Surya Tour
Print This Post Print This Post

Menag: Pembakaran Masjid Ahmadiyah Kejahatan Besar

Posted in Berita Utama by Redaksi on April 30th, 2008

Jakarta (SIB)
Tindakan kekerasan terhadap warga Ahamadiyah terus berlangsung. Pembakaran masjid-masjid aliran yang masih kontroversial itu pun masih terjadi.
Peritiwa itu pun dikecam Menteri Agama Maftuh Basyuni. “Itu kejahatan besar yang harus dibasmi. Itu tidak boleh semacam itu,” kata Maftuh.
Hal itu disampaikan Maftuh usai penyerahan bantuan pendidikan di Istana Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (29/4).
Maftuh pun menyerahkan masalah kekerasan kepada pihak keamanan. “Itu urusan pengamanan. Tapi orang dengan akal sehat tidak akan melakukan itu (pembakaran dan kekerasan),” ujarnya.
Sementara itu mengenai Surat Keputusan Bersama (SKB), Maftuh belum tahu pasti kapan akan dikeluarkan. “Kita belum rapat, mudah-mudahan dalam waktu dekat. Sabar saja, saya kan juga baru pulang,” pintanya.
PEMBAKARAN RUMAH IBADAH TINDAKAN SESAT
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Hasanuddin mengecam keras perusakan dan pembakaran rumah ibadah karena tindakan tersebut justru merupakan tindakan orang-orang yang sesat.
“Siapa pun yang membakar dan merusak rumah ibadah semua agama, yang digunakan untuk mengagungkan Tuhan oleh pemeluknya, itulah sesungguhnya perbuatan yang sesat,” tegas Hasanuddin di Jakarta, Selasa, menanggapi pengrusakan dan pembakaran sebuah masjid milik Ahmadiyah di Sukabumi, pada Minggu (27/4) lalu.
Negara, lanjutnya, harus segera bertindak mengamankan dan melindungi warganya dari aksi-aksi teror seperti itu karena menjalankan keyakinan dan kepercayaan agamanya, merupakan salah satu hak azasi manusia yang paling hakiki.
“Ingat, Tuhan menganjurkan umat manusia memakmurkan rumah ibadah, bukan menghancurkannya,” katanya yang mengaku kecewa dengan tindakan sekelompok orang tersebut.
Hasanuddin juga menyambut positif pernyataan Kapolri Jenderal Sutanto bahwa Polri menjamin keselamatan para pengikut Ahmadiyah.
Hanya patut disayangkan, kata Hasanuddin, petugas kepolisian masih saja “kebobolan” dengan kasus pembakaran rumah ibadah tersebut.
Polisi Harus Cegah Pembakaran Masjid Ahmadiyah
Ketua DPR Agung Laksono memprihatinkan aksi pembakaran masjid jamaah Ahmadiyah. Polisi diminta bertindak cepat.
“Kejadian itu tidak bisa ditolerir. Aparat kepolisian harus mengamankan,” kata Agung pada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4).
Menurut Agung, penyelesaian kasus Ahmadiyah tidak bisa dengan cara kekerasan. Dialog dan pendampingan pada jamaah Ahmadiyah sangat diperlukan agar masalah ini tidak berlanjut pada konflik horisontal.
“Pemerintah harus hati-hati menanggani hal ini. Kalau tidak tepat penyelesaiannya bisa menjerumus pada konflik horisontal,” terang Agung. (detikcom/Ant/g)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.