Serunya Tawar Menawar di Filipin
Kinabalu (SIB)
Matahari baru saja terbenam, namun inilah waktu yang tepat untuk menjelajahi Kota Kinabalu. Sambil menyaksikan matahari terbenam di Laut Cina Selatan, menikmati makan malam dengan menu seafood di sepanjang pantai di seberang kawasan Lorong Api Centre adalah pilihan paling maknyus.
Usai makan malam, silahkan shopping sampai bangkrut. Berbelanja di seputaran Centre Point, mallnya Kinabalu yang menyediakan aneka barang bermerk, atau memilih mengunjungi Pasar Malam.
Nah, detikcom memilih yang kedua. Tak sampai 5 menit berjalan kaki dari kawasan Lorong Api Centre, sampailah di pasar tersebut.
Pasar malam ini mirip Pasar Tanah Abang di Jakarta. Namun yang menarik, mayoritas pedagang di sini adalah warga muslim Filipina yang sudah belasan tahun menetap di Sabah. Mereka mengungsi akibat kondisi politik yang bergejolak di negerinya. Karena itu pasar ini suka disebut Pasar Filipin.
Perhiasan dari mutiara banyak dijajakan disini. Harganya bervariasi mulai dari 5 Ringgit malaysia (RM) hingga ratusan RM. Tergantung kualitasnya. jangan lupa, keahlian anda menawar di sini sangat dibutuhkan. Pedagang di sini cukup ramah, jangan ragu untuk menawar.
“Boy, belilah bros ini, 25 ringgit saja,” tawar seorang pedagang mutiara, Afifah (34) pada detikcom yang sempat mengunjungi pasar malam pada Selasa 15/4/2008.
“Tak ada wang, makcik, kurang sikitlah,” jawab detikcom, mencoba menawar.
Akhirnya tercapai kesepakatan 15 RM untuk sebuah bros dan 8 RM untuk sebuah gelang mutiara. Cukup murah kan? detikcom juga sempat membeli sebuah syal yang ditenun dengan motif ala borneo, harganya? Cuma 13 RM!
Usai berbelanja saatnya menikmati segelas teh tarik hangat di kedai-kedai makanan di dekat pasar malam. Benar-benar malam yang tak terlupakan.
Kinabalu, The Land Below The Wind
Ingin berbelanja, menyelam, mendaki gunung sekaligus? Kinabalu yang menjadi ibukota Negara bagian Sabah, Malaysia, mungkin bisa menjadi pilihan.
KK, panggilan kota Kinabalu memang menjadikan kegiatan petualangan dan eco-tourism sebagai daya tarik utama kota ini. Sesuai dengan semboyannya The Land Below The Wind.
Kinabalu dapat dicapai lewat penerbangan dari Kuala Lumpur. Waktu tempuhnya sekitar 2 jam 50 menit.
Kota yang terletak di tepi laut Cina Selatan ini, memang indah. Anda dapat berkeliling kota dengan taksi atau menggunakan mini bas. Tarif berkeliling kota dengan taksi sekitar 30-50 RM, namun dengan mini bas hanya 2-3 RM.
Jika ingin menyelam atau diving, Anda dapat memilih beberapa pilihan spot diving yang dekat dengan KK. Mulai dari Tunku Abdul Rahman Park, Pulau Layang-layang, Pulau Tiga dan Pulau Labuan.
Harga untuk diving trip perharinya berkisar antara 285-350 RM, jumlah itu sudah termasuk alat selam lengkap, perahu dan guide. Jika ingin mendaki gunung, maka Mount Kinabalu setinggi 4.095 meter, hanya memerlukan waktu dua jam perjalanan dari KK.
Jika ingin berbelanja, berbagai pilihan tersedia di KK. Mulai dari mall yang modern, hingga pasar tradisional yang menjual aneka cendera mata eksotik siap memuaskan hasrat belanja Anda.
Jangan khawatir soal akomodasi. Tersedia hotel berbintang 5 dengan tarif ratusan ringgit hingga hotel murah bertarif dibawah 50 RM untuk anda para backpacker.
Jadi tidak ada salahnya memasukkan KK dalam agenda wisata Anda berikutnya. (detikcom/h)




Komentar