usxii
Print This Post Print This Post

Ephorus HKBP Tinjau Gereja HKBP Binjai Baru yang Mau Dirobohkan Pemerintah

Posted in Berita Utama by Redaksi on Mei 8th, 2008

Medan (SIB)
Jemaat HKBP Binjai diajak tekun berdoa dan mengeluhkan tantangan di dalam kedamaian dan ketertiban. Hal itu disampaikan Ephorus HKBP Pdt DR Bonar Napitupulu yang datang meninjau dan memberikan siraman rohani kepada jemaat untuk tetap teguh dan semangat melanjutkan pembangunan gereja, di lokasi gereja Binjai Baru Jalan Wahidin Binjai, Selasa (7/6).
Ephorus yang didampingi Pdt Donal Sipahutar, Pdt Maulinus Siregar, Pdt Sahat Siburian dan Praeses HKBP Distrik XXIII Langkat Pdt Monang Silaban STh, Pdt K Sianturi, Pdt K Sibarani, pada saat peninjauan itu diawali dengan kebaktian singkat dan aparat kepolisian masih tetap berjaga-jaga di lokasi tersebut.
Saat itu juga dijelaskannya bahwa bangsa Indonesia dibentuk dari keberagaman namun saat ini masih ada keprihatinan karena sesama insan bangsa Indonesia masih terkendala untuk bisa berkumpul di dalam keberagaman itu.
“Padahal kita ketahui, tidak akan mungkin kesatuan itu dirajut dalam keseragaman, tetapi kesatuan itu selalu dirajut atas berbagai keberagaman, itu yang dikatakan Bhineka Tunggal Ika” ujarnya.
“Saya selalu menyerukan kepada semua anggota jemaat, tolong sadari itu, walaupun kita mungkin menderita, tapi kita sudah sempat sepakat menjadi Bangsa Indonesia, kita harus pertahankan itu. Kita harus mau hidup rukun sesama bangsa Indonesia,” tambahnya.
Ephorus, mengutip pernyataan DR TB Simatupang, yang menyebut “sekali kita memproklamasikan kita menjadi bangsa Indonesia, maka setiap jengkal nusantara ini adalah tanah tumpah darah saya sebagai insan bangsa Indonesia. Dan saya harus bisa hidup di setiap jengkal nusantara ini, karena saya Insan bangsa Indonesia, karena Nusantara ini telah kita sepakati menjadi tanah tumpah darah bangsa Indonesia”.
Menyangkut kerukunan, Ephorus juga mengutip kotbah dari Zainuddin MZ yang menyebut kita itu harus seperti lebah karena lebah itu apapun dimakan hasilnya pasti madu, dan di manapun hinggap, pasti tidak ada satupun dahan yang patah. “Artinya umat Indonesia itu maunya di manapun jangan ada kericuhan, itulah kemauan kita,” katanya.
Walaupun demikian, Ephorus mengingatkan agar jemaat juga harus mau berkaca, mungkin kita juga selalu terlalu banyak mempertahankan diri sebagai “Orang Batak”. Padahal kita bukan lagi Orang Batak, tetapi kita telah menjadi orang Indonesia. Mengapa kita tidak bisa hidup rukun sebagai bangsa Indonesia, di tengah-tengah nusantara ini yang nota bene adalah tanah tumpah darah kita bersama.
“Walaupun apa yang dialami saat ini sebagai penderitaan saya ingatkan kita tidak perlu sakit hati, tidak perlu sampai ada kebencian kepada sesama umat, dan umat yang lain,” ujar Ephorus.
Untuk menguatkan jemaat HKBP Binjai Baru yang mengalami keprihatinan, Ephorus menyampaikan kutipan Nats Alkitab dari Lukas 12 Ayat 32, “Unang ho mabiar ale punguan nametmet, ai nunga dihalomohon Amamuna mangalehon harajahon tu hamu” (Dalam Iman kepada Tuhan janganlah takut, hai, kawanan kecil karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu kerajaanNya).
Menurutnya penderitaan itu bisa datang, tapi janji Tuhan kepada kita adalah “Unang mabiar Ahu do marporang humokhop hamu, asal ma hohom hamu”.
Ephorus juga salut karena unjuk rasa yang dilakukan ribuan jemaat Kristiani di Binjai hari Senin (5/5-08), berlangsung dalam keadaan damai, dan itulah ciri-ciri umat Kristen, kalaupun kita unjukrasa kita harus seperti murid Yesus, karena murid Yesus senantiasa tidak akan mau menimbulkan kerusakan apapun.
Jangan takut kalau Yesus mengatakan, jangan ada sakit hati, walaupun kita tetap memperjuangkan yang kita rasa adalah hak kita sebagai warga negara.
Apa yang dialami umat Kristiani di Binjai, sebut Ephorus mungkin bisa saja seperti peristiwa Saulus, tapi mungkin juga harus menunggu waktu dan Ephorus menyampaikan keyakinannya bahwa Tuhan tetap bekerja untuk jemaat HKBP Binjai Baru dengan memberikan hikmat kepada Pemerintah Kota Binjai dan umat beragama lainnya.
Ephorus juga menyebut, pada dasarnya gereja adalah untuk membuat orang baik, mengapa harus dimusuhi. Kepada umat diingatkan juga agar banyak berdoa dan mengeluhkan segala tantangan di dalam kesopanan dan ketertiban serta tidak menimbulkan hal–hal yang tidak diingini.
Pada akhir seruannya Ephorus mengatakan bahwa sebelumnya Sekjen HKBP telah memberikan “sipirni tondi” kepada jemaat HKBP Binjai Baru dan saat ini saya sampaikan “sipirni tondi” berupa Firman Tuhan agar semua jemaat dikuatkan Tuhan.
Pada kunjungan itu sempat dilakukan tanya jawab dan diakhiri dengan meninjau lokasi gereja.
Sebelumnya Ephorus diterima Praeses HKBP Distrik XXIII Langkat di kediamannya dan melaporkan kronologis pembangunan Gereja HKBP Binjai Baru dan aksi unjuk rasa 53 perwakilan gereja-gereja di Binjai, Senin (5/5). (M29/d)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.