Hotel GM
Print This Post Print This Post

Irjen Depdiknas RI : UN di Medan Aman, Tidak Ada Corat-Coret Seragam Sekolah

Posted in Medan Kita by Redaksi on Mei 9th, 2008

Medan (SIB)
Berdasarkan hasil pemantauan Tim Irjen Depdiknas RI, secara umum pelaksanaan UN SMP/MTs/SMPLB sederajat dengan bidang studi IPA di Medan berlangsung tertib dan aman, Kamis (8/5).
Menurut Irjen Depdiknas RI Drs Sudarko didampingi staf Drs Syamsuri, sesuai pemantauan timnya di berbagai sekolah Medan tidak ditemukan adanya kebocoran soal serta kecurangan pada penyelenggaraan ujian akhir tersebut. Bahkan aksi corat-coret seragam sekolah tidak terlihat usai berakhirnya ujian tersebut.
Dikatakan, selama 4 hari ujian (5 s/d 8 Mei 2008), pihaknya belum mendapat laporan adanya penyimpangan dan kecurangan pelaksanaan ujian akhir di Medan termasuk di Sumut sesuai hasil pantauan timnya, secara umum UN SMP sederajat juga berjalan lancar.
“Seluruh petugas pengawas di kelas pada berbagai sekolah maupun anggota TPI (Tim Pemantau Independen) se-Sumut telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan bertanggungjawab selama ujian nasional dimaksud berlangsung,” ujarnya menjelaskan.
Menanggapi soal masalah UN di sejumlah daerah, ditegaskan, jika ada sejumlah masalah selama penyelenggaraan UN akan terus ditindaklanjuti oleh pihak berwenang atau terkait sampai tuntas.
Serahkan Piagam Penghargaan
Sementara itu, Kepsek SMP Harapan 2 Medan menyerahkan piagam penghargaan kepada Pengawas Ujian Dewanto Sitorus SPd Guru SMPS Kristen Immanuel Medan telah melaksanakan SK Diknas Kota Medan No 420/5077.Pr/08 tanggal 14 April 2008 sebagai pengawas Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2007/2008 di SMP Swasta Harapan 2 Medan mulai tgl 5, 7 dan 8 Mei 2008 sehingga dapat terlaksana dengan aman, tertib dan lancar sesuai dengan ketentuan Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2007/2008.
“Peserta ujian di sekolahnya berjumlah 196 orang ditampung pada 10 ruangan serta diawasi sebanyak 20 pengawas dalam kelas serta 4 pengawas di luar kelas maupun anggota TPI,” tandasnya.
Tinjau
Secara terpisah, sejumlah Pengawas dari Dinas Pendidikan (Disdik) Medan meninjau penyelenggaraan Ujian Nasional tersebut di SMP Santo Thomas 4 Jalan S Parman Medan.
Para pengawas itu diterima oleh Kepsek SMP Santo Thomas 4 Medan Romasi Sinambela SPd sekaligus menjelaskan kondisi pelaksanaan ujian dimaksud di sekolahnya. Siswanya mengikuti UN ini berjumlah 101 yang ditampung pada 6 lokal atau ruangan yang diawasi 12 petugas pengawas dan anggota TPI Sus Sasman SSi.
Tidak Ada Kebocoran Soal di SMPN 25
Inspektorat Jenderal (Irjen) Departemen Pendidikan Nasional turut melakukan penyelidikan terkait temuan “kopekan” di SMP Negeri 25 Medan Jalan Rawe Martubung yang diduga berkaitan dengan kebocoran soal pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Kamis (8/7).
Sebelumnya 2 pengawas yang menemukan kertas ujian telah diperiksa di Polsekta Medan Labuhan sementara itu 8 siswa yang kedapatan membawa kertas kopekan diperiksa 2 anggota tim Irjen Depdiknas Sudarko dan Syamsuri didampingi Kasubdis Pra Sekolah dan Pendidikan Dasar (PPD) Drs Masrul Badri.
Kepala Sekolah SMP Negeri 25 Medan Drs Poltak Manurung Amd saat dikonfirmasi mengatakan bahwa siswa yang kedapatan memiliki kopekan tetap diizinkan mengikuti UN.
Kepala Dinas pendidikan Medan Drs H Hasan Basri MM dalam siaran persnya di Balaikota Medan didampingi PH Kabag Humas Pemko Medan Rusdy Siregar SE mengatakan bahwa pihaknya sudah menurunkan tim ke SMP Negeri 25 Medan terkait masalah yang terjadi dan menegaskan bahwa tidak ada terjadi kebocoran soal. Hasil yang ditemukan tim tersebut diketahui bahwa kertas yang diambil dari tangan siswa tidak berkaitan dengan soal ujian. (M15/M11/f)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.