Hotel GM
Print This Post Print This Post

Suatu Bangsa Dikatakan Maju Bila Pendidikannya Telah Maju

Posted in Pendidikan by Redaksi on Mei 5th, 2008

Medan (SIB)
Ketua Yayasan Yanada Medan Drs Tenang Malem Tarigan Ak mengatakan, suatu bangsa dapat dikatakan maju dan diakui oleh negara-negara lain, karena pendidikannya telah maju serta mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Tanpa menguasai Iptek dalam era globalisasi ini dan memasuki AFTA 2010, suatu negara bisa terpuruk, karena kurangnya SDM yang berkualitas.
“Oleh karena itu, kami mengingat dan mengenang tokoh pendidikan nasional Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara, di mana cita-cita beliau dengan cita-cita kami sama yakni berjuang untuk memajukan pendidikan,” kata Tenang Malem Tarigan pada peresmian kampus Politeknik Yanada di Jalan Iskandar Muda Medan, Sabtu (3/5).
Dikatakan, pemerintah sejak orde baru hingga sekarang telah berupaya untuk memajukan pendidikan, namun perkembangan pendidikan tersebut masih menghadapi tantangan seiring dengan perjuangan dan perjalanan bangsa. Secara jujur perkembangan pembangunan pendidikan di tanah air sudah banyak mengalami kemajuan, namun masih banyak persoalan yang harus diperbaiki seiring perkembangan zaman dan berbagai kultur di era global ini.
“Kami membuka Politeknik Yanada ini bukan asal buka dan diresmikan oleh pemerintah akan tetapi kami bertanggungjawab atas kelangsungannya. Kami juga berjanji bahwa lembaga pendidikan ini akan dikelola secara profesional dan bermutu sesuai dengan moto kami yakni pendidikan profesi kami, ilmu persembahan kami dan untuk anda pengabdian kami,” kata Tenang Malem.
Sementara itu, Kopertis Wilayah I Prof T Silvana Sinar MA dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan tanggungjawab mandiri untuk merancang, menyelenggarakan dan melaksanakan kegiatan fungsional pendidikan dengan menuangkan disiplin ilmu sehingga di dalam proses pembelajarannya mengacu pada perkembangan iptek serta keperluan pembangunan masyarakat khususnya pembangunan di Sumut.
Dikatakan, dalam penyelenggaraan proses pembelajaran, tenaga pendidik dan tenaga penunjang pendidikan harus dapat memiliki kemampuan akademik atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmunya agar peserta didik yang dihasilkan berkualitas.
Dijelaskan, pendidikan nasional akan menghasilkan manusia Indonesia yang mempunyai kecerdasan menyeluruh yaitu rohani, intelektual, sosial, emosional, estetika dan kecerdasan kinestetik. Oleh sebab itu pengembangan kurikulum perlu memasukkan unsur-unsur kecerdasan.
“Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi khususnya politeknik juga perlu memasukkan muatan yang mengarah kepada tercapainya link dan match antara PTS dengan stakeholders, 40 persen teori dan 60 persen praktikum,” katanya. (M5/v)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.