Uskup Agung Imbau Umat Katolik Lebih Banyak Ikut Aksi Damai
Medan (SIB)
Coajutor Uskup Agung Medan Mgr AB Sinaga OFM Cap mengimbau umat Katolik di wilayah ini, khususnya di Binjai untuk lebih banyak ikut aksi damai agar pembangunan Gereja HKBP Binjai Baru di Jl Dr Wahidin jalan Tandem terus dilanjutkan. “Syaratnya, jangan anarkis, jangan menggangu ketertiban umum. Kata-kata harus menciptakan kedamaian. Umat Katolik pun harus melakukan hal serupa bila ada rumah ibadah agama lain diganggu fisik atau terganggu karena kebijakan,†imbau Coajutor Uskup Agung Medan Mgr AB Sinaga OFM Cap usai menerima rombongan Pemuda Katolik Sumut di Keuskupan Agung Medan, Selasa (6/5) malam.
Di tempat yang sama, usai diskusi tertutup dengan sejumlah elemen kekatolikan dan tokoh kerasulan awam, Ketua Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Sumut Ir Oloan Simbolon MSi menginstruksikan keluarga besar khususnya kader, mengerahkan massa lebih banyak untuk aksi damai. “Kasus Gereja HKBP Binjai harus selesai pembangunannya sesuai direncanakan panitia pembangunan. Pemuda Katolik pun harus melakukan hal serupa bila ada lambang-lambang agama lain terusik,†ujar Oloan Simbolon didampingi sekretaris Yohannes Naibaho dan wakil ketua Hotdiman Manik.
Mgr AB Sinaga OFM Cap mengatakan, dalam doa, seluruh warga Katolik memanjatkan permohonan agar persoalan rumah ibadah di seluruh dunia, di seluruh Indonesia, khususnya Gereja HKBP Binjai Baru selesai dengan damai. Kehadiran rumah ibadah seperti gereja, ujarnya, membuktikan bahwa di tempat tersebut dan lingkungan adanya manusia yang takut akan Allah hingga damai tercipta. “Sebagai pengikut Tuhan Yesus Kristus, saya kecewa karena kedamaian di bumi ini, khususnya di wilayah ini, terusik. Perayaan 100 tahun CCA yang mendunia di Medan, Sumatera Utara, sudah terusik atau mungkin rusaklah tapi harus diterima. Ke depannya, harus ditunjukkan pada dunia bahwa yang rusak saat ini diperbaiki dengan sikap dan aksi damai,†ujar Mgr AB Sinaga OFM Cap sambil mengatakan kaum pengikut Tuhan Yesus Kristus jangan menyalahkan umat agama lain karena kasus Gereja HKBP, sebab yang melakukan kekurangbijakan adalah oknum pimpinan yang dipilih bersama. “Sebagai umat yang dipimpin, umat, khususnya kita pengikut Tuhan Yesus Kristus, mendoakan dan mengingatkan bahwa yang dilakukan oknum pimpinan adalah salah. Umat harus mengingatkan dengan aksi damai,†tandas Mgr AB Sinaga OFM Cap.
Oloan Simbolon mengatakan, sebagai umat beragama hatinya terluka dan berontak. “Saya yakin oknum pimpinan di Binjai paham akan makna hidup damai dalam keragaman agama dan tak ada agama di dunia yang mengajarkan kekerasan. Kebijakan menghambat pendirian rumah ibadah adalah kebiadaban intelektual. Kebiadaban itu harus dilawan. Perlawanannya harus melalui jalur hukum dan turun ke jalan untuk membuktikan bahwa hati dan fisik kita terluka,†tandasnya. Oloan Simbolon mensitir ucapan Mgr AB Sinaga OFM Cap bahwa aksi yang dilakukan dengan cara damai. (r10/g)




Komentar