Surya Tour

Print This Post Print This Post

Kapoldasu Bentuk Tim Buru Para Pelaku Pembunuhan Mayor Lodewyk Sirait Konglomerat Marimutu Sinivasan Menyerah, Tidak Ditahan
Mei 10

Jakarta (SIB)
Jarang-jarang bos Microsoft Bill Gates mengenakan baju batik. Namun, Jumat (9/5), Bill Gates mengenakan baju batik saat memberikan kuliah di Jakarta. SBY yang sebelumnya mengenakan jas dan berdasi, juga mengganti kostumnya dengan baju batik.
Tepat pukul 08.10 WIB, Bill Gates hadir di Jakarta Convention Center (JCC) dengan mengenakan baju batik lengan panjang bercorak coklat-hitam. Bill Gates hadir dengan senyum khasnya, dan langsung digiring ke ruang VVIP. Corak batik Bill Gates dari kejauhan nyaris sama dengan seragam batik yang dikenakan oleh Paspampres.
Sebelum Bill Gates datang, Presiden SBY telah hadir sekitar 10 menit sebelumnya. Presiden SBY mengenakan setelan jas berdasi lengkap.
Orang nomor 1 di Microsoft dan orang nomor 1 di Indonesia ini pun kemudian melakukan pertemuan khusus di ruang VVIP JCC, Senayan, Jakarta. Presiden SBY didampingi Mendag Mari Elka Pangestu dan Menkokesra Aburizal Bakrie.
Seusai pertemuan itu, Gates dan SBY pun masuk ke dalam Plennary Hall, tempat perkuliahan digelar. Bill Gates masih tetap mengenakan batik warna emas, sementara SBY ganti kostum. SBY kini mengenakan baju batik lengan panjang warna ungu.
Presiden SBY dalam kata pengantarnya, sebelum perkuliahan Bill Gates dimulai, menyinggung tentang pentingnya teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk membantu mengentaskan kemiskinan. SBY pun memuji Bill Gates sebagai sosok yang rendah hati namun berpikiran maju.
Acara ini diikuti oleh banyak peserta dari berbagai latar belakang. Sejumlah anggota kabinet, antara lain Menhut, Menkominfo, Mendag, Menkokesra dan Kapolri juga hadir.
Bill Gates dan Mikrofon Mati
Presiden SBY dan Chairman Microsoft Corp Bill Gates menjadi dosen. Mata kuliah umum yang dibawakan berjudul ‘The Second Digital Decade’. Acara ini diwarnai mikrofon wireless yang mati.
Peserta kuliah berjumlah 2500-an orang. Mereka terdiri dari mahasiswa, anggota parlemen, LSM, pejabat pemerintah, wakil asosiasi bisnis, dan pimpinan perusahaan dari berbagai jenis industri.
Karena jumlah peserta yang sedemikian banyak, acara ini memang membutuhkan ruang kelas yang besar. Maka pihak KADIN (Kamar Dagang Indonesia) sebagai penyelenggara, memilih Hall JCC, Senayan, Jakarta, sebagai ruang kuliah yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB, Jumat (9/5).
Setelah sesi pendahuluan selama 30 menit, mikrofon yang tertempel di kemeja batik warna emas Bill Gates tidak berfungsi. Saat itu pria terkaya ke-3 dunia itu hendak mendemonstrasikan betapa teknologi TI di era mendatang mendekatkan ‘jarak’ antar planet - apalagi antar pulau di Nusantara - dan tetap mudah dioperasikan oleh murid playgroup sekali pun.
Melihat kejadian yang tidak mencerminkan kecanggihan infrastuktur ini, Presiden SBY langsung meminta agar Gates diberi mikrofon pengganti. Spontan petugas naik panggung mengantar mikrofon baru.
“Hallo, hallo. Ah, that’s great,” ujar Gates menguji mikrofon itu dan disambut tepuk tangan mahasiswa yang duduk di balkon.
Usai sesi presentasi singkat dari Tim Aksara ITB tentang perangkat lunak bagi orang buta huruf, acara lalu dilanjutkan dengan tanya jawab. Tapi keterbatasan waktu, Mendag Mari Elka Pangestu hanya memberi kesempatan langka ini pada 5 orang yang beruntung.
Mereka adalah Gatot Suwondo (Dirut BNI), Rene P (jurnalis), James Ryadi (CEO Lippo Group), dan dua orang perwakilan mahasiswa. Meski Bill Gates yang jadi dosen, pertanyaan juga ditujukan pada Presiden SBY yakni tentang kebijakan pemerintah untuk dorong pertumbuhan IT di sekolah tingkat menengah.
Bill Gates: Raih Gelar Akademis Anda Jangan Contoh Saya!
Meski tidak menyelesaikan kuliahnya, Bill Gates tidak menyarankan tindakannya itu untuk diikuti. Dengan tegas, bos Microsoft itu mengatakan kuliah adalah kesempatan penting dan karenanya jangan sampai disia-siakan.
“Saya sangat merekomendasikan untuk menyelesaikan kuliah, raih gelar akademis Anda. Saya ini contoh yang buruk,” ujar Chairman Microsoft Corp. ini sambil cengar-cengir.
Saran Gates di atas ia sampaikan di sesi tanya jawab. Saat itu, SBY menjawab pertanyaan mahasiswa tentang tips dan trik sukses di usia muda.
Gates menegaskan kuliah adalah saat yang paling tepat untuk memenuhi segala keingintahuan. Agar semakin optimal, pergunakan juga peluang untuk magang di berbagai perusahaan sebagai bekal merintis bisnis sendiri kelak.
Pria terkaya ke-3 dunia ini juga menegaskan betapa penting peran orang tua mendukung cita-cita sang anak. Ia lalu mencontohkan orangtuanya yang memberikan sebuah PC sebagai kado sweet seventeen.
“Science itu mudah asal kita enjoy. Kembangkan pengetahuan kalian, lalu sumbangkan demi kemajuan bangsa,” sambung Gates yang tidak menyelesaikan kuliahnya di Harvard University itu.
Deplu Bantah Kunjungan Bill Gates Dirahasiakan
Kedatangan orang nomor satu Microsoft, Bill Gates, lolos dari pantauan publik Indonesia. Tahu-tahu dia sudah berada di Indonesia dan bertemu dengan Presiden SBY di kantor kepresidenan.
Pantauan detikcom, Kamis (8/5), Bill Gates tiba di Istana Negara tanpa pengawalan khusus dari kepolisian. Bill Gates hanya menggunakan 3 mobil dan dikawal 3 orang bodyguard berkulit putih.
Dirahasiakankah? Tertutupkah? Deplu membantah hal itu.
“Nggak ada rahasia-rahasiaan kok. Buktinya ada di Kompas wawancara lewat email,” kata Jubir Deplu Kristiarto Legowo dalam press briefing di Gedung Deplu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (9/5).
Tidak ada yang dirahasiakan dari kunjungan Bill Gates ke Indonesia. Agenda orang kaya ke-3 di dunia itu juga jelas.
Apakah dia dijaga agen pengamanan khusus dari Amerika? “Kata siapa? Saya malah tidak tahu itu. Informasi dari mana itu?” ujar Kris balik bertanya.
KULIAH UMUM
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Chairman Microsoft Corporation, William H Gates, yang lebih dikenal dengan Bill Gates, menjadi pembicara utama dalam “Presidential Lecture”.
Kadin Indonesia menilai kunjungan Gates ke Indonesia merupakan sinyal positif yang menyiratkan semakin baiknya iklim bisnis dan investasi di bidang telematika.
Keberadaan Bill Gates selama dua hari di Indonesia, 8-9 Mei 2008, merupakan kunjungan balasannya atas kedatangan Presiden Yudhoyono ke kantor pusat Microsoft di Seattle, Amerika Serikat, pada 2007.
Selain menjadi pembicara di “Presidential Lecture”, Gates juga dijadwalkan menghadiri Asia Pacific Government Leaders Forum pada Jumat siang.
Forum tersebut merupakan pertemuan para pemimpin negara dan pebisnis di wilayah Asia Pasifik yang dilaksanakan setiap tahun oleh Kadin dan Pemerintah Indonesia.
Selama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi kepala negara, telah dilangsungkan empat kali “Presidential Lecture” antara lain diberikan Geoffrey Sachs, Direktur Proyek Millenium Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)tentang Millenium Development Goals (MGDs), Nicholas Stern begawan ekonom Inggris yang sekaligus Penasihat Perubahan Iklim dan Pembangunan untuk Pemerintah Inggris.
Selain itu, kuliah umum juga pernah menghadirkan Menteri Keuangan Pakistan serta peraih hadiah nobel, Mohammad Yunus.
BILL GATES DI MATA PRESIDEN
Komputer yang saat ini tidak lagi menjadi barang asing telah membuat setiap orang pasti mengenal pencipta piranti lunak yang memungkinkan penyebaran penggunaan komputer yaitu Bill Gates.
Warga Amerika Serikat yang pernah menduduki posisi orang terkaya di dunia itu ternyata mempunyai kesan tersendiri di mata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam pidato sambutannya pada “Presidential Lectures” di Balai Sidang Jakarta, Jumat, Presiden menyatakan terkesan dengan penampilan Gates yang tidak menua.
“Saya sangat senang bertemu lagi dengan Gates. Terakhir saya bertemu dua tahun yang lalu dan heran, ia tidak bertambah tua dalam dua tahun,” ujar Presiden dalam bahasa Inggris.
Presiden pertama kali bertemu dengan Gates saat berkunjung ke kantor pusat Microsoft di Seattle, Amerika Serikat, pada 2007.
“Saat itu saya sangat terkesan dengan sifatnya yang rendah hati. Ia sangat berenergi dan tentu sangat memiliki visi,” tutur Presiden.
Namun, yang paling memberi kesan untuk Presiden adalah intelektualitas, inovasi dan kreativitas yang telah membuat Gates masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia melalui penemuan piranti lunaknya.
Gates, dinilai Presiden sebagai orang yang dapat membaca perkembangan teknologi di masa depan dan dapat melihat manfaat teknologi untuk manusia.
Saat mengunjungi kantor Microsoft di AS, Presiden mengatakan, ia terkesan dan bangga dengan banyaknya warga Indonesia yang bekerja di sana.
“Mereka semua masih muda, dinamis, cerdas, dan optimis dengan masa depannya,” ujarnya.
Presiden menambahkan saat itu para warga Indonesia yang ia temui mengatakan mereka semua suatu hari akan pulang dan “menularkan“ ilmu mereka kepada masyarakat Indonesia.
“Untuk itu saya harap Gates memastikan bahwa mereka semua akan pulang,” ujar Presiden yang diikuti oleh tawa sekitar 2.500 peserta kulian umum.
Presiden mengatakan, Indonesia mengharapkan kelanjutan kerja sama yang baik dengan Microsoft untuk menyebarluaskan penggunaan Teknologi Informasi (TI) di Indonesia.
PRESIDEN: TI BELUM DIKEMBANGKAN UNTUK SELESAIKAN KEMISKINAN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan komputer dan teknologi informasi (TI) memang sudah merambah sampai ke desa, namun belum dimanfaatkan untuk mengatasi kemiskinan.
Namun, dalam pidato pembukaannya, Presiden menilai penggunaan TI belum dimanfaatkan untuk mengatasi kemiskinan dan kebodohan.
“Di negara berkembang, semakin banyak desa yang mengenal komputer. Tetapi, sedikit yang mengerti selain dipakai untuk bermain dan “chating” lewat internet,” tutur Presiden.
Karena masih banyaknya orang yang tuna TI itu, maka Presiden mengatakan, seharusnya teknologi itu juga digunakan untuk memecahkan masalah dan memperbaiki kehidupan manusia di banyak bidang seperti pendidikan dan kesehatan.
“Ini sudah kebijakan kita untuk mengembangkan teknologi informasi di banyak bidang,” ujarnya.
Perbaiki kinerja pemerintah
TI, lanjut Presiden, juga akan digunakan oleh pemerintah untuk memperbaiki kinerja pemerintah.
Presiden Yudhoyono menambahkan, teknologi informasi saat ini membuat dunia berubah secara cepat dan pasti juga membuat kehidupan manusia berubah.
“Perkembangan teknologi masa lalu memiliki daya untuk mengubah hidup. Semua itu yang membawa kita kepada hari ini,” ujarnya.
Kegiatan industri yang dihasilkan oleh revolusi teknologi pada masa lalu, lanjut Presiden, telah terbukti membawa masalah lain pada hari ini seperti pemanasan global.
Kegiatan industri yang tidak terkendali itu, kata Presiden, bisa jadi membawa kehancuran untuk kehidupan manusia di masa depan.
“Tantangan hari ini, adalah bagaimana manusia mengatasi kedewasaan teknologi tanpa menghancurkan diri sendiri,” ujarnya.
Teknologi, menurut dia, sudah sepantasnya digunakan untuk memperbaiki kehidupan manusia dan bukan untuk membahayakan serta membunuh kehidupan. (detikcom/Ant/o)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.