Asintel Kasdam I/BB Lepas Jasad Mayor Inf Purn Lodewyk Sirait ke Pemakaman Taman Eden Tanjungmorawa
Medan (SIB)
Asintel Kasdam I/BB Kol Inf Edison Napitupulu bertindak sebagai Inspektur Upacara pengebumian jasad Mayor Inf Purn Drs Lodewyk Sirait ke Pemakaman Taman Eden Tenjungmorawa. Sebelum pelepasan jasad dari persemayaman di rumah duka Jalan Air Bersih, Medan, Sabtu (10/5) diadakan ragam acara seharian penuh. Dari berjejalnya pelayat ke rumah duka, terlihat sejumlah pejabat sipil dan TNI/Polri yang mengikuti prosesi mulai awal hingga pelepasan jenazah ke liang lahat antaranya Kapendam I/BB Letkol Inf Togar P Panjaitan, Dandim Taput Letkol Inf Parulian M, mantan Kapolres Tobasa AKBP Alisman Nainggolan, Mayor Inf Prinaldi. Mayor Kav Subandhi, Danramil 04/MK Kapt Singgih serta puluhan perwira menengah di jajaran poldasu dan Kodam Bukit Barisan, kuasa hukum almarhum, Coki Sinambela SH dari Jakarta.
Sebelum acara militer pengebumian dimulai, Asintel Kasdam I/BB, Dandim Taput, mantan Kapolres Tobasa dan sahabat almarhum, Tuty Rotua Panggabean SE —didampingi Nadya Hutapea dan Stefan Ferdinandus— terlibat pembicaraan serius tentang almarhum yang dikenal sebagai sosok bergaul luas dan tak memilih latar belakang sosial kemasyarakatan bila berteman. Selain para karib almarhum, terlihat pula sejumlah besar wartawan dari media cetak dan elektro serta dua orang wartawan dari media mancanegara. Semasa hidupnya, Lodewyk Sirait pernah menjadi ajudan KSAD (kala itu) Jenderal TNI Purn Rymizard Ryacudu dan sebagai Plt Kapendam Bukit Barisan hingga bergaul luas dengan wartawan. Kapendam BB Letkol Inf Togar Panjaitan mengatakan Lodewyk Sirait minta pensiun dini terhitung 1 April 2007 karena mengaku ingin konsentrasi meneruskan dan mengembangkan usaha keluarga sesuai amanat orangtuanya.
Sejumlah sahabat almarhum dari ragam daerah ikut memberi sambutan, mulai dari rekan di Sepawamil Angkatan 90 - 91 termasuk kalangan akademisi. Asintel Kasdam I/BB Kol Inf Edison Napitupulu di sambutan pelepasan jasad mengatakan duka yang dalam atas berpulangnya Lodewyk Sirait dan meminta keluarga yang ditinggalkan tabah ikhlas melepas orang yang dicinta menghadapNya.
Di sambutannya, didampingi politisi Aksi Bangun, Dekan Fisip UDA Drs Arifin Sihombing MSi mengatakan, almarhum adalah sosok pejuang dan akademisi yang santun dalam bergaul serta hormat dalam berkeluarga namun memiliki pendirian yang tak dapat digoyahkan bila meyakini apa yang dilakukannya benar. “Selamat jalan sahabat kami,†ujar Arifin Sihombing sambil menyusut air mata.
Sebelum peti jenazah ditutup, istri Lodewyk Sirait, Liswati Napitupulu dan dua putranya, Luis Sirait dan Lukas Sirait sempat rebah di bagian kepala almarhum. Lukas dan Luis yang memeluk foto orangtua kemudian merangkul ibunya dan menuntun jalan ke halaman di mana dilangsungkan acara singkat.
Menyusul bunga salib yang diletakkan di atas peti dicopot dan petugas menutup peti jasad dengan sang merah putih, dilepas dengan lagu rohani, ibu dan anak yang ditinggal Lodewyk Sirait itu terlihat saling menguatkan dan berjalan berangkulan. Setelah keluarga inti almarhum Lodewyk Sirait masuk ke mobil di belakang ambulans, abang dan adik Lodewyk Sirait ke luar dari rumah.
Sebagaimana diberitakan, Lodewyk Sirait mengembus napas terakhir setelah dibantai sekira 20 preman, seusai membawa TBS sawit di lahan warisan orangtuanya. Para preman menganiaya korban dengan menggunakan senjata tajam dan benda keras yang akhirnya tewas sesaat setelah mendapat perawatan medis di Puskesmas Negeri Lama. Satu luka bacokan tembus dari pundak belakang mengenai jantung Lodewyk Sirait.
Kasus pembantaian tersebut kini ditangani kepolisian dengan pengembangan penyidikan pada 5 tersangka pelaku yang sudah dibekuk dan ditahan Polres Labuhanbatu. (r10/x)




Komentar