kemenangan Indonesia.
Berikut hasil lengkap pertandingan penyisihan Grup D antara Indonesia vs Thailand:
1. Sonny Dwi Kuncoro (Indonesia) vs Boonsak Polsana (Thailand) (17-21, 15-21)
2. Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia) vs Tesana Panvisavas/Nitipong Saengsila (Thailand) (21-11, 20-16)
3. Taufik Hidayat (Indonesia) vs Tanongsak Saensoboosuk (Thailand) (21-23, 18-21)
4. Joko Riyadi/Hendra Gunawan (Indonesia) vs Sudked Prappakamol/Songphon Anugritayawon (Thailand) 17-21, 21-8, 21-12)
5. Simon Santoso (Indonesia) vs Pakkawat Vilailak (Thailand) 21-11, 21-9). (Ant/g)




Komentar