Pupuk Bersubsidi di Karo Sukar Didapat
T Karo (SIB)
Pupuk bersubsidi jenis ZA, SP36 dan Phonska yang disalurkan PT Petro Kimia Gresik di Karo memasuki Mei 2008 masih sulit didapatkan. Kalau pun ada, harganya masih di atas harga eceran tertinggi (het) seperti Pupuk SP36, Het Rp80.000/sak dijual pengecer Rp150.000/sak. Phonska, Het Rp90.000/sak, dijual Rp160.000/sak dan Za, Het Rp55.000/sak dijual Rp75.000/sak.
Hal ini dikatakan beberapa, petani desa Peceren, Berastagi, J Karo-karo dan Wanda Tarigan dan beberapa petani lainnya di beberapa kecamatan kepada SIB, yang ditemui secara terpisah baru-baru ini di perladangan mereka.
Kepala gudang pupuk bersubsidi PT Petro Kimia Gresik dikonfirmasi SIB, Sabtu (3/5) di Berastagi mengakui kelangkaan pupuk jenis Za, Phonska dan SP36. Dikatakannya, selain akibat tingginya biaya produksi pupuk saat ini, juga disebabkan sedikitnya subsidi ke Karo.
Pengalihan Penyaluran Pupuk Urea
Menghadapi musim tanam (MT) yang dimulai April 2008, pengalokasian pupuk bersubsidi jenis urea di Karo yang seyogianya disalurkan bulan Nopember dan Desember 2008 yang akan datang, dialihkan pendistribusiannya ke bulan April 2008 yang lalu.
Hal ini dikatakan Kepala Perwakilan PT Pupuk Sriwidjaja Kabanjahe, A Gea dan Kabag Perekonomian Setdakab Karo Drs Sabar Peranginangin baru-baru ini kepada SIB, di kantornya. Alokasi pupuk urea sebanyak 2500 ton bulan Nopember dan Desember 2008 dan ditambah alokasi pupuk yang pendistribusiannya bulan April dan Mei 2008 sebanyak 1.291 ton (April) dan Mei 1.087 ton (Mei) diharapkan dapat membantu petani menghadapi MT April dan Mei ini.
“Kekurangan pupuk bersubsidi ini terjadi karena hanya demikian jumlah pupuk bersubsidi yang disetujui Gubsu kepada petani di Karo. Selain itu, sukarnya jenis pupuk bersubsidi didapatkan petani, juga disebabkan karena petani pada umumnya menggunakan pupuk bersubsidi untuk keperluan semua jenis tanamannya,†katanya (M37/o)




Komentar