Gubsu Harapkan Potensi Besar KAHMI Disatukan Guna Mendorong Percepatan Pembangunan di Sumut
Medan (SIB)
Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Dr Ir H Abdul Asri Harahap SE MM membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) III Majelis Wilayah KAHMI Sumut, Sabtu (10/5), di Hotel Polonia Medan, yang ditandai dengan pemukulan gong.
Muswil yang akan berlangsung hingga Minggu (11/5) itu, diikuti pengurus 16 majelis daerah KAHMI kabupaten/kota se-Sumut. Muswil nantinya akan memilih 7 presidium majelis wilayah KAHMI Sumut periode 2008-2013 dan presidium Forum Alumni HMI Wati (Forhati), serta merumuskan program kerja KAHMI Sumut lima tahun ke depan.
Pembukaan Muswil III KAHMI Sumut, juga diisi dengan dialog public yang bertajuk “Meretas Semraut Pengembangan UMKM di Sumut†dengan pembicara Kacab BI Medan Dr Romeo Risal, Ketua Forda UKM Sumut Cahyo Pramono dan Presidium Majelis Nasional KAHMI Dr Ir H Abdul Asri Harahap SE MM.
Abdul Asri Harahap dalam sambutannya mengatakan, organisasi KAHMI dipimpin secara kolektif dan bukan perseorangan sehingga KAHMI tidak bisa dibawa untuk kepentingan orang tertentu atau Parpol tertentu.
“Kalau KAHMI dipimpin satu orang dan kebetulan orang itu pemimpin Parpol tertentu, organisasi ini akan digunakan untuk kepentingan orang tersebut dan Parpolnya. Nanti kalau orangnya pindah Parpol, KAHMI-nya juga ikut pindah dong,†katanya.
Abdul Asri juga mengungkapkan, saat ini ada tiga kepengurusan KAHMI, yakni KAHMI Majelis Nasional, KAHMI Presidentil dan KAHMI Pro. Namun, hal tersebut menurut dia, bukanlah masalah sepanjang anggotanya masih alumni HMI.
“Meski ada tiga kepengurusan KAHMI, tidak perlu ada persaingan. Mari kita berlomba-lomba untuk berbuat kebajikan,†tukasnya.
Kiprah anggota KAHMI di tingkat nasional dan daerah, lanjutnya, ada di segala bidang. Di bidang politik, hampir semua Parpol di Indonesia ada anggota KAHMI bahkan setengah anggota DPR RI juga anggota KAHMI. “Hanya satu Parpol yakni PDS yang tidak ada anggota KAHMI,†ucapnya.
Begitu juga di bidang pemerintahan. Menurutnya 12 anggota kabinet Indonesia Bersatu adalah anggota KAHMI plus Wapres Jusuf Kalla. “Ketua MA, Ketua BPK, Ketua MK, 4 anggota KPU Pusat, beberapa anggota Bawaslu, Kabulog, Kepala Jamsostek juga anggota KAHMI. Anggota KAHMI juga aktif di berbagai LSM, akademisi, pengusaha dan lain sebagainya,†paparnya.
“Karena itu, mari kita meningkatkan solidaritas dan saling bantu-membantu untuk mengembangkan karir masing-masing sepanjang masih dalam kewajaran,†ajaknya.
Ke depan, menurut dia, KAHMI akan fokus pada bidang pendidikan dan ekonomi kerakyatan. Terkait dengan program tersebut, Presidium Mejelis Nasional KAHMI akan menggelar rapat kerja pemberdayaan ekonomi rakyat di Jakarta bulan Juni mendatang.
Sementara itu Gubsu dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Sumut Syaiful Safri MM mengharapkan, KAHMI yang mempunyai anggota di seluruh Sumut dapat menyumbangkan pemikiran-pemikiran baru dalam meningkatkan partisipasinya mengisi pembangunan sosial keagamaan maupun kemasyarakatan.
Karena itu, Gubsu berharap berbagai keberhasilan yang telah dicapai selama ini hendaknya harus dijadikan sebagai motivasi untuk dapat berbuat lebih baik lagi dan dapat dijadikan sebagai tolok ukur terhadap penyusunan kegiatan organisasi di masa datang.
“Potensi besar yang dimiliki majelis wilayah KAHMI Sumut hendaknya dapat disatukan sehingga mampu memberikan sumbangsih mendorong percepatan pembangunan di Sumut,†kata Gubsu.
Turut memberi kata sambutan, Ketua Panitia Pelaksana Muswil Armin Harahap MSi, pemegang mandat KAHMI Sumut Rusdi Lubis yang juga Direktur SDM PTPN IV, dan Prof Usman Pelly mewakili senioren KAHMI. (M28/o)




Komentar