Topan Nargis Terjang Myanmar, 351 Orang Dilaporkan Tewas
Yangon (SIB)
Lebih dari 351 orang tewas saat topan Nargis menghantam Myanmar dan menyebabkan banyak gedung hancur, menurut seorang pejabat di kementerian informasi. “Berdasarkan informasi terakhir yang kami peroleh, 19 orang tewas di Yangon dan 222 lainnya tewas di Ayeyawaddy,” ujar pejabat itu kepada AFP, Minggu (4/5).
Topan Nargis menyebabkan longsor di tepi sungai Ayeyawaddy (Irrawaddy), sekitar 220 kilometer baratdaya Yangon, Jumat malam sebelum menghantam Yangon. Pemerintah militer Myanmar mengumumkan daerah-daerah bencana di lima negara bagian yakni di Yangon, Ayeyawaddy, Bago, Mon dan Karen.
Topan Nargis, yang memiliki kecepatan angin 190km per jam ketika Sabtu, menyebabkan jalan-jalan kota utama bekas Burma itu dipenuhi puing-puing akibat pohon-pohon yang roboh dan gedung-gedung yang porak poranda. Jaringan telepon dan sambungan internet ke kota tersebut juga terganggu. Hambatan komunikasi ini mempersulit upaya untuk mengukuhkan skala kerusakan yang ditimbulkan. Sedangkan, harga pangan naik dua kali lipat.
“Semua porak poranda. Atap rumah dan antena parabola terbawa angin. Jendela-jendela pecah di Yuzana Plaza. Iklan tepi jalan juga terbawa angin… semuanya porak poranda,” kata seorang warga. “Saya belum pernah melihat yang seperti ini,” kata seorang pensiunan pegawai negeri kepada Reuters. “Ini mengingatkan saya akan Badai Katrina di Amerika Serikat,” katanya.
Personel militer dan polisi dikerahkan untuk melakukan operasi penyelamatan. Di Labutta, yang berada di delta, 75% bangunan ambruk, dan 20% bangunan terkoyak atapnya, kata televisi negara. Banyak atap yang terbang kendatipun gedung-gedung itu kokoh, yang diperkirakan kerusakan lebih besar di kota-kota kecil yang terletak di pinggiran kota itu di delta sungai yang berpenduduk lima juta jiwa itu. Di sejumlah kota di delta Irrawaddy, badai kuat melanda Jumat malam yang mengumpulkan kekuatan di perairan tropis Teluk Benggala, lebih dari separuh gedung-gedung rusak atau ambruk, kata suratkabar-suratkabar pemerintah.
Media resmi mengatakan empat kapal tenggelam di pelabuhan Yangon. Seorang pejabat di Bandara Internasional Yangon mengatakan semua pesawat yang akan mendarat telah dialihkan ke kota terbesar kedua Mandalay, di daerah tengah negara Asia Tenggara itu, dan semua keberangkatan dari Yangon telah dibatalkan.
Setelah menerjang Birma Badai Nargis bergerak ke Thailand, yang telah mengeluarkan peringatan ancaman badai. Namun, tampaknya kekuatan badai itu telah berkurang. Tidak diketahui dampak badai itu pada referendum mengenai sebuah konstitusi yang disusun militer yang menurut rencana akan diselenggarakan 10 Mei.
Konstitusi itu adalah bagian dari satu “peta jalan menuju demokrasi†yang mencapai puncaknya pada pemilu multi partai tahun 2010 dan berakhirnya hampir lima dasawarsa kekuasaan militer. Para pengeritik mengatakan konstitusi itu memberikan kekuasaan yang luas kepada militer. (Ant/Rtr/AFP/h)




Komentar