Dewan HAM PBB Adakan Sidang Khusus Krisis Pangan
Jenewa (SIB)
Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-bangsa (HAM PBB) akan menggelar sidang khusus untuk membahas krisis pangan dunia pada 23 Mei, kata dewan tersebut, Kamis malam (Jumat 9/5 WIB).
Persidangan luar biasa itu, diajukan 41 dari 47 anggota dewan, yang memandang “adanya dampak negatif dari realisasi hak untuk mendapatkan pangan akibat semakin memburuknya krisis pangan dunia,†kata pernyataan Dewan tersebut.
Kuba mengajukan permintaan agar sidang mengeluarkan resolusi yang menyerukan Sidang Umum PBB mempertimbangkan diadakannya pertemuan secepat mungkin untuk membahas cara-cara mengatasi masalah ini.
Meningkatnya harga pangan secara global telah memicu kerusuhan akhir-akhir ini di Mesir dan Haiti, serta aksi protes di negara-negara lain dan larangan-larangan ekspor pangan dari Brasil, Mesir, India dan Vietnam.
Menurut Bank Dunia, harga pangan kini telah mendekati lipat dua dalam tiga tahun terakhir. Presiden Bank Dunia Robert Zoellick mengatakan kenaikan harga pangan “bisa berpotensi memerosokkan sekitar 100 juta orang di negara-negara berpenghasilan rendah ke jurang kemiskinan.â€
dana perangi krisis
Sementara itu dari Manague, 17 negara Amerika Latin mengeluarkan “darurat†pangan regional menutup konferensi tingkat tinggi (KTT) satu hari mengenai krisis pangan.
Pernyataan akhir KTT itu memasukkan inisiatif Venezuela yang menawarkan dana sebesar US$ 100 juta untuk meningkatkan produksi biji-bijian.
KTT itu menyerukan percepatan produksi pangan di Amerika Latin dan mendesak sidang Majelis Umum PBB ke-63 membicarakan krisis pangan dunia dalam pertemuan September mendatang.
Pernyataan akhir itu juga mendesak pemerintah regional untuk meningkatkan investasi di pertanian dan agar masyarakat internasional meningkatkan “secara signifikan†kerja sama untuk mengatasi krisis. (Ant/AFP/AP/SH/q)




Komentar