unita
Print This Post Print This Post

Perkokoh Keimanan Masyarakat

Posted in Tajuk Rencana by Redaksi on Mei 11th, 2008

Persoalan penutupan gereja HKBP di Binjai hampir bersamaan dengan dimulainya pembangunan pusat kegiatan masyarakat Kristen di Sumatera Utara (Christian Centre). Dua hal yang berbeda tetapi bisa dilihat hubungannya.
Masalah yang dihadapi jemaat Kristen di HKBP adalah masalah penting yang sedang mencoba iman jemaat yang menjadi pengikut Kristus. Patut dilihat dari kacamata iman, bahwa persoalan itu adalah gugatan dunia terhadap aktivitas yang dikerjakan untuk beribadah kepada Tuhan.
Dalam kacamata itu kita melihat bagaimana prediksi yang berulangkali disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada murid-muridNya bahwa mereka akan berada di tengah serigala yang menyimbolkan beratnya tantangan kehidupan yang akan dihadapi oleh umatNya.
Tetapi pada saat yang sama, kita menyaksikan bagaimana umat Kristen juga membangun sebuah rumah besar bersama bernama Christian Centre. Gedung yang diharapkan akan menjadi penyatu seluruh umat ini seolah menjadi kekuatan baru atas tantangan terhadap iman, yang terepresentasi dari persoalan yang dihadapi oleh jemaat HKBP di Binjai .
Memang, dilihat dari sejarahnya umat Kristen kerap menghadapi cobaan bahkan tantangan yang tidak sedikit. Dalam film Quo Vadis, digambarkan bagaimana Kaisar Nero yang diperkirakan adalah seorang psikopat, amat bergirang manakala mengirimkan umat Kristen ke dalam penyiksaan binatang buas, tiang lilin untuk dibakar, bahkan di kemudian hari Nero juga menikmati tudingan atas dibakarnya kota yang ditimpakan kepada orang Kristen.
Hubungan antar iman jemaat dalam kedudukannya sebagai warga negara memang menjadi sumber dari hal itu. Menafsirkan sikap itulah yang kemudian menantang iman jemaat Kristen dimanapun di seluruh wilayah di Indonesia ini. Menerapkan kalimat Tuhan Yesus sebagai “cerdik” dan “berakal” amat sulit manakala diperhadapkan pada keterbatasan umatNya sebagai manusia juga.
Tetapi itulah yang menjadi tantangan kini. Bagaimanapun umat Kristen berada dalam situasi dimana dunia memang hendak mengatur bahkan mencoba menyerang seluruh prinsip hidup yang sungguh sangat berbeda dengan dunia, sebagaimana juga terlebih dahulu dialami oleh Tuhan Yesus.
Para pemimpin umat harusnya kini semakin mendorong jemaat untuk lebih tekun dalam iman. Kita tahu bahwa persoalan ini menjadi penting karena ada hal-hal yang bertentangan dengan fondasi iman Kristen yang mementingkan ibadah dan pesekutuan dalam sebuah tempat yang menyimbolkan Tabut Tuhan di jaman modern. Tetapi lebih dari itu, rumah ibadah haruslah tetap tempat yang menjadi ekspresi bagaimana masyarakat Kristen juga bisa secara bijak menghadapi tantangan dan persoalan yang dihadapi dalam dunia ini.
Kita tetap berharap supaya pemerintah daerah dan seluruh pemerintahan yang tempatnya menjadi sebuah persengketaan dengan pembangunan rumah ibadah, bisa bertindak bijak. Umat Kristen adalah salah satu warna yang pernah membentuk Indonesia sejak dari awal kemerdekaan, mengisinya, bahkan kemudian menjadikannya sebagai negara yang dalam banyak hal sangat membanggakan. Umat Kristen haruslah tetap entitas yang berhak hidup dan diakui sebagai agama yang juga merdeka dalam beragama, merdeka dalam mendirikan rumah ibadah, dan merdeka dalam menyalurkan imannya menghadap Tuhannya.
Di balik semuanya itu, semua persoalan dan tantangan harus terus menerus dicari maksud Tuhan karena jangan-jangan semuanya itu adalah ujian bagi iman. Kita tetap berdoa supaya damai hadir di bumi Sumatera Utara ini bahkan juga di Medan, Binjai dan seluruh daerah lainnya (***)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.