Hotel GM
Print This Post Print This Post

30 Ribu Ton Beras dari Jatim Akan Masuk Lagi ke Sumut

Posted in Ekonomi & Keuangan by Redaksi on Mei 10th, 2008

Medan (SIB)
Gurem atau sejenis kutu dalam beras itu sudah hal biasa ditemui. Bahkan di sejumlah gudang Bulog di Indonesia selalu ada ditemui gurem. “Cuma ada perawatannya untuk menjaga kualitasnya seperti semprotan (spraying) dan fumigasi setiap bulannya,” kata Kepala Bulog Sumut Budi Wiyono didampingi Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Sumut Drs Eddy Syofian MAP dalam keterangan pers, Jumat (9/5) di kantor Bappeda Sumut.
Dia mengatakan, pengiriman beras 10.500 ton lebih dari Jawa Timur ke Sumut adalah untuk kesediaan stok pemerintah, misalnya untuk cadangan bencana alam dan lain-lain. “Selain ke Sumut, Bulog Pusat juga mengirim stok ke seluruh daerah di Indonesia karena di Jawa beras kelebihan stok. Makanya pada 17 April 2008 lalu Jawa Timur diperintahkan mengirim beras secepatnya ke Sumut karena sekarang ini juga sulit cari kapal angkutan dan beras itu asli dari stok Bulog sendiri yang ada di Jawa Timur,” ujarnya.
Dia menuturkan, normal kapal pengangkutan beras dari Jawa Timur ke Sumut atau pelabuhan Belawan hanya satu minggu. Namun karena adanya hambatan atau gangguan cuaca selama perjalanan baru bisa tiba 18 hari di pelabuhan Belawan. “Karena kelamaan di perjalanan, guremnya pun berkembang biak dan ditambah kelembapan karena laut. Ketika tiba di Belawan guremnya sudah banyak, sehingga buruh di Belawan tak berani membongkar muatan dari kapal karena takut gatal-gatal,” paparnya.
Namun, lanjut dia, buruh angkut di Bulog sudah biasa dengan keberadaan gurem itu makanya tidak takut lagi saat membongkar beras dari gudang Bulog. “Sebab gurem itu memang tidak membahayakan, dan gurem tersebut tidak masuk di dalam beras hanya di bagian-bagian karung saja itu,” jelasnya.
Tapi untuk antisipasi, kata dia, pihaknya akan melakukan difumigasi terhadap beras 10.500 ton tersebut. “Memang sudah ada fumigasi dilakukan oleh pihak Karantina, namun tidak semua bisa tersentuh karena masih berada di dalam kapal. Keputusannya, kita akan mengangkut beras itu ke gudang Bulog di Labuhan, Mustafa dan Mabar di Medan lalu difumigasi lagi. Jadi gurem itu tidak membahayakan,” kata dia, seraya menjelaskan keberadaan gurem itu bukan saja ada di gudang Bulog tapi di gudang beras milik swasta juga ada.
Dia juga menjelaskan, dalam waktu dekat ini sekitar 30 ribu ton beras dari Jawa Timur akan masuk lagi ke Sumut melalui pelabuhan Belawan. Beras tersebut layak dikonsumsi dan beras itu merupakan produk dalam negeri.
Fungsi Bulog katanya hanya sebagai PSO (Public Service Obligation) untuk buffer stock beras dan daya standar Bulog membeli beras dari petani sesuai Inpres hanya Rp4.300/Kg. “Sedangkan harga beras di Sumut harganya lebih tinggi dibandingkan di Pulau Jawa,” ujarnya.
Dikatakannya, pihak Bulog Sumut juga telah berkordinasi dengan pihak Poldasu, Disperindag dan Pemprovsu untuk mengawasi beras ekspor ilegal atau penyelundupan beras dari Indonesia ke negara lainnya. “Karena harga beras kini di luar negeri sudah sangat mahal, harganya bisa mencapai 1.500 dolar per metric ton. Jadi kita sudah melakukan kordinasi sehingga beras kita tidak diselundupkan ke luar negeri oleh oknum-oknum tertentu,” paparnya. (M35/o)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.