unita
Print This Post Print This Post

Virus EV71 Sudah Sampai Singapura, Indonesia Patut Waspada

Posted in Berita Utama by Redaksi on Mei 8th, 2008

Jakarta (SIB)
Virus usus enterovirus 71 (EV71) telah menewaskan tak kurang dari 20 anak di China. Kini, sejumlah orang di Singapura juga terjangkiti virus itu. Indonesia patut waspada.
“Ya namanya juga virus, kita juga patut waspada. Di Singapura sebelumnya juga pernah ada yang kena,” kata Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Depkes Tjandra Yoga Aditama dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (7/5).
Menurut dia, EV71 terkadang menimbulkan hal yang berat bagi orang yang terjangkit. “Memang dokter yang harus lebih waspada. Karena ini bisa menyebabkan gangguan sistem syaraf,” lanjut Tjandra Yoga.
Virus ini biasanya menyerang anak-anak. Dalam keadaan tertentu seseorang bisa terserang virus ini.
Selain China dan Singapura, sejumlah orang di Vietnam dan Taiwan juga terinfeksi virus tersebut. Meski patut waspada, namun Indonesia belum akan mengeluarkan travel warning. Dan hingga saat ini, WHO belum mengkonfirmasikan virus tersebut sebagai kewaspadaan internasional.
“Belum ada informasi virus ini menular antarnegara. Singapura dengan China kan jauh. Kalau yang bersangkutan tidak ada kontak ya tidak ada penularan,” sambung Tjandra.
Virus EV71 yang menyebabkan penyakit mulut, kaki dan tangan ini sangat menular. Virus ini disebarkan melalui kontak langsung dengan lendir, air liur atau kotoran orang yang terinfeksi virus ini. Balita paling rentan terkena virus ini karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih lemah.
Penyakit ini awalnya ditandai dengan demam, kulit melepuh, bisul-bisul di mulut, dan bintil-bintil merah pada kulit. Pada kasus yang gawat, EV71 bisa menimbulkan kerusakan otak, jantung dan paru-paru.
Jangan Meludah Sembarangan!
Meludah sembarangan memang kebiasaan yang tidak baik. Namun kebiasaan ini kerap dijumpai di jalanan. Jika orang yang meludah terinfeksi EV71 alias enterovirus 71, maka virus itu akan menyebar melalui air liurnya.
“Bisa saja tertular (dari orang yang meludah sembarangan). Tapi biasanya kan kalau sakit nggak jalan-jalan, jadi nggak meludah di jalan,” kata Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Depkes Tjandra Yoga Aditama dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (7/5).
Menurut dia ada 3 hal yang menyebabkan seseorang terinfeksi suatu virus yakni virus yang terlalu kuat, kondisi orang bersangkutan yang terlalu lemah, dan lingkungan yang tidak mendukung (lingkungan tidak sehat).
“Kalau kena virus sebenarnya bisa sembuh. Jadi tingkatkan saja daya tahan dengan beristirahat cukup, dan mengkonsumsi vitamin. Dan meningkatkan kekebalan itu bisa dengan immune globulin,” sambung Tjandra Yoga.
Agar tidak terinfeksi virus ini, hendaknya masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat. Bila ada keluhan demam, kulit melepuh, bisul-bisul di mulut, dan bintil-bintil merah pada kulit, maka segera menghubungi dokter.
“Gejala klinisnya pada kulit dan mulut. Ini berbeda lho ya dengan penyakit kuku dan mulut. Karena ini tidak ada hubungannya dengan binatang,” lanjut dia.
“Virus ini juga pernah ditemukan di Malaysia. Saat itu banyak yang kena, tapi saya tidak ingat apakah menimbulkan kematian atau tidak,” imbuh Tjandra Yoga.
Virus EV71 yang menyebabkan penyakit mulut, kaki dan tangan ini sangat menular. Virus ini disebarkan melalui kontak langsung dengan lendir, air liur atau kotoran orang yang terinfeksi virus ini. Balita paling rentan terkena virus ini karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih lemah.
Penyakit ini awalnya ditandai dengan demam, kulit melepuh, bisul-bisul di mulut, dan bintil-bintil merah pada kulit. Pada kasus yang gawat, EV71 bisa menimbulkan kerusakan otak, jantung dan paru-paru.
Virus EV71 Sudah Mampir di DKI
Virus usus enterovirus 71 alias EV71 yang saat ini menghajar China bukan virus baru di Indonesia. Pada tahun 2007, virus yang menyebabkan penyakit tangan, kaki dan mulut itu pernah melanda Jakarta.
“Sudah lama itu, tahun 2007 juga sudah ada yang masuk ke rumah sakit selama beberapa hari dengan gejala penyakit mulut dan tangan. Kalau sudah di Jakarta, logikanya berarti ada di daerah lain,” kata Guru Besar Mikrobiologi Klinis FK UI Amin Soebandrio dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (7/5).
“Memang tidak dilakukan pemeriksaan virologi waktu itu. Tapi kalau dari gejalanya sangat mirip. Secara klinis, dokter pun menyimpulkan itu hand foot and mouth disease,” jelasnya.
Saat itu, lanjut Amin, penderitanya seorang anak dari kalangan menengah. Anak itu mengalami gejala penyakit yang sama dengan yang terjadi di China sekarang. Yaitu demam, kulit melepuh kemerahan, timbul bintil serupa cacar di mulut dan tangan.
“Kalau tidak aware, orang menyangka itu sariawan,” imbuhnya.
Meski pernah terjadi di Jakarta, penyakit mulut dan tangan itu tidak menjadi wabah. Penyakit itu juga tidak sampai menyebabkan kematian seperti yang terjadi di China.
“Saat itu dirawat beberapa hari, terus sembuh,” kata Amin.
Tidak Mematikan
Menurut Amin, sebenarnya virus EV71 tidak mematikan jika dilakukan penanganan yang tepat. Jika segera dirawat dengan baik, penyakit ini akan hilang dengan sendirinya.
“Cuma yang dikhawatirkan komplikasinya. Kalau tidak cepat ditangani, itu bisa berbahaya,” jelasnya.
Jika gejala awalnya sudah muncul, maka penderita harus dijaga agar tidak mengalami dehidrasi dan infeksi sekunder. Sebab, daya tahan tubuh yang turun mempermudah terjadinya infeksi.
“Kalau infeksi berat sudah terjadi, bisa berakibat ke otak. Itu yang mungkin menyebabkan kematian. Makanya sebaiknya begitu ada gejala awal, langsung dibawa ke dokter. Nanti disarankan untuk diisolasi, kemudian dilakukan observasi, selanjutnya pengobatan anti virus,” urai Amin. (detikcom/h)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.