Warga Jemaat GPDI yang Ikuti Aksi Damai Harus Tertib dan Jangan Melakukan Tindakan Anarkis
Simalungun (SIB)
Sekretaris Jenderal GPDI (Gereja Pentakosta Di Indonesia) Pdt SM Tampubolon, kamis (8/5) melalui telepon selulernya mengatakan sangat mendukung imbauan Coajutor Uskup Agung Medan Mgr AB Sinaga OFM Cap agar umat Katolik lebih banyak ikut aksi damai agar pembangunan Gereja HKBP Binjai Baru di Jalan Dr Wahidin terus berlanjut. Sebab, orang Kristen/orang-orang percaya dalam melawan kekerasan harus lebih mengutamakan prinsip damai dan kasih dan harus menjauhkan tindakan kekerasan atau tindakan emosional.
Sebab , katanya, bahwa sesuai dengan Firman Tuhan bahwa berbahagialah orang pembawa damai, karena mereka dikatakan adalah anak-anak Allah. Karena itu di segala tempat orang kristen harus tetap komit/konsisten untuk mengedepankan budaya damai. Untuk itu diimbau warga jemaat GPDI dan khususnya di kota Binjai dalam memperjuangkan pembangunan Gereja HKBP Binjai Baru agar lebih banyak ikut aksi damai, jangan melakukan tindakan yang sifatnya anarkis atau mengeluarkan suara-suara yang dapat menyakiti perasaan orang lain.
Tegasnya, warga jemaat GPDI bisa ikut mengikuti aksi damai agar pembangunan Gereja HKBP Binjai Baru bisa terus berlanjut dan harus pula dapat melakukan tindakan serupa bila ada rumah ibadah agama lain diganggu fisik atau terganggu karena kebijakan, kata Pdt SM Tampubolon. Namun, seandainya ada warga jemaat GPDI yang ikut aksi damai jangan melakukan tindakan yang anarkis atau tindakan yang emosional, tapi aksi damai harus dijaga agar berjalan aman,tertib serta jangan sampai mengganggu ketertiban umum.
Untuk itu, sekaligus Sekjen GPDI Pdt SM Tampubolon imbau agar Pemko Binjai dapat segera mengeluarkan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) Gereja HKBP Binjai Baru agar lanjutan pembangunan gereja bisa berlanjut. Sebab gereja adalah tempat orang Kristen untuk berkumpul dalam pembinaan rohani dan memuji Tuhan .(S1/p)




Komentar