Surya Tour
Print This Post Print This Post

Orang Kristen Melawan Kekerasan Dengan Membudayakan Damai Sejahtera

Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Mei 11th, 2008

Pematangsiantar (SIB)
Ephorus HKI (Huria Kristen Indonesia) Pdt Dr Burju Purba di Kantor Pusat HKI Jalan Melanthon Siregar P Siantar, Kamis (8/5) mengatakan bahwa orang Kristen dalam melawan kekerasan harus dengan membudayakan damai sejahtera. Sebab inilah yang diajarkan Yesus Kepala Gereja kepada seluruh pengikut-pengikutnya atau murid-murid-Nya di segala tempat dan segala zaman.
Ajaran Yesus Kristus ini bermaksud bahwa gereja atau murid-murid Yesus Kristus diutus ke dunia untuk menyampaikan damai sejahtera. Dengan demikian di mana ada gereja atau orang Kristen, disitu harus ada nampak damai. Bahkan Yesus Kristus menyatakan “Kamu kusuruh ke tengah-tengah serigala”. Ini menandakan bahwa dunia membenci dan tidak menghendaki gereja, tetapi gereja atau orang-orang Kristen tidak tunduk kepada kuasa-kuasa yang membencinya. Gereja atau orang Kristen harus berusaha “melawan” kuasa-kuasa iblis dengan cara membudayakan damai.
Sebab, katanya, orang Kristen tidak diutus untuk melakukan kekerasan melawan kekerasan. Orang Kristen dalam segala tindakannya haruslah didasarkan kepada ajaran Yesus Kristus yaitu membudayakan damai dan mengasihi sesamanya. Sebab Yesus Kristus berfirman “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Matius 5,9). Selanjutnya Yesus berfirman “Aku berkata kepadamu kasihanilah musuhmu dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5,44).
Tegasnya, katanya, cara yang diajarkan Yesus berbeda dengan cara-cara manusia di dunia ini terhadap kuasa-kuasa yang melawan-Nya. Manusia biasanya memiliki dua cara berhadapan dengan kuasa-kuasa yang melawannya yaitu “lawan” (fight) dan “lari (flight). Kedua cara ini bukanlah cara-cara yang cocok bagi orang Kristen dalam usahanya melawan kuasa-kuasa yang berusaha menghambatnya. Orang Kristen harus “melawan” dengan cara membudayakan damai dan bahkan mendoakan mereka dan bukan pula melarikan diri.
Maka atas dasar ajaran Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja ini, sikap yang harus kita tunjukkan terhadap usaha-usaha yang merencanakan merobohkan bangunan gereja HKBP Binjai Baru serta usaha-usaha yang berusaha menghambat orang Kristen untuk beribadah dengan cara-cara tertentu adalah tetap membudayakan damai dan mendoakan mereka serta segala bentuk kekerasan dan tindakan anarkis harus kita (orang Kristen) jauhkan. Kekerasan dan anarkisme bukanlah cara-cara yang diajarkan oleh Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja. Akan tetapi harus diingat “melawan” dengan membudayakan damai dan mendoakan mereka yang membenci kita. Namun, hal itu tidaklah berarti kita harus tunduk kepada tindakan-tindakan yang sewenang-wenang terhadap kita atau tindakan yang melawan hukum.
Karena itu, kata Pdt Dr Burju Purba, harapan kita dalam pembangunan Gereja HKBP Binjai Baru kiranya dapat terus berlanjut dan untuk itu diimbau kepada Pemko Binjai agar segera mengeluarkan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) Gereja HKBP Binjai Baru. Sebab, Pemko Binjai bukanlah milik sekelompok orang saja, tapi milik semua warga masyarakat Binjai khususnya. (S1/c)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.