Isu Santet Lewat HP Merebak di Sejumlah Daerah Warga Resah
Pekanbaru (SIB)
Mungkinkah serangan santet yang mematikan bisa dikirim lewat saluran telepon genggam? Kalau dipikir-pikir, agak mustahil. Tapi isu ini merebak di Riau Sumbar dan Bengkulu membuat warga ketakutan.
Tidak jelas siapa yang mengisukan santet HP ini. Yang jelas, isu santet lewat HP ini menyebar ke sejumlah kabupaten di Riau. Mulai dari Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Kota Dumai dan sejumlah kota lainnnya.
Sepintas isu ini memang menggelikan. Entah siapa yang menyebarkan. Isu itu menyebutkan, jangan coba-coba menerima nomor yang muncul dengan warna merah. Nomor yang muncul di layar HP dari 08666xxx dan 06666xxxx. Bila mucul nomor tersebut dan berwarna merah, maka hal itu adalah nomor dari si penyantet.
“Kalau kita menerima nomor itu, katanya kita akan jatuh sakit dan bisa meninggal dunia,†kata Satroni, warga Dumai, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (7/5).
Satroni menyebutkan, gosip yang dia dengar, sudah ada warga yang meninggal dunia gara-gara menerima nomor HP warna merah itu. “Katanya sudah ada yang meninggal di Pulau Rupat, Bengkalis, gara-gara terima nomor telepon santet itu,†kata Satroni yang termakan isu santet ini.
ISU SANTET LEWAT HP TERSEBAR LEWAT SMS BERANTAI
Isu itu sendiri merebak lewat SMS berantai. SMS yang sulit dipertanggungjawabkan itu intinya sama, tapi kata-katanya mengalami modifikasi di sana-sini. Tampaknya sejumlah orang telah mengubah-ubahnya sebelum disebarkan.
Salah satu SMS berbunyi,”Kalo ada telepon yang NOMOR BERWARNA MERAH jangan diangkat karena bisa menelan jiwa. Hari ini sudah disiarkan diberita, terjadi di Jakarta dan Duri dan sudah terbukti. Sekarang masih diusut oleh pihak KEPOLISIAN. Dugaan sementara adalah kasus PEMBUNUHAN JARAK JAUH MELALUI TELEPON GENGGAM (HP) oleh dukun ILMU HITAM / si penelepon adalah ROH GENTAYANGAN yang mencari MANGSA. Harap dimengerti dan kirim ke teman atau saudara semua. Harap saling menbantu sesama umat manusia.”
Sedangkan Zulkhaery B, pembaca detikcom, dalam surat elektroniknya menyebutkan bahwa SMS itu berbunyi: “Informasi, kalau ada nomor Hp yang 0866 atau 0666 masuk berwarna merah mohon jangan diangkat karena ada virus kematian. Soalnya di Jakarta dan Pulau Bengkalis sudah ada yang meninggal gara-gara masalah ini, orang bilang lagi uji ilmu hitam sekian sekilas info.”
Meski di Jakarta diklaim telah ada kasus itu, namun menurut pantauan detikcom, isu ini tidak terdengar sama sekali di Jakarta.
POLISI: SANTET LEWAT HP BOHONG!
Wakapolres Bengakalis Kompol Trunoyudo yang dikonfirmasi soal isu santet lewat ponsel, menegaskan bahwa isu itu memang cuma isu, kerjaan orang tidak bertanggung jawab.
“Bohong saja itu,” kata Trunoyudo pada detikcom, Kamis (8/5).
Dia juga menegaskan tidak benar ada warga di Pulau Rupat, Bengkalis, yang meninggal gara-gara menerima nomor telepon santet itu, seperti yang menjadi buah bibir masyarakat setempat.
“Isu santet itu jelas membuat warga resah. Jadi warga jangan percaya dengan isu yang nggak jelas itu. Saya sendiri sampai saat ini belum menerima laporan apa pun dari warga soal isu santet itu,” ujarnya.
Secara akal sehat memang kabar berantai ini tidak masuk akal. Namun hingga kini SMS berantai yang mengabarkan isu itu masih saja berseliweran di Riau. Untuk menyetop isu tampaknya mudah: stop memforward SMS santet! Selain menghentikan keresahan, juga hemat pulsa.
POLDA RIAU GANDENG TOKOH AGAMA & SELULAR TANGANI ISU SANTET
Polda Riau meminta masyarakat tidak terpancing isu santet lewat handphone yang merebak. Isu itu tidak bisa dipercaya dan dilakukan oleh orang iseng saja.
“Kita akan turunkan tim untuk menangani isu-isu yang menyesatkan masyarakat. Kita sudah koordinasi dengan semua pihak baik DPRD, tokoh agama dan praktisi selular untuk mencari tahu rumor telepon ini,” kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Zulkifli kepada detikcom, Kamis (8/5).
Zulkifli meminta masyarakat Riau tidak terpancing isu itu. “Nggak mungkinlah orang membunuh lewat telepon. Jelas ini kerjaan orang iseng saja,” ujarnya.
KEKUATAN IMAN MAMPU KALAHKAN SANTET LEWAT MEDIA APA PUN
Santet dan ilmu-ilmu hitam sejenisnya datangnya dari setan. Tidak perlu khawatir untuk menangkalnya. Cukup bekali diri dengan iman yang kuat, niscaya santet dan sejenisnya akan lari menjauhi kita.
“Masyarakat harus sadar, bahwa semua itu datang dari setan. Setan lebih rendah daripada manusia. Sehingga, jika kita lebih kuat imannya serta yakin kepada Allah, maka ancaman santet seperti apa pun insya Allah akan terhindar,” ujar anggota Komisi Agama DPR, Hilman Rosyad Shihab, kepada detikcom, Kamis (8/5).
Namun demikian, menurut Hilman, santet adalah realitas di masyarakat kita dan bukan merupakan kebohongan. Hilman meminta agar masyarakat menaggapi biasa saja isu-isu tersebut dan tidak terlalu resah.
Hilman meminta agar operator selular bertanggung jawab dengan isu santet via ponsel itu. Mereka diminta untuk mengecek nomor sang pengirim. “Ini adalah perbuatan yang melanggar agama dan bisa jadi melanggar hukum. Jadi operator harus bertanggung jawab dengan melacak nomor pengirimnya,” pinta Hilman.
Kepolisian pun, menurut Hilman juga diminta untuk proaktif mengusut tuntas masalah ini agar tidak semakin membuat suasana semakin keruh. “Agar masyarakat juga tidak semakin resah,” pungkasnya.
Menurut Anda, mengapa sampai ada fenomena? Sampaikan di thread khusus pada Forum! (detikcom/s)




Komentar