Ribuan Warga Jaga Gereja yang Hendak Dirobohkan Pemko Binjai
Binjai (SIB)
Ribuan umat Kristen dari berbagai gereja terutama umat gereja HKBP Binjai menjaga bangunan gereja HKBP Binjai Baru Jalan Tembus Tandam Kelurahan Jati Makmur yang sedang dibangun, namun mendapat protes dari warga yang mengaku warga sekitar .Selasa (29/4) .
Awalnya puluhan ibu-ibu yang mengaku dari umat beragama lain di sekitar tempat bangunan ibadah yang berada di persawahan itu mendatangi DPRD Binjai. Mereka meminta Pemko Binjai untuk membongkar bangunan yang telah hampir rampung 70 persen tersebut. Dengan sigap dan langkah cepat Pemko Binjai menggerakkan alat berat dan petugas ke lokasi gereja. Namun kemudian dihadang ribuan warga yang menurut mereka,siap menumpahkan darahnya di lokasi itu .
Sambil bernyanyi dan berdoa mereka berada di dalam gereja dan di gubuk tempat penyimpanan bahan di depan gereja yang kebetulan berada di tengah persawahan .
Puluhan polisi melakukan penjagaan dan akhirnya para pengunjuk rasa yang berada di lokasi mengikuti pemko Binjai tidak berani memasuki lokasi .
Menurut umat Kristen yang menjaga gereja, Siregar, bangunan itu telah pernah mereka usahakan di daerah Binjai Timur sekitar 5 Km dari lokasi sekarang. Namun karena diprotes warga walaupun di areal kebun tebu mereka lalu pindah mencari lokasi baru di tengah persawahan, yang jaraknya dengan rumah penduduk tidak ada yang rapat .
Namun setelah bangunan selesai 70 persen ,mendapat protes dari warga yang mengaku dari umat lain .Yang protes kebanyakan ibu-ibu, sementara lelaki banyak yang mengarahkan kaum ibu dari jarak jauh . Masyarakat kristiani meminta agar Pemko Binjai tegas jangan terlalu mendeskreditkan warga yang beragama lain karena selama ini ada 3 bangunan gereja yang tidak bisa dibangun di Binjai dengan berbagai dalih .
Sementara Pemko dan pihak terkait hingga pukul 15.00 WIB belum bisa mengambil keputusan jadi tidaknya pembongkaran gereja. Polisi dan alat berat serta aparat Pemko Binjai masih berada di depan gereja.
Ketua Fraksi PPP Kota Binjai Drs H Chairot Tanjung MAP kepada SIB mengatakan, pihaknya meminta kepada Muspida Binjai, Depertemen Agama dan tokoh Forum Antar Umat Beragama untuk mencari solusi terbaik. Jalan keluarnya, semua pihak agar mematuhi hukum yang berlaku. Kalau suratnya ada semua pihak harus lapang dada. Kalau tidak panitia pun harus bersikap sama. “Karena itu semua pihak harus melihat apakah sudah benar prosedurnya dan hal-hal lain ,†ungkapnya. (M25/g)




Komentar