PM Israel Ehud Olmert Tersangka Korupsi, Kalau Terbukti akan Mundur
Jerusalem (SIB)
Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dituduh korupsi oleh Departemen Keadilan Israel. Olmert menjadi tersangka dalam kasus suap. Dalam pemeriksaan yang dilakukan Departemen Keadilan, Olmert diduga menerima sejumlah uang secara ilegal dari pebisnis asing yang berbasis di Israel, seperti dilansir AFP, Jumat (9/5).
Kasus itu terjadi saat Olmert menjadi Walikota Jerusalem dan menjadi Menteri Perindustrian? Atas tuduhan ini, Olmert belum mengeluarkan pernyataan apapun. Kasus ini merupakan investigasi kelima kalinya terhadap Olmert sebelum dia menjadi PM tahun 2006.
Salah satu kasus yang terkait Olmert telah dipetieskan. Sebelumya Olmert menolak semua yang dahulu pernah dituduhkan. Beberapa pengamat politik mengatakan Olmert secara moral harus mundur kalau terbukti bersalah.
Namun Olmert menyangkal tuduhan itu dan akan mundur jika tuduhan terbukti. “Saya tidak pernah menerima suap. Kalau pengadilan memutuskan saya bersalah, saya akan mundur,” tegas Olmert di kediaman dinasnya di Jerusalem, seperti dilansir AFP.
Olmert menambahkan dirinya memang menerima kontribusi finansial dari pebisnis Yahudi Amerika Morris Talansky. Dana yang digunakan untuk kampanye dalam ajang pemilihan umum itu bukan dana ilegal.
Olmert ditetapkan sebagai tersangka setelah diinterogasi investigator anti-korupsi selama 1 jam di rumah dinasnya. Olmert malah menuduh balik, tuduhan ini sebagai langkah histeris untuk menjegal dirinya.
Sial bagi Olmert, tuduhan ini datang kepadanya saat negara itu akan merayakan ulang tahunnya yang ke-60. Tak seperti biasanya, Olmert yang biasanya terbuka terhadap wawancara media lokal menjelang ultah Israel, membatalkan semua janji wawancaranya setelah tuduhan ini.
Partai yang berkoalisi mengusungnya pun gerah. Menteri Pertahanan Ehud Barak mengingatkan kepada Partai Buruh. “Kita harus berhitung fakta yang tampak pada situasi politik kita sekarang terhadap pemilu mendatang, bisa saja tidak diharapkan. Dan kita harus bersiap,” kata Barak. Kalau Olmert mundur, tergantung pada Presiden Israel Shimon Peres yang memilih penggantinya. Menlu Tzipi Livni, rekan satu partai Olmert di Partai Kadima, dijagokan menjadi pengganti Olmert.
Harus Segera Mundur
Walau Perdana Menteri Ehud Olmert telah berjanji akan mundur jika dirinya terbukti menerima suap ratusan juta dolar dari seorang warga AS, namun lawan-lawan politiknya tetap mendesak Olmert untuk segera mundur.
“Saat ini, perhatian perdana menteri bukan pada masalah negara dan menjalankan pemerintahan. Karena itu, ia tidak pantas memimpin negara,†jelas seorang anggota parlemen Gideon Saar dari Partai Likud kepada Radio Israel, seperti dilansir Asscociated Press, Jumat (9/5).
Seruan serupa juga datang dari koalisi pemerintahan Olmert. Shelly Yacimovich dari Partai Buruh, mengatakan Partai Buruh tidak bisa berkoalisi dengan perdana menteri yang dituduh korupsi. Keluarnya Partai Buruh dari koalisi akan menjatuhkan pemerintahan Olmert.
Menurut dugaan polisi, Olmert menerima ratusan juta dolar dari seorang pengusaha Amerika-Yahudi Morris “Moshe†Talansky sebelum menjadi perdana menteri. Namun Olmert telah membantah tuduhan itu.
Olmert menyatakan dirinya tidak akan bertahan jika terbukti bersalah. “Salah dipilih oleh warga Israel untuk menjadi perdana menteri. Saya tidak berniat mengelak dari tanggung jawab. Saya akan mundur dari posisi saya jika jaksa agung memutuskan tuduhan itu padanya,†jelas Olmert seraya menjelaskan Talansky memberikan konstribusi kepadanya saat dua kali kampanye pemilihan walikota Jerusalem.
Olmert terpilih sebagai perdana menteri tahun 2006. Dia diduga menerima suap yang melibatkan perjanjian real estate. Olmert telah beberapa kali ditanya polisi namun tidak pernah dinyatakan bersalah. Selain Olmert, beberapa sekutu dekat politiknya juga terlibat masalah hukum. Menteri keuangannya mengundurkan diri atas dugaan penipuan dan wakil perdana menteri terlibat pelecehan seksual. (detikcom/AP/WH/q)




Komentar