BBM Naik, Pemuda Kiara Sumut Khawatirkan Ledakan Masalah Sosial Kemasyarakatan
Medan (SIB)
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Kiara Sumut mengkhawatirkan timbulnya air bah masalah sosial kemasyarakatan sehubungan kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Dengan kondisi perekonomian seperti sekarang, pengangguran dan kemiskinan sudah menjadi permasalahan rumit. Bila rencana kenaikan BBM direalisir, jumlah penduduk miskin dan pengangguran pemuda pasti membengkak dengan konsekuensi timbulnya masalah demi masalah yang mengancam ketenteraman kehidupan sosial keindonesiaan.
Pernyataan Pemuda Kiara Sumut disampaikan ketua Hendri Dunan Purba SH, Sekretaris H Wendy SH, Bendahara Aligusti Harahap usai pertemuan menggodok kandidat Ketua KNPI Sumut yakni H Yasir Ridho Lubis, Andi Atmoko Panggabean, Iman Swadiri Ginting dan Suheri di Sentra Progres Building - Darusallam Medan, Selasa (6/5).
Pemuda Kiara Sumut mengapresiasi upaya Pemerintah mengentaskan kemiskinan tapi langkah menaikkan BBM dapat kontraproduktif dengan upaya tersebut. Maksud mengamankan penduduk miskin dengan subsidi silang atau bantuan langsung tunai (BLT) hendaknya benar-benar sampai pada warga miskin dan BPS harus mengaktualisir data penduduk miskin hingga beban hidup masyarakat tidak makin memberatkan.
Atas kenyataan kehidupan sosial ekonomi kemayarakatan yang makin sulit, Pemuda Kiara berharap Ketua KNPI Sumut terpilih memiliki kemampuan mensinerjikan program dan merealisirnya dalam kehidupan hingga persoalan pemuda, khususnya pengangguran terbantu penyelesaiannya. “Yakni mampu menyiptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja lebih banyak. Ketua KNPI Sumut terpilih hendaknya membuat proyek percontohan pemuda di semua sektor pembangunan,†jelas Hendri Dunan Purba sambil mengatakan cara itu selain untuk memberi penambahan kualitas pada pemuda juga melatih dalam kehidupan bermasyarakat.
Ahli hukum low proffile itu berharap kiranya ketua KNPI Sumut terpilih mau dan mampu menghimpun potensi kepemudaan di Sumut yang dinamis dan menumbangkan sekat-sekat kepemudaan yang tercipta selama ini. “Konsep penumbangan sekat-sekat itu adalah untuk melestarikan kekondusifan yang sudah tercipta di daerah ini,†ujar Hendri Dunan Purba. (r10/h)




Komentar