Hotel GM
Print This Post Print This Post

Persulit Masuknya Bantuan, PBB Kritik Myanmar

Posted in Luar Negeri by Redaksi on Mei 10th, 2008

Yangon (SIB)
Di satu sisi meminta bantuan internasional. Namun di sisi lain menolak bantuan yang diberikan negara-negara Barat. Itulah sikap yang diperlihatkan pemerintah junta militer Myanmar yang tengah menghadapi kesulitan akibat terjangan topan Nargis yang telah menelan ribuan korban jiwa. Akibat sikap pemerintah Myanmar yang menolak pekerja asing membantu korban Topan Nargis, badan tertinggi dunia mengkritik sikap junta.
PBB mengatakan kebijakan itu “belum pernah terjadi sebelumnya” dalam sejarah kerja kemanusiaan. Seperti diberitakan sebelumnya, junta Militer Myanmar menyampaikan bahwa mereka bersedia menerima bantuan asing namun menolak pekerja asing.
Juru bicara Program Pangan Dunia (World Food Program) PBB, Paul Risley mengatakan mereka telah mengajukan sepuluh kali permohonan visa di seluruh dunia termasuk enam kali di Bangkok, Thailand, tapi tidak ada yang disetujui.
“Meskipun pemerintah Myanmar berubah pikiran, tidak ada harapan untuk mendapatkan visa di Bangkok sampai hari Senin karena Jumat adalah hari libur di Thailand sehingga Kedubes Myanmar di sana juga tutup,” kata Risley. “Ini mengherankan. Kami mengimbau dengan sangat agar pemerintah Myanmar memproses permohonan visa itu secepat mungkin, termasuk dengan bekerja pada akhir pekan (hari libur),” kata Risley.
Junta militer beralasan belum siap menerima pekerja bantuan asing ditengah-tengah kritik atas tanggapan mereka terhadap dampak bencana topan. Kementerian luar negeri Myanmar mengatakan gembira menerima bantuan asing, namun akan mengendalikan sendiri distribusinya.
Penolakan Myanmar itu cukup masuk akal karena Myanmar selalu curiga terhadap segala hal yang berbau asing tampaknya sudah melekat erat. Bahkan saat kondisi kritis pun, pemerintah junta militer tidak mengizinkan orang asing untuk mengantarkan langsung bantuannya ke rakyat Myanmar.
“Saat ini Myanmar mengutamakan bantuan logistik dan berusaha sekuat tenaga untuk mengirimnya secara cepat dengan pekerja kita sendiri ke wilayah yang terkena dampaknya,” jelas Menlu Myanmar dalam surat kabar setempat seperti yang diberitakan AFP, Jumat (9/5).
Badai Nargis telah memporakporandakan Myanmar. PBB memperkirakan lebih dari satu juta orang kehilangan anggota keluarga dan harta bendanya. Mayat-mayat dan bangkai hewan bergelimpangan di wilayah selatan delta Irrawaddy yang merupakan daerah terparah diterpa badai. Bau busuk mayat terasa menusuk hidung di banyak tempat.
Myanmar sudah terang-terangan mengumumkan butuh bantuan internasional. Tetapi, rupanya pemerintahan Myanmar masih menutup diri karena takut negaranya diobok-obok kepentingan asing. “Myanmar belum siap untuk menerima sukarelawan kemanusiaan dan wartawan asing dari negara lain,” kata menlu Myanmar.
Jumlah korban tewas akibat Badai Nargis berbeda antara yang dirilis pemerintah Myanmar dengan lembaga asing. Pemerintah AS memperkirakan korban tewas Badai Nargis 100 ribu orang, namun pemerintah Myanmar mengumumkan hanya 17 orang yang tewas.
Bantuan logistik sudah berdatangan dan sudah diterima oleh Myanmar. Tetapi tidak dengan pekerja sosialnya. Lewat media nasionalnya, pemerintah Myanmar mengumumkan telah mendeportasi beberapa warga negara Qatar yang hendak memberikan bantuan kemanusiaan.
Junta Militer Myanmar Takut Pekerja Asing?
Di mata pemerintahan junta militer Myanmar, setiap orang berpotensial menjadi musuh. tidak terkecuali pekerja asing yang ingin membantu korban Topan Nargis di sana. Komunitas internasional saat ini tengah menanti kesempatan untuk mengirim bantuan yang dibutuhkan korban topan Nargis di Myanmar. Namun, mereka mendapat pelajaran bahwa penguasa militer di sana bersifat tertutup, Jenderal xenofobia (benci kepada orang asing) yang merendahkan dunia barat.
Enam hari setelah topan Nargis menghantam pesisir timur Myanmar yang menewaskan lebih dari 22.000 orang, negara itu masih tetap belum mau membuka diri. Setelah sebelumnya meminta bantuan internasional, junta kini kelihatannya tidak ingin buru-buru menyambutnya.
“Rejim militer di sana benar-benar xenofobia. Mereka takut kepada segala hal,” kata ahli Myanmar dari Universitas Macquarie Australia, Sean Turnell. “Di antara ketakutan junta adalah pemberontakan dalam negeri, invasi AS, globalisasi, dan kemampuannya untuk melemahkan budaya tradisional Myanmar. Akibat topan nargis pada hari Sabtu lalu, junta militer menunjukkan bahwa mereka takut kehilangan muka di depan rakyatnya,” ujar Turnell.
“Jika mereka tidak bisa mengatasi situasi dan membiarkan orang Barat masuk dengan helikopter, akan menunjukkan kelemahan mereka di depan rakyat,” kata Turnell. “Mereka lebih fokus untuk mengendalikan dan menunjukkan bahwa mereka maha tahu di depan rakyat daripada menyelamatkan nyawa korban,” pungkasnya.
“Mereka takut jika tentara-tentara asing masuk akan menyebarkan seruan untuk menumbangkan pemerintahan,” tambah Josef Silverstein, mantan dosen di Universitas Rutger yang mempelajari Myanmar lebih dari setengah abad.
Junta militer telah lama tidak percaya kepada dunia Barat setelah meraih kemerdekaan dari Inggris tahun 1948. Myanmar pernah dipimpin parlemen yang demokrasi sebelum dibubarkan melalui keduta oleh Jenderal Ne Win tahun 1962. Selama 26 tahun kekuasaannya, rejim Ne Win mengekang partai-partai oposisi dan menutup diri dari luar. (Detikcom/AP/WH/q)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

abilify price accutane drug aciphex acomplia diet pills actonel vertigo cheap actos aleve d allegra 180mg where to buy alli altace without prescription natural antibiotics aricept alzheimer side effects side effects arimidex cheap ashwagandha astelin atacand side effects purchase atarax generic augmentin avandia drug side effects purchase avapro online avodart bactrim side effects benadryl sleep benicar cost comparison online biaxin buspar prozac buy online cardizem celebrex 400mg cephalexin no prescription cialis price cipro tab 500mg cla pills cheap clarinex claritin dosage clomid dosage clonidine tab cheap colchicine coreg 200 mg buy coumadin order cozaar top rated creatine online crestor cymbalta price depakote long term effects cheap diclofenac differin cream diflucan side effects cheap diovan doxycycline uses effexor xr dosage cheap flagyl flomax diabetes glucophage hair loss solution jason collett hangover days hoodia hoodia lamictal withdrawal order lamisil lasix on line without a prescription on line levaquin cost levitra online lexapro red wine and lipitor Side Effects of Lisinopril melatonin hallucination micardis mobic dosage toxic level of motrin neurontin benefits Da Nexium Nizoral walmart Polski Nolvadex omnicef 300mg paxil anxiety penis extender buy phentermine online buy plan b online plavix how long Pravachol Online No Prescription Worldwide prednisone injection soy equal to premarin Prevacid Zantac uses of Prometrium propecia viagra depo provera bleeding prozac liver side effects of reglan cheap risperdal rogaine reviews seroquel XR full prescribing information singulair side effects in children 8667 skelaxin stop smoking hypnosis mp3 order strattera natural stress relief armour as an alternatives to Synthroid cheap topamax toprol coupon TORADOL IV tramadol cod TRICOR PRINTER lamictal trileptal allergy What Does Ultracet Look like valtrex buy online levitra viagra comparison VOLTAREN EMULGEL allergic hives vytorin weight loss eating plan benefits of wellbutrin pure yohimbe order zantac zetia vytorin ineffective zithromax pregnant zoloft withdrawal Zovirax Side Effects Zyban Itching zyprexa zydis zyrtec coupon buy online zyvox
abilify mg acai products buy accutane online aciphex information buy acomplia online cheap actonel online generic for actos naproxen vs aleve allegra no prescription alli coupon altace lowest price antibiotics on line buy aricept arimidex on line cheap ashwagandha astelin uk Atacand Plus and Back Pain atarax india augmentin generic buy avandia what is the prescription avapro used for avodart mg bactrim resistant uti is benadryl bad for blood pressure drug pricing Benicar 49 mg buy biaxin order buspar online cardizem for pvc's side effects from celebrex discount celadrin cephalexin dosage mail order cialis online pharmacy 500mg cipro cla sleep clarinex 5mg generic claritin clomid and leg cramps clonidine buy colchicine best price coreg fda discount coumadin purchase cozaar fat waist on creatine crestor price cymbalta xr cytotec + abortion Depakote alternative order diclofenac differin description diflucan prescription diovan settlements angioedema doxycycline information hydroxycut and effexor birth control pills and flagyl buy flomax buy glucophage online tresseme, hair loss remedy how to cure a hangover online hoodia keppra and migraines cheap lamictal lamisil prescription lasix tablets levaquin lawsuit Buy Levitra Online purchase lexapro lipitor xr order lisinopril melatonin dreams metformin tablets methotrexate tablets micardis plus mobic usa reactions motrin tylenol msm powder neurontin canada nexium generic Nizoral for Baldness buy nolvadex legal Omnicef Side Effects paxil and neocitran purchase penis extender Phentermine Tablets phosphatidylserine canada plan b canada cheapest plavix cheap pravachol no prescription buy prednisone premarin uk prevacid overdose does prometrium work quickly Where To Buy Propecia provera buy cheap prozac reglan for hyperemesis reminyl drugs generic rimonabant online risperdal price rogaine or propecia work cheapest seroquel singulair depression skelaxin canada alternative stop smoking strattera information cheap stress relief no prescription synthroid rx generic tetracycline online discount topamax changing from atenolol to toprol toradol withdrawal tramadol drug testing trazodone tablets tricor usa cheapest trileptal ultracet side effects valtrex causes insomnia buy viagra online cheapest voltaren side effects of vytorin buy cheap weight loss wellbutrin usa yohimbe information zantac toddler diarrhea side effects of Zetia zestoretic tablets zithromax looks like generic zoloft Zovirax Cream death europe zyban zyprexa side effects zyrtec description how does Zyvox kill the MRSA